
Follow Ig: @Sildadelita99.
Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...
kalian baca jam berapa? asal dari mana?
me: Kupang NTT.
Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏
Happy Reading Guys...
*****
Mama... Saskia.... batin Bianco.
Kini wajah Bianco menjadi pucat karena ia ketakutan akan rencanaya. Jika Reka mengetahui semuanya maka tamatlah Bianco. Bianco segera memutar otaknya untuk berpikir bagaimana caranya memberikan alasan tepat jika Reka bertanya tentang keberadaan Saskia di rumahnya.
"Mama...!" Kaget Kira saat di hadapan Reka.
Kira yang kaget melirik sekilas ke arah Saskia dengan menyeritkan dahinya. Lalu ia sekilas menatap Bianco yang sudah cemas akan hal ini. Sedangkan Reka tidak menjawab pertanyaan Kira ia hanya mengukir senyuman pada menantu kesayanganya itu, lalu mata Reka langsung menatap serius Bianco dengan penuh tanda tanya di matanya.
"Pass sekali Bianco kamu datang tepat waktu Ada apa ini?" tanya Reka langsung pada inti masalahnya yang dari tadi berputar di kepalanya tersebut.
Tepat dugaanku, batin Bianco cemas.
"Bianc... Kira mama butuh penjelasan?" lanjut Reka lagi sambil melirik ke arah Kira.
Reka berucap sesuai perkiraan Bianco. Ia bisa melihat kecemasan di mata Bianco dan Saskia. Sedangkan Kira melempar pandangan pada Reka saat menyebut namanya dan kembali menatap Bianco yang sudah cemas. Kira bisa merasakan ketakutan dari Bianco karena saat ini tangan Bianco yang mengengamnya sangat dingin itu disebabkan keringat halus di sana.
Reka menatap lekat Kira lalu ia kembali mengintrograsi Saskia dengan pertanyaan pertanyaan. Reka tidak menyukai Saskia bukan karena gadis itu sederhana namu entah mengapa hati Reka sangat membenci Saskia setiap kali Reka melihatnya. Wajah Saskia mengingatkan Reka pada Jessy musuh besar Reka.
__ADS_1
"Saskia. Mengapa kamu malam-malam datang ke rumah ini? "
"Apa kamu masih ada hubungan dengan Bianco? Tanta butuh penjelasan jika tidak ada yang menjawab maka aku akan bertanya pada kepala pelayan!" Ancam Reka menatap tajam Saskia.
"Bianco bisakah kamu menjelaskan ini? Karena tidak mungkin Kira yang ..." ucapan Reka terdiam saat Kira mencela ucapan Reka tiba-tiba.
"Aku yang meminta Saskia datang ma."
"Apa...? Mengundang?" Jawab Reka dengan kembali bertanya lagi.
Ada apa sama gadis bodoh ini? Mengapa dia membelakukan ini? Pada hal bukan dia yang melakukanya, batin Bianco lagi.
"Kira kamu...? Apa kamu ...."
"Di rumah tidak ada teman bagiku. Yang bisa aku ajak cerita, Bainco sibuk dengan urusan perusahaan sedangkan mama dan papa sibuk di Amerika. "
"Saat bertemu Saskia di pesta pernikahan aku sangat menyukai Saskia. Dia gadis yang baik karena dia pernah dekat dengan Bianco. Jadi aku mau berteman denganya untuk mencari tahu tentang semua yang ada pada Bianco."
"Aku hanya ingin mengenal suamiku lebih dalam saja ma. Yang artinya aku ingin mengetahui semua hal tentang Bianco baik yang dia suka atau tidak."
"Saskia adalah mantan pacar Bianco jadi aku berpikir bahwa dia yang paling mengetahui Bianco selain mana," ujar Kira.
"Oleh sebab itu aku memutuskan berteman dengan Saskia, karena dia aku lebih banyak memahami Bianco dan karena Saskia juga aku ada teman yang bisa aku bagikan cerita."
Kira menjelaskan dengan sangat tenang sambil mengengam erat tangan Bianco. Saskia yang mendengar ucapan Kira membulatkan kedua matanya berusaha meyakinkan dirinya bahwa yang membela dia adalah Kira musuh terbesarnya. Sekilas mata Saskia mencuri pandang pada tangan yang mengengam erat tangan Bianco dengan api kecemburuan di dalam sana. Sedangkan Reka yang mendengar ucapan Kira semakin menyukai Kira.
Walau ia tidak menyukai Saskia namun ini semua adalah permintaan Kira, gadis itu berusaha untuk menerima pernikahan yang tidak didasarkan cinta itu. Reka menatap Bianco yang dari tadi terpaku diam dan matanya mencuri pandangan pada gengaman tangan Bianco dan Kira. Reka tersenyum tipis. Reka memahami betul apa yang diucapkan Kira ia tahu bahwa pernikahan Kira dan Bianco adalah perjodohan bukan karena pilihan keduanya. Jadi wajar jika Kira mau menyesuaikan diri, Namun mengapa ia memilih Saskia sebagai sahabatnya bukan orang lain.
"Kira mama pahami apa yang kamu maksud namun apa kamu tahu bahwa Saskia... "
"Saskia mantan pacar Bianco. Saskia gadis yang sangat dicintai Bianco, aku tahu semuanya ma. Bukan itu yang penting bagiku."
__ADS_1
"Aku percaya pada Bianco. Aku percaya bahwa suamiku mencintaiku lebih dari siapa pun. Saskia hanyalah masa lalu Bianco dan aku adalah masa depan Bianco."
Ada apa sama wanita sampah itu? Mengapa ia berbicara seolah ia adalah gadis yang dicintai Bianco. Cihhh...tunggu saja pembalasanku, batin Saskia kesal.
Saskia bergumam dalam hati sambil menatap sendu Kira dengan tatapan liciknya. Kira yang memotong ucapan Reka lagi dan lagi membuat gadis itu sedikit tidak nyaman dengan dirinya yang kurang sopan. Ia mengengam erat tangan Bianco membuat Bianco menatap Kira dengan sangat dalam. Dan sekilas pria itu menatap ke tanganya sambil melirik ke wajah Kira lagi dengan mengerutkan dahinya. Sedangkan Reka masih menyimak penjelasan menantu pilihannya itu.
"Mungkin mama takut akan kehadiran Saskia. Namun aku tidak takut sama sekali. Karena aku percaya pada janji suci pernikahan kami."
"Mama bukan kwatir akan hal itu, dan asal kamu tahu terkadang orang yang kita percaya akan merusak kepercayaan itu dan mama...," lagi-lagi ucapan Reka dicelah oleh Kira.
"Di dunia ini tidak semua manusia selalu salah. Saskia adalah wanita yang kuat memiliki hati yang besar. Walau dia tahu Bianco menikah dengan wanita lain namun ia tetap datang di pernikahan Bianco. "
"Aku adalah wanita dan aku tahu bagaimana rasanha ketika melihat orang yang kita cintai bermesraan dengan gadis lain."
"Itu sangat menyakitkan bukan melihat pria yang kita cintai memasang cincin di jari wanita lain, tidak semua wanita kuat seperti Saskia jadi itulah alsan mengapa aku percaya sama Saskia "
Ucap Kira sambil tersenyum tulus walau hatinya melawan semua ucapannya senidiri. Ucapan Kira membuat Reka bangga. Reka tersenyum sambil melangkah menghampiri Kira. Reka memeluk lembut Kira dan Bianco dengan pelukan penuh kasih sayang.
"Bianco berutung memilikimu sayang, dan mama tidak salah pilih pasangan hidup Bianco," pinta Reka.
Saskia yang melihat adegan romantis di depanya melempar pandangan ke luar jendela. Mata Saskia berkaca-kaca entah mengapa mendengar ucapan Kira itu sangat menyakitkan baginya apa lagi saat melihat hal ini. Dan ia mencerna perkataan yang dikatakan Kira sangat bertolak belaka dengan dirinya. Ia sangat menginkan harta Bianco bukan Bianco. Ia dekat dengan Bianco tapi tidak mencintai Bianco. Semua itu membuat Saskia terluka dan ingin melangkah pergi meningalkan rumah itu.
Sedangkan Bianco terpaku diam saat Reka melepaskan pelukan dari dirinya dan Kira. Entah mengapa hati Bianco sangat hancur ia begitu sakit mendengar ucapan Kira. Bianco menatap dalam Kira yang ada disampingnya dengan rasa campur aduk saat itu.
Mengapa ia berucap hal yang bertolak belaka dengan ucapan itu. Aku sering menyakitinya dengan kata-kataku namun mengapa ia masih mau membela aku. Pada hal ia tahu bahwa aku menikahinya hanya karena ingin mendapatkan warisan papa, gumam Bianco merasa bersalah pada Kira.
Aku tahu apa yang kamu pikirkan Bianco, aku melakukan semua ini hanya demi Karin. Walau hubungan ini menyakitkan buat aku namun aku ikhlas, lebih baik aku yang terluka dibandingkan harus kehilangan adikku Kira.
Aku sudah kehilangan keluargaku, ibu harus di rawat di rumah sakit jiwa karena trauma sedangkan ayah meninggal karena dibunuh sama adik kandungnya sendiri dan Karin saki cacat akibat trauma dan depresi akan kehancuran keluarga kami. Sudah cukup bagiku kehilangan orang tersayang dan kali ini tidak akan aku biarkan Karin terluka lagi.
Dari kecil aku sudah biasa dengan luka di hati jadi apa pun yang nanti terjadi aku tidak peduli lagi karena saat ini hanya Karin yang penting dalam hidupku... walau terkadang aku meneteskan air mata, batin Kira.
__ADS_1
Bersambung.