PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Manipulasi Berita


__ADS_3

"Apa semua baik-baik saja?" Tanya Kira pada Bianco dengan tatapan dalamnya.


Kira bertanya saat bangun tidur pagi dengan Bianco. Setelah keduanya melepaskan rindu mereka semalam yang akhirnya kini keduanya bangun pagi dengan segar. Namun saat mau bangun pagi Bianco mendapat telpon dari salah satu bodygurad Miguel yang mengatakan pada Bianco bahwa pesawat yang ditumpangi Miguel hilang kontak dan kini belum ditemukan.


Bianco yang mendengar hal itu sangat syok besar mendengar hal itu. Kira yang selesai membersihkan tubuh di kamar mandi dab kembali menghampiri Bianco. Lalu saat kembali dengan pakaian sederhana dan wajah tanpa riasan. Menatap bingung suaminya yang terlihat seperti sedang banyak pikiran.


"Apa semuanya baik-baik saja?" Tanya Kira masih dengan pertanyaan yang sama.


"Papa...kecelakaan pesawat," jawab Bianco menunduk sambil menangis di bawah sana.


Pria itu menangis karena takut kehilangan ayahnya. Walau ia membenci ayahnya tapi sebenarnya ia sangat menyangi ayahnya.


"Apa maksudmu sayang? Beritahu aku dan tataplah mata aku," seru Kira menatap dalam Bianco.


Kira berucap dengan tatapan dalam pada suaminya yang sedang menangis. Lalu kedua tangan Kira menyentuh wajah Bianco sambil mengangkat wajah suaminya untuk menatap dirinya. Saat wajah Bianco diangkat menatap dalam Kira. Istrinya bisa melihat tangisan yang sedang di tahan oleh suaminya itu. Terlihat dengan jelas ada genangan air di sana walau air itu sudah mengalir.


"Ayah kembali dari Amerika ke Indonesia. Dia sengaja tidak memberitahu kita karena ingin memberi kejutan pada kita." Nada suara sedih Bianco.


"Tapi pesawat yang ditumpangi Ayah hilang kontak dari semalam dan pagi ini pesawatnya sudah ditemukan bahwa pesawat itu jatuh ke dalam lautan dan hangus terbakar di dalam sana," lanjut Bianco.


"Semua penumpang yang ada di pesawat itu tidak ada yang selamat...hiks" lirih Bianco kembali menangis.


Bianco melanjutkan ucapnya sambil menahan menangis. Kira yang mendengar hal tersebut masih lekat menatap suaminya itu. Tangan Kira menyeka air mata Bianco dengan tatapan dalamnya. Lalu ia membawa Bianco pada pelukanya.

__ADS_1


"Semuanya sudah rencana Tuhan. Yang namanya takdir kita tidak bisa menghindarinya, sekarang kita hanya bisa pasrah dan sabar walau hati belum ikhlas tetapi cobalah," ucap Kira menenangkan Bianco.


"Ayah...hiks..." tangis Bianco di pelukan Kira.


Bianco yang menangis di sana sambil membalas pelukan Kira. Istrinya pun ikut menangis menahan rasa sakit hatinya.


Kira tidak tahu bahwa ini semua hanyalah manipulasi Jessy mengalihkan isu. Yang sebenarnya Jessy sudah membunuh Miguel. Dan Kira juga belum membaca isi pesan dari Jessy kemarin.


"Sekarang kita hanya pergi ke laut untuk mendokan ayahmu. Hemm..aku masih di sini bersama dengan kamu,"lirih Kira menenangkan Bianco.


****


"Aku sudah mengabari Bianco bahwa pesawat yang ditumpangi Miguel terbakar hangus di lautan. Dan anak bodoh itu mempercayainya," jelas bodyguard Jessy yang tidak lain adalah sekertaris pribadi Miguel Mario.


Dan surat yang sudah mengatasnamakan Bianco itu sudah diamankan oleh Mario. Sebenarnya Mario ingin mengungkapkan kejahatan Jessy. Namun ia masih bersandiawara di depan Jessy dengan ekting palsunya di hadapan Jessy.


Pria itu melakukan semua itu hanya satu tujuan membongkar kedok Jessy yang sebenarnya ke publik.


**** Rumah Bridges.


"Aku harus pergi ke tim basarnas yang mengamati jatuhnya pesawat. Kamu tidak perlu kwatir semua baik-baik saja," jelas Bianco pada istrinya di mana diri pria itu yang mau pamit pergi bersama dengan Avim.


Kira yang awalnya memaksa ikut akhirnya mengalah dan hanya diam saja. Lalu Kira kembali memeluk Bianco karena ia tahu pria itu sangat terpukul saat ini. Setelah memeluk Bianco sebentar gadis itu pun kembali melepaskan pelukannya lalu ia menatap suaminya dengan dalam.

__ADS_1


"Aku menunggumu. Kabari aku jika terjadi sesuatu," pinta Kira.


"Aku akan kembali secepatnya. Baiklah aku pamit pergi dulu," jawab Bianco.


Bianco bertutur sambil memberikan satu kecupan manis di kening Kira. Setelah mencium puncak kepala sang istri Bianco memegang lembut pipi Kira dan ia pun melangkah pergi meningalkan Kira di kamar. Sedangkan istrinya hanya menatap Bianco dengan sedikit kwatir hingga pungung belakang sang suami hilang dari tatapanya.


Avim dan bebrapa pengawal yang sedang menunggu Bianco di garansi depan segera membuka pintu mobil untuk Bianco. Tidak lupa pak Sud membawa kotak makan sarapan pagi untuk Bianco yang dibuat khusus oleh Kira. Istri Bianco itu tidak bisa membawanya karena ia belum sempat. Di mana saat itu Kira memberitahu pak Sud bahwa ia masih harus melihat kondisi Reka.


Setelah menerima kotak makan dari pak Sud Bianco hanya mengukir senyuman tipis lalu masuk ke dalam mobil untuk melaju pergi. Pak Sud dan pelayan yang lain hanya menatap kepergian Bianco.


Di sisi lain Kira yang sudah di kamar Reka dan saat itu ia ingin memberi sarapan pada Reka tiba-tiba berlari keluar saat pesan masuk dari Jessy untuk empat kali kotak masuk ke nomor Kira dari Jessy. Gadis itu kaget saat membaca isi pesan Jessy bahwa ia dan anak buahnya yang menghabisi Miguel sedangkan berita terbakarnya pesawat hanya manipulasi dari Jessy saja agar tidak ada yang curiga.


Jessy...! Teganya kamu melakukan semua ini hanya untuk balas dendam karena cintamu yang ditolak 10 tahun lalu. Ini sangat keterlaluan... batin Kira menatap tajam ponselnya.


Kira bergumam dalam hati menatap tajam ke ponselnya. Lalu gadis muda itu melangkah pergi ke kamarnya meningalkan kamar Reka. Tidak lupa ia berpesan pada Sherli untuk membantu maanjutkan tugasnya menyuapi Reka. Karena mendadak dirinya ada urusan. Setelah mengatakan pada Sherli Kira pun segera pergi ke kamarnya untuk mengambil jas pribadinya yang rencananya dia mau pergi rumah Bibinya.


Kita harus bertemu sekarang juga. Jika kamu tidak mau bertemu dengan aku maka aku akan mengungkapkan kejahatan kamu ini ke publik, pesan ancam Kira pada Jessy.


Setelah mengirim pesanya itu pada Jessy. Kira pun secepatnya melangkah pergi dari kamarnya dan menuruni anakan tangga untuk pergi bertemu dengan Jessy di rumahnya.


para pelayan yang melihat Kira yang turun dari anakan tangga dengan terburu-buru itu hanya menundukan kepala mereka ke bawah sebagai tanda hormat. Namun menatap aneh Kira yang tidak menyapa mereka seperti biasanya sama sekali. Malah mereka melihat aneh Kira yang mengambil salah satu kunci mobil yang akan dibawanya pergi.


Pak Sud yang bingung dengan aksi Kira hanya menatap nona muda mereka dengan diam tanpa berucap sepatah kata pun.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2