
Follow Ig: @Sildadelita99.
Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...
kalian baca jam berapa? asal dari mana?
me: Kupang NTT.
Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏
Happy Reading Guys...
*****
"Tadi kamu menyebut nama aku apa?" Tanya Bianco serius.
"Apa...?" Tanya Kira balik dengan menyeritkan dahinya.
"Kamu tadi sebut nama aku apa? saat aku menertawaman namamu yang baru," ucap Bianco masih dengan pertanyaan yang sama.
Kuprit. Kenapa tidak suka? Batin Kira menatap kesal Bianco.
"Aku tidak menyebut namamu apa-apa. Siapa juga yang berani mengubah nama tuan terhormat ini," ucap Kira tersenyum tulus pada Bianco namun hatinya mengatain Bianco kebalik dari ucapanya.
Terhormat..cihh enak saja ubah nama aku jadi kura-kura. Dasar kutu kuprit, batin Kira menatap Bianco dengan senyuman mengembang di bibirnya.
"Akhirnya sadar juga kamu kalo aku terhormat. Baguslah otak kura-kuramu itu tidak lemot lagi," sahut Bianco dan kembali tertawa.
Kira yang melihat Bianco terus menyebut namanya kura-kura semakin kesal dan emosi namun ekspresi wajahnya mengemaskan. Yang membuat Bianco makin tertawa kencang seperti orang kesurupan.
__ADS_1
Dasar pria aneh... lagi kasambet apa dia tawanya meledak gitu... apa segitu lucunya nama Kura-kura untuknya? pengen dicabeiin betul thu lidah, batin Kira.
Kira yang bergumam dalam hati hanya menatal suaminya yang masih tertawa sampai air mata keluar dari matanya. Sedangkan Bianco yang menyadari bahwa dirinya tertawa dengan begitu girang. Ia pun terdiam. Lalu Bianco kembali mengeskpresikan dirinya seperti biasanya. Memasang wajah dinginya dengan ekspresi datar seperti tadi. Kira yang melihat perubahan wajah Bianco di buat semakin bingung.
Tadinya tawa meriang kayak anak kecil sekarang pasang kembali wajah dinginya itu, anehh.... tidak bisa ditebak.
Ini pertama kali aku tertawa sesumriah ini. Biasanya tidak pernah ketawa samapai sepecah ini tapi lucu juga kalo kerjaiin ni anak, batin Bianco.
"Ada apa, kamu menatapku seperti itu?"
Bianco bertanya dengan suara datarnya.
"Tidak ada apa."
"Oh ya. Kenapa semua bajuku kosong di lemariku?" jawab Kira dengan pertanyaan yang dari tadi ada di otaknya.
"Ada di lemari pakaiaanku. Mulai sekarang kita tidur sekamar. Ini semua demi mama, hingga mama pulang baru tidur kembali seperti biasa."
"Ya sekamar. Turuti saja apa yang aku perintahkan, ini hanya sebulan selama mama di sini, aku sudah bicarakan ini dengan Saskia jadi kamu tidak usah kwatirkan dia."
Siapa juga yang kwatir sama Saskia. Yang aku kwatirkan dirku bukan tunanganmu. Bagaimana kalo kamunya khilaf ahhh... tidak-tidak itu tidak akan terjadi, Kira bergumam dalam hati dengan mengeleng-geleng kepalanya sendiri ketakutan.
Cihh.. pasti dia berpikir aku akan menyetuhnya makanya sampai mengeleng-gelengkan kepalanya seperti itu. Sadar diri kamu itu hanya istri kontrak aku bukan sah, batin Bianco.
Bianco dan Kira saling membalas pikiran mereka satu sama lain dalam hati tanpa mereka sadari bahwa sudah pukul 12. 00wib. Yang artinya sudah tengah malam. Bianco yang melihat jam sangat syokk sambil membulatkan kedua matanya seakan ia tidak percaya bahwa sudah sangat malam ia mengobrol dengan Kira.
Kira yang mendengar jeritan Bianco kaget dan menatap Bianco penuh kebingungan lagi. Bianco segera mengambil pakaian tidur yang tadi sudah disiapakan oleh Kira. Bianco membuka baju di depan Kira membuat wanita itu kaget dan menutup kedua matanya dengan kedua tanganya.
"Ahhh... ! " jerit Kira.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Kira dengan polos sambil menutup kedua matanya.
"Ganti pakaiaan. Kenapa kamu syok seperti itu... bukankah ini sudah biasa bagimu sebelum menikah denganku?" jawab Bianco cuek.
Dasar pria aneh ingin sekali aku cabikin dia dengan pisau, bisik Kira dalam hati.
"Hei... kamu... ahhh sudahlah berdebat denganmu sama saja berdebat dengan keong."
Beraninya dia memangilku dengan sebutan itu, batin Bianco tidak terima.
Bianco yang kesal dengan sikap Kira akhirnya kembali menjahili Kira dengan membuka celananya di depan istrinya sambil berbisik di telinga Kira, apakah kamu inginkan ini, Kira yang membuka matanya sedikit melihat tubuh Bianco yang sangat seksi dan bidan dada Bianco yang berkotok-kotak di bagian dadanya lalu Kira kembali berteriak saat melihat Bianco yang hanya memakai bokser hitam di hadapanya. Kira langsung berlari masuk ke kamar mandi dengan jeritan yang membuat Bianco kembali tertawa terbahak-bahak melihat aksi lucu mengemaskan dari istrinya itu.
Selesai berganti pakaiaan Bianco langsung naik ke kasur untuk segera tidur. Ia tidak menyangka hari ini pertama kali dalam hidupnya tidur tengah malam hanya karena niat menjahili Kira. Bianco tersenyum saat membayangkan wajah lucu Kira hingga ia tertidur lelap dalam mimpi. Sedangkan Kira gadis itu duduk bersembunyi di kamar mandi sambil mendekatkan telinganya di pintu kamar mandi untuk mendengar suara Bianco.
Saat Kira merasa tidak ada suara dari sana ia pun segera mengambil pakaiaan tidurnya yang sudah disiapkan pelayan di dalam kamar mandi. Kira secepatnya bertukar pakaian tidurnya. Lalu Kira segera keluar dari kamar mandi. Saat Kira di sudah kembali di kamar ia melihat pria yang sangat tampan dan menawan tertidur pulas di sana Kira mengukir senyumnya menatap tulus Bianco.
Akhirnya ia tertidur juga. Terimakasih Tuhan, jadi aku bisa tidur dengan nyaman di sampingnya tanpa menjawab semua perdebatan dengan dirinya. Batin Kira.
Kira ingin sekali tidur di sofa namun ia juga takut jika sampai Reka tahu maka Reka akan kecewa dengan dirinya. Akhirnya gadis itu membaringkan dirinya dengan sangat terpaksa di samping Bianco. Kira mulai menutup matanya dengan tubuh membelakangi Bianco. Dia pun ikut tertidur lelap di sana. Tanpa Kira sada bahwa Bianco sebenarnya berpura-pura tidur lelap pada hal tidak. Bianco menatap pungung belakang Kira sambil tersenyum.
Entah mengapa hati Bianco mengatakan untuk memeluk Kira pada hal Bianco tidak mencintai gadis itu. Bianco pun tanpa pikir panjang mendekatkan tubuhnya ke tubuh Kira ia mulai melingkarkan tangan di perut istrinya dengan lembut lalu memeluk Kira dari belakang. Dan tertidur lelap bersama istrinya.
Sebuah ukiran senyum leba dari Bianco. Saat ia mencium wangi meskuli dari Kira. Ini pertama kali Bianco mencium parfume meskulin istrinta. Tidak pernah ia seperti ini pada Saskia.
Entah mengapa dengan hati namun aku sangat nyaman saat memeluk Kira. Hatiku begitu tenang, rasa pelukan ini sangat berbeda dengan rasa pelukan aku pada Saskia, gumam Bianco.
Awal kehancuran keluargamu baru akan dimulai aku harap kamu tetap mencintaiku jika kamu tahu siapa yang menghancurkan keluargamu, batin Kira.
Kira bergumam dalam hatinya sambil melihat tangan kekar yang sedang memeluk dirinya. ini pertama kali bagi Kira selama pernikahan dalam hidupnya. Selama ini Bianco tidak pernah menyenyentuh Kira jangankan menenyutuh Kira melirik masakan atau mencicipi masakannya pun tidak.
__ADS_1
Cinta terkadang akan datang pada akhirnya. walau kadang cinta itu sedikit telat .
Bersambung.