PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Noda Pernikahan dimulai


__ADS_3

"Apa maksudmu kepala pelayan?" Kira bertanya kebingungan.


"Kami mendapat kabar bahwa kedua orang tua nona meningal dunia, karena bunuh diri," ujar pak Sud menjelaskan.


"Apa...?" seru Kira balik.


Kira berseru dengan syok seluruh tubuh gadis itu melemas, jari jemarinya dan seluruh tubuhnya gementaran tidak menentu dengan syok berat menghamprinya. Kira menatap kepala pelayan dan beberapa pelayan yang memegang dirinya di ruang tengah, di mana saat itu tubuh Kira mau ambruk saking kagetnya.


Ya pihak kepolisian memberitahukan kepada keluarga korban yaitu anak dari Dion Bripo dan Shelin Bripo bahwa keduanya orang tuanya meningal semalam karena bunuh diri, polisi mengatakan bahwa mereka melakukan bunuh diri karena tidak bisa melunasi hutang. Hal itu diketahui polisi saat melihat surat wasiat dari kedua korban dimana itu sebuah surat permintaan maaf pada anak mereka atas nama Sakira Bripo putri keduanya yang sudah menikah. Dion dan Shelin mengatakan Bahwa mereka sangat menyesal akan perbuatan itu dan meminta maaf pada Kira putrinya anak mereka satu-satunya.


Dua pasangan ini diduga polisi bunuh diri karena hutang yang mereka miliki tidak bisa mereka bayar, hingga pada akhirnya mereka mengambil jalan bunuh diri. Polisi juga mengatakan bahwa keduanya menyembunyikan masalah itu dari putri merek. Kira yang mendengar berita pagi itu menguatkan dirinya lalu ia langsung secepatnya pergi ke garansi rumah untuk pergi ke apertemen kedua orang tua pura-puranya itu. Para pengawal dan supir sudah menungu gadis itu di luar Kira memasuki mobil yang sudah disediakan oleh bodyguard rumah untuknya, lalu mobil pun melaju pergi dari rumah Miguel Beidges.


Mobil pengawal ada dua yang satu mengkawal Kira dari belakang dan yang satu dari depan sedangkan mobil yang ditumpangi Kira berada di tengah-tengah sesuai perintah Reka dan Miguel. Dimana saat bertepatan Reka dan Miguel sudah diberitahu oleh kepala pelayan rumah, jadi mereka mengetahui ini sebelum Kira diberitahu oleh mata-mata Reka yang bekerja di rumah yaitu kepala pelayan pak Sud.


Reka memang memberi kepercayaan pada pak Sud untuk mengawasi gerak-gerik Bianco ketika dirinya tidak ada di Indonesia. Saat memberitahu kabar duka ini pada kedua majikanya itu pak Sud sempat ditanya oleh Reka mengenai sikap Bianco pada Kira selama selama ia tidak ada di rumah.


Namun pak Sud tidak memberitahu bagaimana sikap Bianco yang sebenarnya pada Kira selama ini tujuaan pak Sud melakukan itu agar keduanya tidak kwatir dengan keadaan rumah, Reka mengatakan pada kepala pelayan bahwa dia akan pulang dari Amerika hari ini juga. Sedangkan Miguel masih mengurus beberapa kerjaan perusahaan yang belum selesai.


Kira: Apa kamu adalah dalang dibalik semua ini? sebuah pesan tulis dari Kira untuk Jessy.


Jessy: Pergilah dan tangisi kepergian mereka, jika memungkinkan tutup matamu dan hatimu angap saja ini bunuh diri. Ikuti saja rencanaku, aku punya alasan untuk ini Setelah pemakan selesai temui aku di tempat biasa, balasan pesan dari Jessy.

__ADS_1


Kira menarik nafasnya dalam-dalam ia berusaha menahan emosinya saat mengetahui bahwa Jessylah dibalik kematian kedua orang tua pura-puranya itu.


Suasana duka kini dirasakan oleh Kira saat ia berada di rumah sakit. Kira melangkah dengan sangat lemas, ia dibantu oleh sahabat barunya gadis berusia 20 tahun anak dari kepala pelayan, Pak Sud yang bernama Sherli. Kira sengaja mengajak Sherli untuk menemaninya di rumah sakit, saat mereka pergi ke apertemen satpam mengatakan pada mereka bahwa jenazah kedua korban bunuh diri itu sudah dibawa oleh polisi ke rumah sakit.


"Apa nona baik-baik saja?" tanya Sherli kwatir.


"Aku baik-baik saja. Kamu tunggu sebentar di sini aku masuk dulu," ujar Kira lalu pergi.


Setelah berucap pada Sherli dan meminta gadis muda itu untuk menungunya di luar, Kira melangkah masuk ke dalam sebuah ruangan yang masih sepi sambil ditemani oleh petugas yang menjaga ruang tersebut. Ruangan itu adalah ruang di mana tempat berbaringnya Dion dan Shelin, atau kamar mayat rumah sakit.


Kira menatap dua kain kafan putih yang menutup tubuh Shelin dan Dion. Kira menutup mulutnya dengan menguatkan dirinya dan ia memberanikan diri untuk membuka kedua kain kafan itu agar bisa melihat tubuh kedua orang tuanya itu. Saat Kira yang pelan-pelan membuka kain kafan tersebut, ia sangat terkejut melihat wajah Shelin dan Dion Bripo yang tidak dikenal olehnya Wajah kedua orang itu sangat hancur.


Ya Tuhan. Jessy teganya dirimu membunuh orang seperti ini demi kepentinganmu kamu rela mengorbankan nyawa orang-orang yang tidak berdosa.


Kira bergumam dalam hati membayangkan berapa banyak nyawa yang hilang demi misi balas dendam ini. Sampai sekarang pun ia tidak tahu dimana Karin berada. Walau Jessy mengatakan pada Kira bahwa Karin ( saudara kembar Kira ) baik- baik saja, tapi tetap saja Kira tidak mendengar suara adiknya tersebut dan ia tidak tahu dimana keberadaan Karin.


"Saya turut berduaka akan kepergian orang tua nona. Jika nona tidak keberatan saya ingin bertanya?" ucap salah satu polisi pada Kira di ruang kamar mayat.


"Terimakasih pak untuk doanya. Saya tidak keberat sama sekali pak, Silakan," ujar Kira sedikit grogi.


"Sesuai dengan data tragedi bunuh diri dari nyonya Shelin dan tuan Dion yang kami temukan bahwa, kedua orang tua nona meninggal karena bunuh diri hal itu karena mereka tidak bisa bayar hutang sebesar Rp. 2, 4 miliar.

__ADS_1


"Pihak yang memberikan pinjaman pada kedua orang tuan anda adalah nyonya Jessy."


Jessy...? Apa lagi ini? ya Tuhan dia yang membunuh tapi dia mengatakan kalo kedua orang ini meminjam uang padanya, betapa liciknya kamu Jessy, Gumam Kira dalam hatinya lagi.


Kira bergumam dalam hati sedangkan polisi masih melanjutkan percakapan mereka.


"Yang mau saya tanyakan adalah, apakah nona mengetahui hal ini?" tanya polisi.


"Aku sama sekali tidak tahu akan hal ini. Jika aku mengetahuinya maka aku sudah melunasi hutang tersebut dengan uang suami aku sendiri," jelas Kira tersenyum samar.


Maafkan aku tante shelin. Maafkan aku


mama dan papa, aku melakukan ini semua karena Karin, demi Karin aku rela menjadi pemunuh sekali pun itu harus menghilangkan nyawa orang tidak berdosa, batin Kira memohon ampun akan perbuatanya.


"Jika nona tidak keberatan kami ingin mengajukan untuk visum jenazah, hal ini kami lakukan karena ada beberapa luka yang diduga oleh polisi bahwa ini bukanlah sebuah kasus bunuh diri"


"Itu tidak perlu. Terimakasih sebelumnya tapi aku sudah iklas akan kepergian kedua orang tuaku, aku tidak mau visum biarlah arwah mereka damai di surga, " jawab Kira.


Kira menjawab ucapan polisi dengan penuh kekecewaan. Karena sebenarnya ia tahu bahwa dugaan polisi sangat benar bahwa yang membunuh kedua orang tuanya itu adalah Jessy yang tidak lain mengatakan bahwa dirinya yang meminjamkan uang.


Demi Karin aku akan lakukan apa pun sekali pun itu harus menjadi noda dalam pernikahanku sendiri.... ini baru awal.. balas dendam baru dimulai...

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2