
...Follow Ig: @Sildadelita99....
...Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya......
...kalian baca jam berapa? asal dari mana?...
...me: Kupang NTT....
...Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏...
...Happy Reading Guys.....
... *****...
Bianco yang bergumam dalam hati menatap dalam Kira yang berdiri di hadapanya, namun tatapan Kira tertuju pada pusaran makam papanya yang bersampingan dengan pusaran makam Dion dan Shelin.
Setetes bening kembali menetes dari kedua mata Kira, gadis itu kembali menangis mengingat semua kelakuan jahatnya pada Dion dan Shelin. Kira yang merasa bersalah karena tidak bisa memberitahu polisi bahwa dugaan mereka memang benar, bukan bunuh diri namun dibunuh.
"Hapus air matamu, aku masih ada di sini," ucap seorang lelaki berjas hitam, kacamata hitam, rambut jabrik yang sangat berkarisma yang tidak asing bagi Kira.
Pria itu memberi sapu tangan ke arah Kira menatap Kira dari kacamata hitamnya. Siapa lagi kalo bukan Bianco. Kira yang kaget dengan suara yang tidak asing dikupingnya itu menatap ke kesampingnya.
"Terimakasih. Tapi kenapa kamu sangat perhatian dengan aku hari ini?" Tanya Kira menggoda Bianco.
"Tidak usah kegeeran dulu... aku lakukan ini karena ada mama dibelakang," ucap Bianco menatap Kira.
Nyonya Reka... di sini? Bukanya masih di pesawat? batin Kira masih terus bertanya.
Kira memutar tubuhnya ke belakang. Ia menatap seorang wanita konglemerat sedang berdiri di belakang dia dan Bianco yang dijaga ketat oleh para anak buah Beidges.
Ibu..., gumam Kira kaget
__ADS_1
"Sejak kapan mama di sini? Bukanya kamu bilang mama baru datang? Berarti mama masih di pesawat bukan?" Tanya Kira bingung.
"Dasar kampungan. Eh sebelum kamu tahu kematian kedua orang tuamu mama dan papa sudah tahu lebih dulu, hentikan banyak bacotmu itu fokus saja," ucap Bianco kesal.
"Jangan tunjukan kekagetanmu itu. Sekarang kita harus menjadi pasangan yang saling jatuh cinta"
"Apa...!"
Kira yang bertanya pada Bianco terdiam seribu kata saat Bianco merangkul kedua pundaknya dengan lembut. Dan mereka maju ke depan untuk menabur bunga di pusaran makam Dion dan Shelin yang sudah selesai dimakamkan. Kini tinggal menabur bunga dari keluarga, sanak saudara dan sahabat yang ditinggalkan secara bersama-sama. Dan sekarang adalah giliran Bianco dan Kira.
"Fokus saja untuk saat ini karena ini hanya kepura-puraan kita," bisik Bianco.
Bianco berbisik pada Kira sambil merangkul Kira dengan erat. Sedangkan Kira kini ia tidak fokus lagi pada Bianco atau Reka, gadis itu kini terpaku diam saat menatap makam kosong yang ada didepanya itu makam Ayah kandung Kira.
Gadis itu kini terlarut dalam kesedihanya. Ia kembali mengingat masa kecilnya dan Karin saat bersama Ayahnya. Tidak terasa air mata membasahi kedua pipi Kira. Kira terus berusaha menahan perih hatinya, berusaha menahan sakitnya sambil menatap lurus ke depan, Bianco yang tidak sengaja melihat Kira menangis ia terdiam. Entah mengapa hati kecil Bianco begitu terluka saat menatap tangisan Kira, ia seperti merasa bersalah, Bianco melepaskan rangkulanya di bahu Kira lalu tanganya mengengam erat tangan Kira.
Kira yang merasa hangat di tangannya menatap ke bawah, kaget jangan tanya itu pasti karena ini pertama kali Bianco menyentuhnya walau pun hanya sekedar sentuhan genggaman biasa namun itu menguatkan Kira saat ini. Gadis itu menatap ke arah Bianco sekilas ia mengukir senyumnya pada Bianco.
"Terimakasih," ucap Kira menatap dalam Bianco.
"Untuk semuanya," seru Kira balik.
Kira berucap sambil menatap Bianco dengan senyuman yang diukir dari bibirnya. Jantung Kira kini berputar lebih kencang dari biasanya Kira menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskanya untuk mengontrok jantungnya.
jika bukan balas dendam mungkin aku sangat bahagia saat ini karena ini pertama kali kamu menyentuh tubuhku walau itu hanyalah gengaman biasa, batin Kira.
Kira bergumam sambil menatap Bianco yang juga menatapnya dengan wajah yang datar dan dingin.
Entah mengapa hal itu terjadi intinya Bianco hanya ingin melakukan itu dan intinya ia hanya ingin mengikuti kata hatinya memberi dukungan buat Kira. Saskia yang melihat hal itu menjadi cemburu. Saskia meremas jari jemarinya menatap tajam ke depan. Sedangkan Reka tersenyum bahagia akan pemandangan yang terjadi saat itu.
**** (Flash back)
__ADS_1
Jessy kini memantau dengan kamera dari kejauhan makam bersama dengan para anak buahnya. Jessy melihat Reka, Kira, Bianco dan Sherli. Jessy mengatakan ke pada para anak buahnya Yzd untuk segera menghilangkan gadis yang saat ini bersama dengan Kira.
"Lenyapkan gadis itu segera karena dia bisa mengacaukan segala rencana kita!" Perintah Jessy pada Yzd.
"Baiklah. Jika itu bisa membantu misimu untuk tidak terbongkar," jawab ketua Yzd.
"Sebelum itu aku mau bertanya kapan aku masuk di keluarga Reka?"
"Setelah kita melumpuhkan Reka. Maka kamu akan masuk sebagai beby sitter yang mengurus Reka."
Jessy menjawab ucapan ketua Yzd dengan senyuman. Ya sebenarnya Jessy akan menghancurkan Reka dan dia akan masuk ke dalam kehidupan Miguel sebagai Reka. Jessy akan mengoperasi wajahnya persisis dengan Reka atau memakai topeng wajah palsu Reka untuk menghancurkan Miguel.
Rencana Jessy untuk melumpuhkan Reka setelah Reka nanti kembali ke Amerika. Dan untuk saat ini Reka akan tinggal satu bulan di Indonesia, Setelah satu bulan dia akan kembali ke Amerika.
****
Avim saat ini sedang sibuk dengan pelayan mendekor ulang kamar Bianco dengan menganti semua foto yang ada di kamar Bianco dengan foto pernikahan Bianco dan Kira. Avim yang tadinya menemani Bianco harus pergi saat mendapat perintah dari Bianco untuk membereskan kamarnya Bianco. Sedangkan Kevin sedang sibuk mengghandelkan semua jadwal Bianco hari ini sebisa mungkin.
Avim sengaja mendekor ulang semua kamar bosnya untuk mengalihkan situasi yang selama ini terjadi di mana Kira dan Bianco yang tidak pernah tidur bersama disatu ranjang. Tujuannya agar Reka tidak mencurigai apa yang terjadi selama ini.
Di sisi lain Bianco masih dalam situasi menatap Kira entah mengapa Bianco seperti mengenal wajah Kira yang tidak asing baginya.
Wajah ini mengapa familiar sekali? Aku seperti mengenal wajah ini tapi di mana?dan siapa dia? Mengapa aku sangat mengenal wajah ini? Batin Bianco terus bertanya dalam hati.
Bianco yang bergumam dalam hati saat menatap dengan sangat dalam pada Kira dibuat bingung karena pria itu merasa seperti mengenal Kira sudah lama. Namun ia masih bingung siapa yang dimaksud oleh hatinya saat ini.
Saskia yang saat di dalam api kecemburuan akan situasi saat ini meremas jari-jemarinya dengan sangat kuat dibawah sana, tatapan Saskia sangat tajam pada tangan Bianco yang masih mengengam tangan Kira.
Bianco hanya milikku. Jika aku tidak memilikinya maka tidak ada satu orang pun yang bisa memilikinya! Akan aku lenyapkan dirimu Sakira Bripo jika kamu membuat Bianco jatuh cinta padamu! Akan aku pastikan nasibmu sama seperti nasib kedua orang tuamu! Batin Saskia tersenyum licik.
Kamu yang memulai dan aku yang mengakhiri, ketua Yzd bergumam.
__ADS_1
Penasaran?....
Bersambung.