
Follow Ig: @Sildadelita99.
Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...
kalian baca jam berapa? asal dari mana?
me: Kupang NTT.
Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏
***Yuk saling tanya umur, kalian berapa usianya?
komen spam kasih banyak dong biar aku semangat nulisnya
Satu kata untuk Bianco?
satu kata untuk Kira?
satu kata untuk Kevin***
Silakan tinggalkan enek-enek tentang
cerita ini tanggapan kalian dong?
Oh ya Menurut kalian cerita ini mau diapakan happy ending?
atau Sad Ending??
Spam kasih banyak ya...
Happy Reading Guys...
*****
Perasaan yang mengangu aku
__ADS_1
Wajahnya sangat tampan... tidak salah bahwa banyak wanita menginkanya, hidungnya mancung juga tapi bibirnya kenapa miring gini...
Hei jauhkan tanganmu... Dia mau apa kenapa Dia memelukku sangat erat... heii aku tidak bisa bernafas..., batin Kira.
Kira bergumam saat bangun pagi menatap wajah Bianco yang sedang tidur pulas bersamanya di kasur kamar. Semalam Bianco menggendong tubuh Kira untuk dipindahkan di kamar, sebenarnya Kira semalam tidak tertidur ia hanya berpura-pura berharap Bianco tidak memindahkanya jika melihat ia tertidur pulas.
Namun harapanya gagal Bianco malah memindahkannya untuk tidur bersama dengan di atas kamar. Kira ingin pindah namun ia sudah terlanjur berpura-pura ketiduran. Sehingga ia mengikuti kemauan Bianco. Dari semalam tanpa Bianco sadari bahwa dia sudah berhasil menyentuh wajah Kira dengan mencium kening Kira dan memeluk tubuh Kira begitu erat.
Kejadian semalam rasanya seperti mimpi bagi Kira namun ia sadar bahwa itu nyata, entah mengapa hati Kira begitu bahagia. Ini pertama kali baginya dicium oleh Bianco selama mereka menikah hampir lima bulan ini.
Aku ingin bangun untuk mengurus keadaan mama tapi bagaimana caranya melepaskan tangan ini dari tubuhku tanpa membangunkan tuanya. Jika dia bangun dia akan kegeran kalo aku dari tadi menatapnya lalu terjadilah perdebatan yang panjang diantara kami.
Kira terus berbisik dalam hati berusaha mencari cara agar bisa lepas dari pelukan Bianco. Namun berulang kali Kira berusaha tetap saja ia tidak berhasil, saat Kira mencoba untuk menarik tangan Bianco agar lepas dari perut Kira tiba-tiba tubuh Kira ditarik dengan kuat hingga bibir Kira tertempel di pipi Bianco.
*Haaa..
Apa yang aku lakukan? Dasar bibir gila kenapa menyentuh wajah ini.. ayo cepat kabur sebelum dia bangun, bungkam Kira berusaha melepaskan pelukan Bianco*.
Akhirnya pelukan Bianco pada Kira dilonggarkan, gadis itu secepatny melepaskan tubuhnya dari Bianco dan bergegas secepatnya le kamar mandi, membasuh wajahnya dengan air sambil mengosok gigi.
Selesai membersihkan tubuh Kira segera melangkahkan kakinya pelan-pelan agar keluar dari kamar. Kira tidak tahu ada sebuah senyuman bahagia dan penuh kemenangan di kasur sana, dan ternyata Bianco hanya berpura-pura tidur sebenarnya ia bahagia apalagi mendapat kiss morning Bianco saat ini bagaikan sayap burung terbang seketika.
Kira mulai memasak bubur tawar dan membuat roti sanwich + susu putih untuk sarapan Bianco dan bubur tawar jahe untuk Reka. Kira dengan semangat mempersiapkan semua sarapan pagi dengan secepatnya agar ia bisa merawat mertuanya.
Wanita idaman semua pria... bagaimana wanita sebaiknya ini diabaikan sama kamu tuan muda Bianco, jika dilihat lebih dekat kecantikan Kira jauh lebih sempurna dibandingkan Saskia, batin Kevin saat ia menatap Kira dari pintu yang mengarah ke meja makan.
***
"Apa ibu sudah bangun?" tanya Kira pada salah satu pelayan yang baru saja keluar dari kamar Reka.
"Su...dah nona," menjawab dengan suara terputus-putus.
"Hei kenapa kamu grogi? santai saja aku hanya ingin melihat keadaan mama. Hari ini aku yang akan mengurus mama."
Kira berucap dengan senyuman sambil membawa mampan di tanganya di mana itu merupakan bubur tawar jahe yang dibuatnya untuk Reka, saat Kira ingin melangkah mendekati pintu kamar Reka, tiba-tiba sang pelayan yang tadi bercakap dengan Kira berdiri didepan Kira menghalangi jalan Kira. Ia seperti berusaha menutupi sesuatu dari Kira.
__ADS_1
( Di dalam kamar...? )
Kamu harus mati.... aku ingin kamu mati... matilah... jika kamu mati maka tidak ada yang akan menghalangi jalanku untuk menguasai harta anakmu! batin Saskia.
Saskia bergumam sambil menongkak dengan kuat gigi-giginya saat kedua tanganya menekan kuat bantal guling yang ada di wajah Reka dengan tatapan pembunuhan di wajahnya yang membara. Reka tidak bisa melawan ia hanya pasrah akan apa yang terjadi pada dirinya namun hatinya mengharapkan bala bantuan.
Siapa pun yang ada di luar selamatkan aku... Kira, Bianco... tolong mama... mama mohon selamatkan mama, bungkam Reka dalam hati dengan air mata yang mengalir deras di sana dan kini Reka sangat susah untuk bernafas semuanya terasa sesak di dadanya.
Ya Saskia datang sangat pagi sebelum Kira dan Bianco bangun Saskia sengaja datang pagi buta untuk berencana membunuh Reka. Demi menjebak Kira dibalik pembunuhan Reka.
Ia bahkan mengancam Sherli menuruti ucapanya jika Sherli ingin kedua orang tuanya selamat.
"Maaf nona sebenarnya nyonya," ucapan pelayan yang menghalagi jalan Kira dengan suara terbata-bata lagi yang membuat Kira mencurigai bahwa hal buruk sedang terjadi pada Reka.
"Ada apa sama mama? mengapa kamu menghalangi jalanku?" Bertanya dengan kecurigaan.
Pelayan itu terdiam saat Kira bertanya lagi Kira berusaha ingin masuk tetap saja masih dihalangi oleh pelayan itu. Sedangan di dalam sana nyawa Reka terancam Saskia terus berusaha semakin lama semakin kuat ia menekan bantal itu di mulut Reka yang menutupi semua bagian kepala Reka.
"Minggir! Aku bilang minggir!!!" Jerit Kira pada pelayan itu dengan nada tinggi dan rahang yang mengeras dengan urat besar Kira di leher sampai muncul ke permukaan.
Suasana semakin tegang Kira berusaha masuk namun pelayan di luar berusaha semaksimal mungkin menghalangi jalannya, di sisi lain Sherli hanya menanngis diam saat menyaksikan kejahatan Saskia pada Reka. Ia ingin berteriak namun ia harus terpaksa diam karena saat ini kepala Sherli ditodong dengan pistol oleh ketua Yzd dan dua anak buahnya.
"Menangislah. Namun, jangan coba-coba mengeluarkan suaramu atau aku akan hilangkan suaramu itu, nyonya kamu saja aku lumpuhkan dalam semalam, bagaimana dengan nyawa pelayan rendahan sepertimu!" ancam Karin.
Karin mengancam Sherli dengan menodangkan pistol di kepala Sherli bagian kanan sambil tersenyum dengan tatapan yang sangat menakutkan.
****
~ Bianco ~
Tumben Dia lupa siapin perlengkapanku seperti biasanya dasar kura-kura, bisik Bianco.
Bianco mengomel pelan saat ia bangun pagi menatap handuk dan pakaian kantornya yang lupa disiapkan oleh istrinya. Bianco mengeleng-gelengkan kepalanya sambil memakai sendal jepit kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhnya. Hari ini Bianco harus pergi ke kantor karena ada tamu penting dari luar negri yang datang.
Ia tidak bisa membatalkannya karena sudah terlanjur janji. Selesai membersihkan tubuhnya Bianco mulai bersiap-siap ke kantor, ia mengenakan kemeja bergaris-garis putih bercampur biru, celana jas hitam dengan rambut acak-acak sedikit ke atas tapi rapi.
__ADS_1
Bianco tersenyum menatap dirinya yang ada di cermin lalu ia mengambil jasnya dipegang di tangan dan segera turun ke bawah. Bianco mulai melangkahi kakinya dari anakan tangga lantai dua untuk segera ke lantai satu. Saat kakinya menginjak di lantai satu segera Kevin mengambil jass di tangan Bianco bersama dengan tas kantornya. Bianco mengambil sabun yang ada di salah satu pelayan yang berbaris rapi di meja makan, segera Bianco mencuci tanganya lalu mengeringkan tanganya di handuk yang juga di pegang oleh pelayan.
Bersambung