PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Bunuh Diri


__ADS_3

...Follow Ig: @Sildadelita99....


...Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya......


...kalian baca jam berapa? asal dari mana?...


...me: Kupang NTT....


...Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏...


...Happy Reading Guys......


*****


"Baiklah jika itu yang nona inginkan kami tidak bisa memaksa. Terimakasih untuk waktunya, kami pamit," ujar polisi lalu tersenyum.


"Terimakasih juga untuk kepedulian bapak dan pengertianya," jawab Kira.


Kira menjawab sambil berjabat tangan dengan polisi. Setelah berjabat tangan dengan Kira polisi itu pun melangkah pergi meninggalkan rumah sakit tersebut. Dan Kira hanya menatap dalam pada kain kafan putih yang membaluti mayat kedua orang tua pura-puranya itu. Hati gadis itu begitu hancur jika kembali mengingat kenangan singkat dengan kedua orang yang telah pergi untuk selamanya.


Walau Kira baru mengenal mereka namun Sherli memberikan kasih sayangnya pada Kira seperti putri kandungnya sendiri. Kira menatap ke atas plafon ia menahan rasa sakitnya, ingin sekali ia meneteskan air mata jika kembali membayangkan dirinya yang tidak bisa berbuat apa2 pada hal dia mengetahui siapa dalam dari kematian Sherli dan Dion.


Pagi itu jadwa Bianco begitu padat, saat ini Bianco rapat dengan seluruh kariawan perusahaan kecuali Avim yang tidak ikut karena ia situgaskan Bianco mengumpulkan data perusahaan. Avim yang mendengar kabar kematian kedua orang tua Kira begitu cemas.


Ia berusaha menghubungi Kira tapi sayang Kira tidak menjawab. Ia semakin kwatir karena nyonya besar Beidges atau ibunda Bianco hari ini pulang dari Amerika Avim mondar-mandir di tempat kerjanya seperti cacing yang kepanasan. Ia tidak bisa duduk dengan tenang karena banyak pikiran dimana-mana.


****

__ADS_1


Di sisi lain Bianco yang saat ini sedang sibuk rapat dengan para tamu perusahaan papanya dari luar setelah ia menyelesaikan rapat dengan kariawan perusahaan tadi pagi. Di mana Bianco yang serius menyimak presentase salah satu klean dari Amerika. Tiba-tiba ponsel Bianco bergetar dari Avim, Ialu Bianco membuka isi pesan Avim di mana isi pesan tersebut adalah mengatakan bahwa kedua orang tua Kira hari ini meninggal dunia karena bunuh diri dan nyonya Besar sedang pulang dari Amerika hari, nyonya akan menemui langsung nona muda dipemakaman.


Bianco yang membaca isi pesan dari Avim sangat kwatir dan cemas, yang dikwatirkan Bianco bukanlah keadaan Kira melainkan bagaiman reaksi mamanya jika melihat Bianco tidak ada di samping Kira. Dan lebih memilih bekerja diperusahaan Jelas hal ini akan mempengaruhi semua rencana Bianco yang dari awal menikah dengan Kira hanya untuk mendapatkan warisan papanya.


Bianco: Dasar bodoh... kenapa baru beritahu aku sekarang? umukan kepada semua klien luar negri bahwa makan siang dengan Kevin karena aku ada urusan pribadi yang penting, dan batalkan semua jadwalku hari ini baik dari menemui kastemer atau pidato di perusahan2 Ceo lainya, tulis pesan Bianco pada Avim.


Untung rapat dengan para staf luar negri sudah selesai, dan presentase tadi adalah penutup. Setelah selesai rapat Bianco langsung ke luar dengan sangat buru-buru, Kevin yang membaca isi pesan Avim bahwa ia yang akan menghendali semua jadwal sisa Bianco tersenyum licik. Sedangkan Avim akan menemani Bianco pergi ke pemakaman orang tua Kira.


Ini sangat seru...aku sangat menikmati permainan ini Jessy. Sebentar lagi misi in akan berhasil dan aku tidak sabar menghancurkan Bianco Bridges yang sangat sombong dan arogan itu, bisik Avim tertawa miring diukir dari bibirnya.


Mobil mewah hitam panjang Bianco sudah menunggu Bianco di depan dengan para pengawal yang sudah berdiri tegak di depan pintu mobil. Bianco melangkah ke luar dari kantor perusahaan sambil mengenakan jas stil hitam dan kacamata. Diikuti oleh Avim dari belakang.


Setalah Bianco dan Avim masuk duduk pintu mobil kembali ditutup dan mesin mobil dinyalakan untuk siap pergi. Mobil para pengawal siap dilajukan mengkawal Bianco. Kevin hanya menatap mobil Bianco dan para pengawal dari depan kantor perusahaan dengan membungkukan kepala sedikit ke bawah sebagai rasa hormatnya.


****


Pedih pasti. Kira masih diam saat air matanya yang terus mengalir, tidak lama ada sebuah tissu diberikan oleh seorang dari samping Kira, orang itu adalah pria yang tampan, tinggi dan karismatik.


"Hapus air matamu, aku masih ada di sini," ucap seorang lelaki yang nada suaranya tidak asing bagi Kira.


Pria itu memberi sapu tangan ke arah Kira menatap Kira dari kacamata hitamnya, Siapa lagi kalo bukan Bianco.


Bianco? Sejak kapan di sini? 1 agaimana dia bisa tahu bahwa aku sini? Ahh Kira sadar dia kan suamimu dan orang terkenal di sinj jelas pak Sud yang beritahu dia atau tidak dia melihat berita pagi, batin Kira.


"Kenapa bengong?ambil ini hapuskan air matamu," seru Bianco lagi.


Bianco berseru saat melihat Kira yang terpaku diam melihat dirinya yang tiba-tiba ada di pemakaman.

__ADS_1


Cihh pasti dia sedang menghayal bahwa aku peduli padanya...kalo bukan karena mama tidak mungkin aku ada disini. Dasar gadis haluan..., Bianco.


Bianco bergumam saat melihat Kira yang terdiam kaget karena Bianco ada di sini.


"Sejak kapan kamu di sini?apa kamu tidak pergi ke kantor?bagaimana dengan pekerjaanmu?" Tanya Kira yang langsung melontarkan pertanyaan yang ada di pikirannya itu.


"Sejak kamu menangis. Jangan kegeran aku ke sini bukan karena peduli sama kamu aku ke sini karena mama. Jadi jangan berharap dan berpikir ke mana-mana," ujar Bianco kesal.


"Mama? Apa maksudmu?"tanya Kira bingung.


"Mama pulang hari ini setelah mendengar bahwa kedua orang tuamu meninggal karena bunuh diri,"jelas Bianco dengan nada dinginya.


"Orang tuamu punya hutang kenapa tidak beritahu aku? kan bisa minjam tahan uang aku dulu untuk lunasinya,"lanjut Bianco sambil kembali menatap Kira.


"Aku tidak tahu kalo mereka memiliki hutang. Jika aku tahu maka sudah aku lunasi dengan uang tabunganku,"ujar Kira menatap lurus ke depan.


"Terimakasih kamu sudah datang,itu sangat berarti buat aku,"lanjut Kira.


"Sudah aku tegaskan jangan salaha paham dengan kehadiranku di sini karena..."


"Aku tahu itu. Tapi aku tetap berterimakasih padamu, walau pun itu bukanlah keinginanmu namun aku bahagia ada orang penting saat ini bersamaku,"Kira berseru menatap dalam Bianco.


Deng....


Deng...


Ada apa ini?kenapa jantungku berdetak dengan kencang...pada hal itu hanyalah ucapan tidak penting untuku, apakah aku...secara tidak sadar... menyukainya? batin Bianco.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2