
"Saat suami bertanya jangan membalas dengan nada ketus. Jawab aku apa yang kamu pikirkan? Sehingga larut ini belum tidur?" Tanya Bianco dan melangkah mendekati tubuh Kira yang masih berdiri di meja rias kamar.
Bianco berucap dengan melangkahkan dua langkahan kaki mendekati Kira yang hanya berjarak dengan dirinya dua 2 meter itu.
"Aku bukan istrimu. Aku istri kontrakmu. Berhentilah sok peduli dengan aku. Aku baik-baik saja urusin saja kekasih hatimu itu," ketus Kira menahan luka di dalam sana.
Aku tidak baik-baik saja... aku ingin lari.. aku ingin menangis namun itu tidak bisa.. mengapa kamu membuat aku selalu dilema? Batin Kira menahan sesak di dadanya.
"Sudah aku bilang aku paling tidak suka jika ucapku dilawan. Apalagi kamu berbicara membelakangi diriku! Kamu pikir siapa dirimu beraninya berbicara dengan aku sambil membelakangi diri aku seperti itu?"
"Kamu kalo dibaikin itu jangan.."
"Lalu apa maumu? Ya aku menangis... aku tahu posisi aku di rumah ini..aku tahu aku hanyalah wanita simpananmu. Aku tahu diriku bukanlah siapa-siapa di hatimu..."
Ucap Kira mencelah ucapan Bianco. Gadis itu berucap sambil menatap Bianco, saat menyebutkan kata- kata bukanlah siapa-siapa di hati Bianco. Cairan bening mengalir dengan los dari sana. Ia terhenti sambil menahan sesak di dadanya sambil menatap Bianco dengan cairan yang mengalir deras... Kira berusaha menahan suara sengukan tangisnya namun ia tidak bisa. Kini pecahlah tangis yang sedari tadi ia tahan.
"Aku tahu...semua itu..jadi stop untuk mengingatkan posisi aku di rumah ini. Aku punya hati...aku bukan robot yang tidak bisa.." ucapan Kira seketika terdiam saat Bianco yang tadi menatap dirinya begitu dalam melangkahkan kakinya lagi dengan cepat untuk dekat pada Kira.
Saat tiba di hadapan istrinya itu, ia menarik tubuh Kira mendekat pada diri Bianco. Lalu tangan Bianco langsung memegang kasar kedua telinga Kira. pria itu menundukkan kepalanya sedikit ke bawah dengan posisi sedikit miring. Dengan eksisten ia langsung ******* bibir ranum Kira yang kecil itu sangat lembut.
Kira yang masih meneteskan air mata langsung kaget dengan melebarkan matanya yang masih meneteskan air butiran air mata lalu Kira berusaha melawan ciuman Bianco pada dirinya dengan mendorong tubuh Bianco untuk jauh dari dirinya. Namun kekuatan suaminya itu lebih kuat dibandingkan Kira. Gadis itu tidak peduli ia terus melawan ciuman dari Bianco pada dirinya tapi tetap saja pria itu tidak berhenti menciumnya. Bianco menekankan kepala Kira untuk memperdalam ciumanya.
__ADS_1
Kira yang terus melawan akhirnya menyerah dan membiarkan Bianco melakukan aksinya itu. Kira sama sekali tidak membalas ciuman Bianco. saat dia yang sadar bahwa Kira sudah berhenti melawan dirinya akhirnya melepaskan ciumanya tersebut.
"Jangan pernah mengatakan bahwa dirimu tidak penting di rumah. Karena hari ini kamu menjadi milikku."
"Aku tidak akan meminta maaf atas apa yang aku lakukan ke kamu malam ini kamu adalah milik aku Sakira Bripo," ucap Bianco sambil menatap wajah Kira yang sangat dekat dengan wajahnya. Wajah yang dekat itu saling menghirup nafas satu sama lain.
"Aku tidak menyukaimu. Hentikan ini," ucap Kira emosi dan menjauhkan wajahnya dari tatapan Bianco.
Gaadis itu ingin menjauhkan tubuhnya dari tatapan Bianco yang wajahnya sangat dekat dengan wajah Kira. Namun niat Kira malah tidak berhasil. Bianco merangkul pinggang ramping Kira dan sedikit dimajuka hingga tubuh Kira menempel di bidan dadanya. Lalu dia menundukkan kepalanya untuk mencium istrinya itu.
Kira yang tidak ingin hal itu terulang lagi untuk kedua kalinya mendorong dengan penuh tenaga pada tubuh Bianco dan dorongan Kira berhasil yang membuat pria itu menjauh darinya.
"Apa yang kamu mau dari aku? Berhentilah membuat aku ingin berharap memilikimu. Berhentilah membuat perasaan aku salah memahami dirimu. Biarkan semuanya berjalan semestinya."
"Aku tidak mau terjebak dalam kesalapahaman ini... hiks," ucap Kira dan kembali butiran bening itu menetes membasahi kulit pipinya.
"Fokuskan saja dirimu pada Saskia. Tidak usah sok mempedulikan diriku. Aku sudah terbiasa dengan semua ini aku tidak mau masuk dalam kisah percintaanmu dengan Saskia. Aku tahu siapa aku di hatimu jadi berhentilah membuat perasaanku menjadi salah paham dengan dirimu," ujar Kira.
Kira berseru dengan nada yang kegementaran karena ia masih menahan tangisnya walau sebenarnya ia sudah menangis.
"Sudah puas mengoceh? Sudah puas mengeluarkan unek-unek dari dalam hatimu?" Tanya Bianco menatap dalam Kira.
Kira yang mengerutkan dahinya menatap bingung Bianco.
__ADS_1
"Sekarang gilaran aku yang berbicara."
"Apa...?" Tanya Kira mengangkat alisnya menatap bingung Bianco.
"Kamu tidak salah paham. Kamu adalah istriku jadi wajar kamu berharap. Jangan melarang aku untuk tidak mempedulikan dirimu karen aku tidak bisa. "
Ucar Bianco dan langsung melangkah mendekat ke arah Kira. Lalu ia menarik tubuh Kira kembali dengan sedikit kasar hingga tubuh kecil Kira menempel di bidan dadanya yang kekar. Bianco menatap dalam istrinya itu. Kira yang merasa tidak nyaman karena kini tubuhnya sangat dengan tubuh Bianco.
Ia bisa merasakan jantung Bianco berdetak sangat kecang sama dengan dirinya, Bianco menarik bibirnya dengan tersenyum tipis, Lalu ia kembali menatap Kira yang tidak berkutik sepatah kata pun dari mulutnya.
"Kenapa diam? Aku bisa merasakan detak jantungmu. Hei aku ini suamimu untuk apa kamu takut."
"Kamu bukan suami nyata aku tapi suami semuku. Lepaskan aku..." sahut Kira emosi dan tidak mau melit wajah Bianco.
Bianco yang emosi dan kesal saat mendengar ucapan Kira. Hanya menahannya walau ingin sekali ia berteriak di hadapan Kira.
"Tataplah aku jika ingin menjawab ucapanku saat suami bicara itu dengarkan saja, tataplah aku Sakira Bripo," ucap Bianco sambil menatap istrinya itu.
Kira yang sudah sadar bahwa suara Bianco sekarang sedikit keras meremas jari jemarinya dengan tenaga dan dalam hatinya memaki-maki hancur Bianco. Lalu ia mengumpulkan tenaga dan mengangkat wajahnya menatap Bianco yang juga sedang menatapnya.
Mata mereka saling berbalas satu sama lain nafas mereka saling berdesir mengenai kulit wajah mereka satu sama lain, suasana romantis itu kembali berakhir saat Kira membuka suara lagi.
"Lepaskan aku... aku sudah bilang aku tidak mau salah memahami dirimu."
__ADS_1
"Kamu tidak salah memahamiku. "
"Apa maksud..." ucapan Kira kembali terdiam saat tangan Bianco yang melingkar di lehernya dan Bianco mendekatakan wajah Sakira dekat dengan wajahnya lalu Bianco mendaratkan bibirnya dan kembali ******* lembut bibir ranum istrinya itu tangan Bianco yang satu memegang, dan menahan di tembok ciuman Bianco pada Kira semakin dalam walau Kira sama sekali tidak membalas ciuman Bianco.