
...Follow Ig: @Sildadelita99....
...Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya......
...kalian baca jam berapa? asal dari mana?...
...me: Kupang NTT....
...Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏...
Ada unek-unek mau keluarkan untuk Bianco tidak nih???? Menurut kalian gimana dengan Reina???
...Happy Reading Guys.....
...*****...
"Cinta terkadang bisa melumpuhkan seseorang. Namun bagaimana cinta yang kamu berikan salah pada orang yang salah?"
Namanya Reina Alexa. Gadis cantik berusia 20 tahun, matanya berbinar, rambutnya berombak kriwil, tinggi dan cantik. Memiliki hidung mancung dan tailalat kecil dibawah bibirnya. Gadis yang juga merupakan salah satu anak orang kaya raya di kota konglemerat.
Reina menjalin hubungan asmara dengan Sagas sabahat kecil Bianco selama setahun. Di mana saat itu keduanya bertemu di Amerika. Reina adalah wanita pertama yang berhasil melumpuhkan hati Sagas setelah sekian lama Sagas ditinggalkan oleh kekasih yang dicintainya Naina.
Namun kini hubungan Reina dengan Sagas sudah berantakan. Reina memutuskan Sagas karena ia mau fokus ke sekolah sedangkan Sagas belum bisa melupakan Reina. Ia masih berusaha mendapatkan hati Reina lagi. Pagi itu suasana kantor terasa begitu indah dan sejuk, pria tampan nan tinggi memiliki hidung mancung, kulit kebarat-baratan, mata coklat nan berbinar membuat dirinya sangat terlihat sangat sempurna dan karisama.
Reina adalah salah satu Ceo yang akan melakukan kerja sama dengan perusahaan Sagas. Namun sayang Reina tidak tahu bahwa mantan kekasihnya Sagas adalah ceo perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaanha. Dibalik ketidak tahuan Reina sebenarnya ia memang mengetahui dalam wujud asli bukan penyamaran.
Reina melangkah masuk ke dalam lobi l perusahaan Sagas di lantai satu. Gadis tailat kecil itu mengigit bibirnya, menarik nafasnya dalam-dalam dan berbicara pada dirinya sendiri.
Reina kamu bisa....huff...semangat, ungkap Reina menyemangati dirinya.
Gadis itu kembali melangkah ke depan untuk menemui petugas di resepsionis perusahaan dan sebelum masuk Reina harus bertemu dengan asisten pribadi manejer perusahaan itu.
"Ada yang bisa aku bantu?" tanya asisten tersebut.
"Saya ingin bertemu dengan manejer perusahaan anda, saya dari perusahaan komunikasi, yang akan melakukan kerja sama dengan perusahaan ini" ucap Reina.
"Apa anda sudah janji?"
"Ya. Sudah" ujar singkat Reina.
Sang asiten Resepsionis pun menelpon sekertaris pribadi Sagas. Lalu Sekertaris Sagas mengatakan benar dan meminta sang asisten resepsionis mengantar Reina menemui bos mereka di kantor pribadinya yang ada dilantai dua. Reina dan asisten Sagas masuk ke lift lalu menekan tombol 2. Tidak butuh satu menit lift pun sampai di tempat tujuan mereka, Reina diantar oleh asisten itu ke kantor pribadi Sagas.
__ADS_1
Saat tiba di depan pintu ruang kantor Sagas asiten resepsionis mempersilakan Reina masuk. Dan ia kembali ke tempat kerjanya yang ada di loby, Reina mengucapkan terimakasih lalu ia membuka pintu Sagas.
Cklekk.... pintu dibuka oleh Reina.
"Kamu...?" kaget Reina dengan sura terbata-bata saat melihat sosok tampan yang ada dihadapanya tidak lain dan tidak bukan adalah Sagas Reinaldo mantan tersayang Reina.
"Ya Ini aku Ceo dan pemilik perusahaan ini," jawab percaya diri Sagas.
"Apa...?" Kaget Reina tidak percaya.
"Kenapa syok begitu?bukankah kamu datang untuk menandatangani kerjasama perusahaan kita?" Tanya Sagas tersenyum bahagia.
"Aku pikir aku salah memilih... perusahaan. Permisi," jawab Reina dan kembali memutar kakinya untuk pergi.
"Reina berikan kesempatan ke dua untukku, aku mohon. Aku sangat mencintaimu..." mohon Sagas.
Sagas berucap dengan memohon sambil melangkah mendekat pada Reina ketika Reina ingin pergi. Seketika kaki Reina terhenti saat mendengar ucapan Sagas.
Sagas terus mendekat ke arah Reina Walau Reina meminta Sagas untuk tidak mendekat pada dirinya namun tetap saja pris itu bersih keras mendekat pada diri Reina.
"Kesempatan itu sudah hilang tidak ada kata ke dua dariku dalam hubungan asmara dan kamu tahu itu," ujar Reina yang ingin melangkah pergi lagi.
"Lepaskan!" Jerit Reina masih dengan nada rendah.
"Jika kamu tidak lepas makan aku akan berteriak!" Ancam Reina pada Sagas.
"Teriaklah! Aku akan beritahu pada mereka bahwa kamu adalah tunanganku," sahut Sagas balik dengan sikap masih memeluk Reina.
"Apa kamu sudah gila?"
"Ya. Aku sudah gila... aku mencintaimu Reina. Aku sangat merindukkamu," seru Sagas dan melepaskan pelukanya pada Reina.
Sagas memutar tubuh Reina menatapnya kini jarak wajah mereka hanya angin saja yang bisa lewat. Reina yang tidak mau dirinya dekat dengan Sagas melangkah mundur kakinya satu persatu, dan Sagas pun ikut melangkah mengikuti langkahan kaki mundur Reina ke belakang hingga kembali mendekati Reina lagi.
"Aku sudah memiliki tunangan. Aku tidak mencintaimu..jadi tolong biarkan aku pergi," seru Reina memohon.
"Dia hanya tunangan bukan suamimu jelas kesempatan aku untuk milikimu masih ada," seru Sagas yang sudah di hadapan Reina.
Reina yang tidak bisa mundur karena sudah tidak ada tempat untuk dirinya melangkah. Kini Reina terduduk di kursi sofa Sagas yang biasanya untuk menyambut tamu.
"Biarkan aku pergi...," mohon Reina lagi.
__ADS_1
"Aku mohon biar.."
Suara Reina terdiam saat bibir Sagas lansung mendarat dibibir Reina. Ciuman yang Sagas berikan semakin mendalam hingga Reina yang tadinya tidak bereaksi apa-apa kini membalas ciuman Sagas. Dan ia pun masuk dalam ciuman dan hubungan yang sudah lama ia rindukan itu.
Reina tidak peduli lagi dengan janjinya pada ibunya... ia sudah hiraukan tujuan awalnya ke sini. Sagas yang melihat Reina menikmati ciumanya semakin memperdalam ciumanya pada Reina pintu pun segera dikunci oleh remot kontrol yang ada dibawah kursi. dimana itu tempat yang diduduki Reina.
Walau salah satu jendela belum tertutup keduanya sudah tidak peduli karena kini mereka sedang menikmati hal yang sudah lama tidak mereka lakukan.
Suasana pagi yang awalnya canggung kini menjadi panas dalam ruang kerja Sagas.
"Aku merindukanmu"
"Aku juga merindukamu sayang" jawab Sagas dan kembali mencium Reina sambil mendesah dengan nafas yang ngos-ngosan kaya sehabis lari marathon.
Mereka melepaskan ciuman mereka untuk mengambil nafas satu sama lain lalu mereka kembali melanjutkan ciuman satu sama lain dengan penuh kenikmatan.
Ciuman Sagas pada Reina semakin lama semakin panas, pria itu mulai memegang sedikit kepala Reina agar ia memperdamam ciumanya begitu pula dengan Reina yang tidak mau kalah ia melingkarkan tanganya di leher Sagas agar ciuman mereka semakin dalam.
Reina bisa merasakan bahwa ada yang mengeras di bawah sana dan Reina juga merasakan bahwa miliknya sudah basah dibawah sana juga. Sambil membalas ciuman Sagas gadis itu mulai memainkan miliknya untuk mengenai harta Sagas. Sentuhan nikmat yang dirasakan Sagas tidak kalah Sagas sedikit mengeserkan kaki agar miliknya bisa mengenai harta Reina.
Sagas mengambil tangan Reina memegang miliknya dan Tangan Sagas ikut memainkan milik Reina. Kini keduanya semakin menjadi.
"Sebutkan namaku sayang aku akan membuatmu bahagia" ungkap Sagas dan terus memainkan dibawah sana.
"Sebut namaku sayang..."
"Sagas...ini sangat nikmat. Terusakan..." ucap Reina.
"Lakukanlah aku sudah gila akan ini.." ungkap Reina yang semakin menggila akan aksi mantan tersayangnya tersebut.
Reina sedikit menjambak kepala Sagas yang membuat Sagas semakin aktif memainkan jari-jemarinya di bawah sana.
"Sagas... Cepat kita tuntaskan ini aku sudah tidak tahan lagi... ini sangat nikmat aku bisa gila karena hal ini!"
"Sudah lama aku menginkanya," seru Reina yang menikmati permainan Sagas.
"Akan aku puaskan dirimu sayang... teruslah menyebut nama aku. aku suka suaramu dan nafasmu," Sagas berucap dan kembali mencium bibir Reina. Reina tidak tinggal diam dia pun kembali membalaskan ciuman dari Sagas di dalam sana.
"Lakukanlah aku tidak tahan lagi"
Bersambung.
__ADS_1