PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Memeluk Kira


__ADS_3

Follow Ig: @Sildadelita99.


Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...


kalian baca jam berapa? asal dari mana?


me: Kupang NTT.


Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏


***Yuk saling tanya umur, kalian berapa usianya?


komen spam kasih banyak dong biar aku semangat nulisnya


Satu kata untuk Bianco?


satu kata untuk Kira?


satu kata untuk Kevin?


satu kata untuk Saskia?


satu kata untuk Karin?


Silakan tinggalkan enek-enek tentang


cerita ini tanggapan kalian dong?


Oh ya Menurut kalian cerita ini mau diapakan happy ending?


atau Sad Ending??


Spam komen dong🥺🤧 kasih banyak ya...


Happy Reading Guys...


****


Bianco mengakui bahwa dirinya sangat merindukan Kira, ia tidak tahu perasaan seperti apa itu namun ia hanya ingin mengikuti kata hatinya.


****


Bunyi alarm ponsel Kira membangunkan Kira seperti biasanya, dengan mata yang masih berat untuk terbuka tangan Kira mencari-cari ponselnya di kasur saat Kira mencari ponselnya tiba-tiba tanganya menyentuh tangan kekar yang ada diperutnya. Kira yang masih mengantuk sangat kaget secepatnya membuka mata yang tadi mengantuk kini terang menerang bagaikan cahaya.


Kira menatap tangan yang ada diperutnya lalu gadis itu memutar otaknya untuk berpikir siapa yang sedang memeluknya.

__ADS_1


Bianco. Apa dia sudah pulang? Perasaan semalam dia tidak pulang? Lalu mengapa dia senang sekali memeluk aku seperti ini? Aku sangat tidak nyaman mengingat peraturan kontrak nikah yang dibuatnya, batin Kira.


Kira bergumam sambil menatap tangan Bianco lalu gadis itu merubah posisi tidurnya kini posisi tidur Kira menghadap Bianco dan saat ini gadis itu sedang menatap Bianco yang sedang tertidur di hadapanya dengan posisi tidur yang sama.


Kira mencoba mengeserkan tubuhnya ke belakang dan tangannya mencoba mengangkat tangan Bianco secara pelan tapi pasti untuk berpindah dari tubuhnya, namun saat Kira menggeserkan tubuhnya Bianco secepat mungkin menarik tubuh Kira dengan erat dan kini tubuh Kira sangat dekat dengan Bianco bahkan mata mereka , hidung , dan bibir mereka hanya saling membalas nafas satu sama lain saking dekatnya wajah mereka.


Hei kamu mau apa kuprit? Astaga mengapa wajah kami sedekat ini, nafas pria ini sungguh membuatku gagal fokus, gumam Kira saat matanya masih nyaman menatap wajah tampan yang ada di hadapnaya.


"Aku tahu aku tampan jadi tidak usah menatap dengan air liurmu meleleh seperti itu," ucap Bianco.


Bianco berucap saat ia membuka kedua matanya pelan dengan mengukir senyuman lebar dibibirnya dan kini mata Bianco saling bertemu dengan mata Kira. Kira yang kaget secepatnya mengeserkan tubuhnya agar wajahnya jauh dari wajah Bianco walau tubuhnya masih dalam pelukan Bianco. Keduanya saling membalas tatapan satu sama lain dengan sangat dalam Bianco melihat mata Kira yang sangat bengkak pria itu yakin semalam Kira pasti menangis banyak.


"Maaf.."


"Apa?" Tanya Kira mengerutkan dahinya karena ini pertama kali Bianco menyebut kata maaf untuk dirinya.


"Aku bilang maaf',kan aku. Maaf karena selama ini selalu mengabaikanmu, aku akui aku salah selama ini," ucap Bianco


Bianco berucap sambil tanganya menyentuh lembut pipi mulus Kira dan ibu jarinya selalu bermain halus di kulit pipi Kira. Tatapan Bianco pada Kira sangat dalam yang membuat Kira merasa tidak nyaman dan gugup.


Entah apa yang merasuki pria ini mengapa ia bersikap jadi pria romantis? Apa dia semalam banyak minum? Sehingga ia lupa dengan apa yang barusan ia bicarakan, batin Kira menatap aneh sikap Bianco.


**** Apertemen Saskia.


"Aku mencium wangi meskulin parfum Bianco di sini. Apa semalam Dia menginap denganmu?" tanya Kevin dengan sikap duduk si sofa apertemen.


"Jika kamu sudah tahu mengapa bertanya lagi?" sahut Saskia dengan memberikan minuman pada Kevin dan mulai duduk di samping Kevin.


"Apa yang kalian berdua lakukan semalam?" bertanya dengan penuh penyeledikan.


"Kami hanya berciuman biasa walau hampir saja kami melakukan hal yang seharusnya dilakukan namun tetap saja godaanku gagal."


"Aku pikir dia benar menyukai Kira namun aku salah. Dia lebih memilih menemani aku dibandingkan gadis sampah itu dan wanita tua cacat itu."


Saskia berucap sambil menidurkan kepalanya di tumpuan paha Kevin sebagai alas bantalnya.


"Jika benar dugaanmu apa yang akan kamu lakukan?" ungkap Kevin kepo akan reaksj Saskia.


"Apa... ? Menjawab dengan menyeritkan dahi menatap Kevin.


"Jika benar Bianco menyukai Kira apa yang akan kamu lakukan?" Ucap Kevin mengulangi pertayaan yang sama.


"Jika itu terjadi maka hanya ada satu jalan memisahkan mereka berdua," seru Saskia mengukir senyuman licik dari bibirnya dengan mengangkat alis.


"Maksud kamu?"

__ADS_1


"Jika benar Bianco menyukai Kira maka hanya ada satu jalan, yaitu memusnahkan dia dari dunia ini dengan darah pembunuhan saudara kembarannya."


Ucap Saskia penuh tekanan pada kata-katanya sambil menatap lurus tajam dengan meremas semua jari jemarinya dan alisnya yang sedikit diangkat ke atas dengan senyuman miring diukir dari bibirnya. Kevin yang mendengar ucapan Saskia hanya tersenyum manis penuh kelicikan sambil mengelus rambut Saskia.


Sebenarnya Kevin tidak menyukai Saskia ia hanya memanfaatkan Saskia untuk menghancurkan Bianco karena masa lalunya, setelah menghancurkan Bianco Kevin akan membunuh Saskia dan menikahi Karin itulah rencana Kevin sesungguhnya.


Kevin jatuh cinta pada Karin sejak awal diri Kevin diperkanalkan dengan Karin, saat itu Kevin langsung jatuh cinta dengan Karin, saking bucinya pada Karin ia rela menjadi seorang penghianat untuk Saskia.


"Sayang kita baru ketemu setelah lamanya kamu sibuk dengan urusan kerja di perusahaan, dan kini kita baru bisa menghabiskan waktu berdua mengapa harus bahas hal yang menggagu pertemuan kita?" tanya Saskia menatap Kevin.


"Apa Maksud kamu sayang?" Tanya Kevin balik.


Saskia tersenyum saat menatap Kevin yang bertanya padanya. Saskia mendaratkan satu kecupan bibirnya di bibir Kevin.


"Itu maksud aku sayang," menjawab dengan senyuman.


Saskia menjawab Kevin setelah memberikan satu kecupan bibir di bibir Kevin. Pria itu tersenyum menatap Saskia lalu ia pun menundukkan kepalany untuk kembali membalas ciuman Saskia. Kini tangan Kevin memegang sofa sambil terus mencium Saskia.


Ciuman mereka semakin lama semakin liar, Kevin mengangkat tubuh Saskia naik keatas sambil terus mencium Saskia kini Saskia duduk di atas pangkuan paha Kevin dan mereka kembali melakukan aktifitas yang terlarang.


*****


Flash Back


"Ampuni aku tuan... aku akan lakukan apa pun yang tuan mau, tapi jangan membunuhku," ucap seorang pria satpam di kantor perusahaan Bianco.


"Kamu pikir kamu siapa? beraninya dirimu menguping ucapanku," ucap Karin yang saat itu bersama lelaki penjaga kantor itu di atap perusahaan.


Ya Karin saat itu menyamarkan dirinya sebagai seorang pria untuk membuntuti Avim yang ditugasi oleh Jessy. Jessy mencurigai Avim saat salah satu mata-mata Jessy melihat Avim yang meminta seorang bodygurdnya mengikuti Kevin ke Apertemen Saskia.


Jessy menelpon Karin yang saat itu sudah membunuh seorang pengacara yang mencoba membuka kasus kematian Dion dan Shelin yang diduga pengacara itu adalah pembunuhan bukan bunuh diri. Setelah membunuh pengacara tersebut Karin diperintah Jessy untuk menyelesaikan satu tugas lagi yaitu mencoba membunuh Avim.


Dengan diri Karin menyamar sebagai seorang bodyguard Avim. Namun sayang rencana Karin gagal karena saat dirinya ingin berpura-pura masuk ke geng bodygurd Avim ternyata Avim dan para bodygurdnya sudah hilang.


Dan saat itu Karin mengesalkan semua dirinya di atap namun saat ia menjawab telpon Jessy tidak sengaja salah satu satpam yang malam itu berpatroli mengecek keamanan perusahaan. Tidak sengaja mendengar percakapan Jessy dengan Karin di telpon. Satpam itu sangat syok dan ketakutan saat mendengar bahwa Karin mengatakan dia sudah membunuh pengacara itu sesuai perintah Jessy. Namun ia kehilangan Avim.


"Aku mohon tuan jangan bunuh aku,.. !"


tangis pria tua itu saat Karin yang memukul dia dengan berbagai cara mulai dari menendang, memukul dan mengambil kursi saat pria itu mencoba melawan Karin dengan cepat Karin mengangkat kursi kayu yg rusak ada di atap secepatnya ia lembarkan ke tubuh pria itu hingga ia jatuh tersungkur di lantai dan membuat pria itu lemah. Karin kembali mengangkat balok dan dipukul dikepala pria itu hingga darah kembali berceceran di di lantai... satpam tersebut masih menangis bersembah sujud dibawah kaki Karin memohon ampun.


Soal adu fisik jangan tanya lagi, Karin adalah ahlinya ia belajar bela diri selama di Amerika dengan para geng star pembunuhan di sana jadi hanya satu orang mau itu pria atau wanita akan diangapnya sebagia secuil yang ingin bermain dengan dirinya.


Namun sayang darah pembunuh sudah menutupi mata hati Karin. Dengan kejam Karin menarik tubuh pria tua itu lalu ia dorong ke tebing atap di mana itu adalah ujung yang akan jatuh ke jalanan di bawah sana. Dari 25 lantai apertemen mereka sekarang ada di atap lantai 25 Karin mencekik leher satpam itu dengan kuat sampai ia mendorong tubuh pria itu jatuh dari lantai 25 ke bawah...


Tubuh pria itu kini sedang melayang di udara hanya menatap Karin dengan air mata dan tiba-tiba tubuhnya jatuh terbentur dengan keras di aspal jalanan. Darah segar dari kepala satpam tersebut kembali memunuhi jalanan di mana itu mayat pria itu terbaring.

__ADS_1


Ahhh... aku membunuh lagi... mengapa seperti ini? Ah.... aku hebatttt..... aku hebat membunuh dua orang dalam satu hari, batin Karin kembali menyesal akan kejahatnya dan menangis di bawah sana.


Bersambung


__ADS_2