PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Pertama Kali Melayani Dia


__ADS_3

Follow Ig: @Sildadelita99.


Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...


kalian baca jam berapa? asal dari mana?


me: Kupang NTT.


Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏


Happy Reading Guys...


*****


Bianco dan Kira bergumam dalam hati mereka masing dan saling melirik satu sama lain saat Kira masih di pelukan Reka. Di hati Bianco ia merasa bersalah pada Kira. Sedangkan Kira sengaja membela Bianco agar semua rencananya dari awal bisa berhasil. Setelah berpelukan beberapa detik. Wanita paruh baya itu melepaskan pelukannya pada menantu pilihannya itu dan Reka mengajak Bianco, Kira dan Saskia untuk makan malam bersama di meja.


Bianco melihat semua menu makanan yang di atas tumpukan meja satu per satu, ia sengaja melakukan hal itu untuk mencari menu masakan yang dimasak oleh Saskia. Kira yang tahu akan apa yang ada dipikiran Bianco mengambil menu makan rendang ayam yang dimasak oleh asisten rumah Saskia. Namun Kira tidak tahu kalo itu masakan yang dibawah oleh Saskia.


Untuk pertama kali dalam pernikahan Kira ia bisa mengambil makanan untuk Bianco, untuk pertama kalinya juga ia duduk dan makan bersama Bianco. Biasanya Bianco sama sekali tidak makan malam bersama dengan Kira. Bianco selalu menghabiskan waktu di luar entah dengan teman-temanya atau kekasihnya, Saskia.

__ADS_1


Reka yang melihat keromantisan dari Kira dan Bianco hanya tersenyum bahagia sambil meneruskan makan malamnya. Lalu Saskia yang melihat hal itu semakin di bara api kecemburuan tatapan Saskia tidak pernah berkedip sedikit pun dari keromantisan yang ada di hadapannya.


Sesekali Bianco menatap Saskia dengan penuh arti merasa tidak enak hati dengan kekasih hatinya itu, namun apa yang bisa dilakukanya ia tidak mungkin melarang Kira melayaninya seperti biasa ia lakukan pada gadis itu. Karena saat ini Reka ada di tengah-tengah mereka.


Cihhh... Dia mengambil kesempatan dalam kesempitan. Dasar wanita sampah, tadinya aku pikir dia benaran membela aku pada hal dia sengaja mengambil kesempatan ini untuk bermesraan bersama Bianco, gumam Saskia menatap Kira dengan sinis.


Saskia bergumam dalam hati penuh dengan emosi yang meluap di dalam sana. Jika tidak ada Reka maka emosi itu sudah ditumpahkan Saskia keluar sejak tadi. Namun ia harus menahannya karena sekarang ia hanya dianggap Reka sebagai teman Kira bukan kekasih Bianco.


Suasana makan malam penuh campur aduk rasa itu berakhir juga. Sehabis makan Kira membereskan semua piring makan di meja walau dilarang oleh Reka tapi Kira tetap melakukanya. Saskia yang semakin kesal dengan sikap Kira hanya menatapnya, karena tidak tahan akan akan sikap Kira Saskia memutuskan untuk pergi ini ia lakukan agar ia tidak terus menerus kesal dan dibawa api kecemburuan yang semakin menjadi.


Saat Saskia meminta pulang sempat ditawari oleh Kira meminta Bianco mengantar Saskia hal itu mengejutkan Reka dan Bianco sekaligus Saskia. Namun secepatnya ditolak oleh Bianco, dan meminta Avin dan supir pribadinya yang mengantar pulang Saskia. Kira yang merasa aneh akan ucapan Bianco hanya terdiam dan senyum tipis dengan sikap Bianco.


Kira bergumam dalam hati sambil mengerutkan dahinya. Lalu Kira mulai membantu para pelayan membereskan piring-piring kotor di meja. Dan Reka kembali melarang menantunya itu untuk tidak perlu turun tangan mencuci piring karena pelayan sudah ada namun Kira mengatakan bahwa hal seperti itu sudah biasa baginya. Selesai bereskan piring-piring di meja Kira ikut tutur tangan membantu para pelayan mencuci piring, Bianco yang tadi sempat mengantar Saskia ke depan garansi rumah akhirnya kembali ke dalam. Bianco melihat Reka sedang menonton di ruang keluarga, mata Bianco tertuju ke dapur.


Bianco melangkah ke dapur menghampiri Kira. Bianco melihat pinggang ramping Kira yang sedang berdiri dengan para pelayan mencuci piring. Entah mengapa hati Bianco kembali merasa bersalah pada Kira, selama ini sikapnya pada gadis itu sangat buruk. Bianco cukup lama menatap pinggang ramping Kira dan punggungnya dari belakang. Saat menyadari apa tujuannya ke dapur, Bianco segera menyambar Kira. Bianco menggenggam lembut tangan Kira yang masih basa dengan banyak busa sabun cici piring membuat gadis itu terkejut mengerutkan dahinya dengan wajah mengemaskan lalu menatap bingung Bianco.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Kira.


"Ikuti saja aku. Nanti kamu juga paham," seru balik Bianco menatap Kira.

__ADS_1


"Tapi... aku belum selesaikan pekerjaanku," pinta Kira menunjuk ke piring-piring yang belum dibilas oleh Kira.


"Itu bukan tugasmu. Ini adalah tugas para pelayan, dari dulu peraturan di rumah seperti itu jadi jangan mengubah peraturan itu," ujar Bianco dan menarik tangan Kira untuk pergi.


Bianco berucap mencela langsung ucapan Kira. Sedangkan para pelayan yang tadinya sibuk mencuci piring. Menghentikannya segera dan membungkukan tubuh sebagai rasa hormat pada majikan mereka. Dari mereka sedikit kaget melihat Bianco menggenggam tangan Kira ini pertama kali hal itu terjadi. Semua pelayan itu merasa senang walau mereka tahu tuan muda mereka melakukan itu hanya untuk sandiwara di depan Reka.


Setelah mencela ucapan Kira Bianco menyeret Kira ke luar sambil menggenggam tangan Kira, Kira yang merasa tidak nyaman dengan hal itu berusaha melepaskan tangan itu dari genggaman Bianco. Namun tetap saja gagal. Karena Bianco semakin mengencangkan tangannya menggenggam kuat tangan Kira. Bianco yang merasakan hal itu hanya tersenyum tipis diukir dari bibirnya.


"Aku melakukan ini bukan karena aku menyukaimu tapi karena mama ada di rumah. Jadi stop berontak untuk hal biasa kaya gini," ucap Bianco menatap Kira sambil mengangkat tangan Kira yang digenggamnya dan ditunjuk pada gadis itu dengan senyuman dari bibirnya.


"Aku juga tahu itu. Makanya aku membelamu tadi," sahut Kira.


"Aku tahu Saskia adalah gadis yang kamu cintai. Bagaimana mungkin aku melupakan hal itu, aku tahu aku bukanlah siapa-siapa di sini aku sadar bahwa aku bagaikan semu sedangkan Saskia nyata, lanjut Kira menatap Bianco dengan menahan perih di hatinya.


Kira melanjutkan ucapannya sambil menatap ke Bianco dan tersenyum. Walau saat ini hatinya bagaikan dipanah, sangat menyakitkan. Bianco yang mendengar ucapan Kira terdiam lalu melepaskan tangannya dari Kira. Dan Kira kembali melangkah ke depan dengan air mata tergenang. Bianco yang masih diam dibelakang saat mendengar jawab Kira tadi entah mengapa hati Bianco semakin merasa bersalah pada Kira. Pria itu menatap Kira cukup lama dari belakang dengan sangat dalam entah mengapa hati Bianco terluka akan ucapan Kira.


Kira yang melangkahkan kakinya lurus ke depan tidak terasa air mata yang tadi tergenang di kedua bola matanya mengalir dengan los saja. perih hatinya jika membayangkan masa kecil dulu bersama dengan Bianco namun sayang cinta masa kecilnya itu sama sekali tidak mengingat dirinya dan itu sangat menyakitkan buat Kira.


Sikapku selama ini padanya sangat buruk.. mengapa dia masih mau bertahan dengan pernikahan yang melukai hatinya, batin Bianco sambil menatap bersalah pada Kira.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2