
Kira mulai melangkah dengan pakaian serba hitam ke dalam sebuah rumah yang mewah di mana rumah itu sudah dikelilingi oleh semua pengawal.
Di dalam rumah bak istana itu mulailah para bodyguard yang sangat banyak dipimpin oleh Kira, Kevin dan Avim melangkah masuk dengan dari mereka semua sudah memegang pistol.
Rumah itu tempat tinggal Jessy dan para pengawal, Saskia dan Ibunya masih tinggal bersama Jessy.
Saat penyerangan Kira kebetulan Jessy tidak ada di tempat hanya ada Saskia dan ibunya bersama dengan para pengawal rumah.
"Malam ini aku adalah orang yang paling bahagia karena bisa menikmati momen indah ini dengan merilekskan diri di kolam di temani dengan anggur merah ini." Senyum Saskia.
Saskia berucap dengan dirinya sendiri saat santai meminum anggur merah di gelas tinggi dengan bersandar tubuh di bibir kolam renang sambil melihat bintang-bintang di langit-langit
"Semuanya berjalan sesuai rencana sebentar lagi aku akan melihat hancurnya seorang Shakira Chandi."
Hahahha...
tawa Saskia dengan sangat keras.
di tengah-tengah Saskia yang masih bersantai dengan bahagianya Dia di sanalah pertempuran di luar yang kembali terjadi dengan sangat brutal di mana Kira, Avim, dan Kevin mulai membunuh secara diam-diam para pengawal yang sedang berjaga-jaga di rumah Jessy tanpa sepengetahuan Saskia dan Ibunya.
"Siapa di sana?" tanya seorang pengawal yang melihat sosok tidak di kenal sedang memasuki area besmen rumah.
ahhk...
jerit pengawal itu yang tiba langsung tumbang di mana saat itu Kira memutar kakinya menendang pengawal tersebut dengan gaya ancang-ancang ke udara dan didaratkan pada tubuh pengawal tersebut.
Saat pengawal itu ingin bangun melawan Kira lagi dengan satu gorokan yang ditarik langsung di lehernya maka keluarlah banyak darah segar Ia pun kembali mati mengenaskan seperti teman-teman yang lain.
Malam itu Kira tidak menjadi Kira Gadis lemah yang terus menangis meratapi nasib, malam itu Kira menjadi wanita yang sangat bengis membunuh dengan kejam pada semua pengawal rumah Jessy tanpa ada rasa belas kasihnya sedikit pun.
****
Di sisi lain Jessy sedang berpesta dengan para tamu undang dan seluruh bodyguard lainya di markas mereka.
Di tengah-tengah kebahagiaan Jessy datanglah seorang pengawal dengan wajah penuh kecemasan. Jessy yang sedang mengobrol dengan para tamu melihat ekspresi wajah pengawal itu langsung menghentikan perbincangan dan melangkah maju menghampiri pengawal tersebut.
"Ada apa?" tanya Jessy singkat dengan wajah paksa senyum itu.
"Kira menyerang rumah nyonya, saat ini banyak pengawal yang sudah dihabisi Kira," jawab pengawal itu serius.
"Apa?" Kaget Jessy.
"Segera akhiri pesta dan siapkan seluruh pasukan sekarang juga!" perintah Jessy.
Berani sekali Dia, batin Jessy meremas tangannya dibawah sana sangat kuat penuh emosi di wajahnya.
Semua tamu yang yang mendengar dari MC pembawa acara bahwa pesta dihentikan secara tiba-tiba saja mempertanyakan semuanya, mereka saling berbisik-bisik satu sama lain.
"Ada apa ini? Mengapa tiba-tiba acara dihentikan?" bisik sesorang tamu pada yang lainnya.
"Mungkin ada masalah," jawab tamu lainnya.
"Payah... masa hanya masalah dihentikan," lanjut para tamu lagi.
"Mungkin takut berurusan dengan polisi kali," sambung yang satunya lagi.
Jessy yang mendengar ocehan para tamu tidak menggubrisnya sama sekali, pikirannya sekarang hanya tertuju pada penyerangan Kira di rumahnya, sedangkan pesta mulai dikosongin semua tamu sudah pergi dengan kekecewaan.
****
Prutt...
pruttt...
prutt...
__ADS_1
Suara tembakan dari berbagai arah di semua sudut tembok yang dekat dengan kolam renang.
"Kira lepaskan! Apa kamu tuli!?" jerit suara seorang wanita yang kesakitan dibawah sana, tepatnya Dia diseret layaknya binatang oleh Kira sambil melangkah, Dia adalah Nani Ibunda Saskia.
Saskia yang bersantai-santai kaget melihat beberapa tembok yang rusak karena tembakan tadi.
"IBU!!!" syok Saskia.
Saskia membulatkan kedua matanya sambil melihat Ibunya yang sudah berlumuran darah di kepalanya di mana rambutnya sedang dijambak oleh seorang wanita yang tidak asing bagi Saskia dengan berpakaian serba hitam sambil tersenyum menatap bunuh pada Saskia.
"KIRA!" Menelah ludahnya tidak percaya.
"Sudah lama tidak berjumpa nona Saskia." Senyum Kira dengan tatapan membunuh.
"Kamu apakan Ibu aku?" tanya Saskia.
Saskia mulai bertanya sambil keluar dari kolam renang masih mengenakan pakaian renang karena Ia berpikir ada pelayan di rumah yang akan mengantarkan pakaian ganti dan handuk untuknya jauh dari pikiran Saskia semua orang termasuk para pelayan dan pengawal sudah dihabisi oleh Kira dan komplotannya.
"Saskia mama mohon tolong mama..."
Ahakhhh...
Jerit kesakitan Nani memohon pada putrinya.
"Kira..." panggil Saskia lembut.
Saskia sengaja memanggil nama Kira dengan lembut untuk memancing hati nurani Kira namun, Dia tidak tahu bahwa Kira yang berdiri di hadapan Saskia bukanlah Kira yang dulu melainkan Kira yang dipenuhi darah dan pembunuhan di wajahnya.
"Kira Tante tahu kamu itu anak baik kita bisa bicara baik-baik tante mohon Kira," suara Nani memohon dengan bersujud di bawah kaki Kira.
"Hati nurani?"
"Bagaimana perasaan kamu saat menghancurkan keluarga majikanmu?"
"Bagaimana bisa kamu masih mempertanyakan hati nurani sedangkan kamu sendiri sudah tidak memilikinya."
"Kira lepaskan mama aku atau aku akan membalas semua ini lebih dari yang kamu lakukan!" Ancam Saskia emosi.
"Aku bilang lepaskan Ibuku...!!!" Jerit Saskia.
Park..
pecahan gelas di bawah lantai.
Saskia meremas jari-jarinya menatap tajam pada Kira hingga Ia melempar gelas berisi anggur ke arah Kira namun, secepatnya Kira menghindari dan akhirnya anggur merah itu dan gelas itu mengenai tembok dan pecahan gelas memenuhi bawah lantai sana.
Kira yang melihat emosi Saskia bukannya takut atau apa melainkan Ia mengukir senyuman tipis menatap bunuh pada Saskia.
"Balas?"
Cihh...
"Lebih dari apa yang aku lakukan?"
"Kamu pikir aku takut? Lihatlah ini..."
Pruttt..
Pruttt...
Prutt...
Suara tembakan tiga kali tepat di kepala Nani sampai jatuh lemas tidak bernyawa di bawah sana dengan darah bercucuran di mana-mana.
"IBU....!!!" Tangis Saskia histeris.
__ADS_1
"Ibu!" jerit Saskia.
Cairan darah segar memenuhi lantai Saskia melototi matanya tidak percaya bahwa Kira akan membunuh Ibunya.
"Kamu pikir aku tidak bisa melakukannya?"
"Meremehkan sekali kamu sama aku."
"Bahkan nyawa aku saja pertaruhkan untuk ini." Tatap bunuh Kira.
Saskia yang ingin lari melihat Ibunya kembali dibuat teriak histeris saat melihat dengan mata kepalanya sendiri Kira menyeret mayat Nani dengan kejam dan dari kejauhan Kira langsung melempar mayat Nani dalam hitungan detik mayat itu terceburkan ke kolam renang, kolam yang tadinya jernih airnya kini airnya menjadi merah layaknya anggur merah, melihat mayat ibunya yang mengapung di atas air itu Saskia menatap penuh emosi lalu Ia menatap Kira dengan tatapan bunuh.
"Dasar ******. Berani sekali kamu membunuh Ibuku tidak layak seperti ini!!"
"Akan aku habi..." suara Saskia putus.
Suara Saskia terhenti ketika Kira yang langsung melompat ke udara hingga kakinya dilayangkan dan diputar langsung menendang tubuh Saskia dengan keras hingga tubuh Gadis itu jatuh dalam kolam renang.
"Bagiku kau dan Ibumu bukanlah manusia melainkan tikus yang harus aku akhiri dengan keji," ucap Saskia menatap bunuh pada Saskia.
"Kau membalaskan kematian Karin? Bahkan walau pun kau membunuh aku dengan Ibuku mati seperti ini pada akhirnya Karin tidak akan kembali."
"Walau Dia tidak kembali setidaknya kematian Dia tidak sia-sia!" jawab Kira.
Hahahaha...
Tawa Saskia.
"Wanita sepertimu tidak akan pernah tahu yang namanya kehidupan. Mungkin karena kamu terlahir dari rahim yang tidak pantas untuk diterima," lanjut Saskia.
Pruttt...
Pruttt...
Pruttt...
Pruttt...
Berulang-ulang tembakan dilayangkan pada seluruh anggota tubuh Saskia Hingga tidak bernyawa.
***
Disisi lain Avim dan Kevin bertarung melawan para pasukan Jessy yang lebih banyak dari pasukan mereka, bahkan Avim dan Kevin kewalahan.
Pasukan Jessy semakin banyak dan memenuhi sekeliling rumah Jessy, melihat situasi yang tidak baik-baik saja Kevin segera memberitahu Avim untuk menyelamatkan Kira sebelum Jessy mendapati Kira.
"Selamatkan nona Kira, Dia adalah harapan kita satu-satunya."
"Bagaimana dengan kamu?" tanya Avim masih bertarung dengan pasukan Jessy mengunakan pistol.
"Aku tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini, tidak ada yang harus aku lindungi jadi mati pun itu sudah takdir," jelas Kevin
"Bodoh. Aku tidak ..." suara Avim terhenti ketika sebuah peluru senapan berkali-kali mengenai tubuh Kevin hingga tidak berdaya lagi.
"Kevin...!!!" jerit Avim.
"Per... gi..."
Pruttt...
Pruttt...
Peluru lagi dan lagi menembus tubuh Kevin. Avim yang melihat Kevin tidak bernyawa lagi hanya bisa menangis 😠tanpa berbuat apa-apa Dan saat ini hanya satu orang yang akan diselamatkan oleh Avim.
Bersambung.
__ADS_1