PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Malam Pengantin2


__ADS_3

"Darah!" Batin Kira.


Kira mengangkat wajahnya menatap Bianco dengan sangat tajam, lalu gadis itu berdiri dengan tegap di hadapan Bianco yang membelakangi dirinya. tatapan Kira pada Bianco sangat emosi hingga tatapan itu tidak berkedip sedikit pun, Kira mengukir senyuman dibibirnya dan terus menatap Bianco dengan jari jemarinya diremas sangat kuat di bawah sana.


Bianco yang kembali memutar tubuhnya kini mata Bianco menatap mata Kira yang sedang menatapnya. Pria itu mengukir senyuman saat melihat Kira yang menatapnya tanpa berkedip.


"Silakan saja nikmati masa pengantinmu, aku ingin menghabiskan malamku dengan wanita yang aku cintai," ucap Bianco.


Bianco berucap sambil melangkah pergi meninggalkan Kira. Kira yang masih menatap Bianco.dengan tajam sambil sekilas dia menyentuh luka di keningnya yang berdarah, Lalu ia kembali menatap tajam Bianco.


"Apakah kamu pikir aku juga menginkan pernikahan ini? Jika kamu tidak menyukainya batalkan saja pernikahan ini dari awal," seru Kira.


Kira berseru dengan menatap emosi pada Bianco sambil dengan berdiri tegap di hadapan pria tinggi yang ada dihadapanya itu. Bianco yang mendengar ucapan Kira menghentikkan kakinya yang tadinya ingin pergi lalu Bianco memutar tubuhnya dengan senyuman sambil menatap Kira dengan tajam.


"Apa kamu pikir aku menikahimu karena aku suka. Dari awal aku tidak menginkan pernikahan ini."


"Aku menikahimu hanya karena syarat papa untuk bisa mendapat harta warisan papa atas namaku. Dari awal bertemu dengan kamu aku sangat muak dengan wajahmu."


"Ini adalah surat kontrak pernikahan kita, Silakan baca saja aturan dalam kontrak pernikahan ini, jika kamu tidak setuju dengan kontrak ini ceraikan aku besok. Namun jika itu terjadi bersiap saja untuk kebangkrutan keluargamu, ancam Bianco penuh penekanan pada setiap ucapanya.


"Apa? " tanya Kira.


Kira bertanya pada Bianco dengan melihat sebuah surat yang ada di atas meja, lalu ia menyeritkan dahinya sambil menatap Bianco penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Apa maksudmu mengatakan surat kontrak?"


"Baca surat kontrak pernikahan kita ini dengan baik-baik. Dalam kontrak ini poin terpenting adalah kita tidak saling mengangu privasi masing-masing."


"Ini adalah kartu kredit kamu. Kamu bisa menggunakanya sesuka hatimu."


"Tempat tidurmu sofa atau kasur lantai ini. Kasurku hanya aku yang boleh mengunakanya. Kontrak pernikahan satu tahun, setelah namaku tercap sebagai pemilik semua saham papa. Maka aku akan ceraikan kamu."


"Apa?" tanya Kira yang sengaja bingung.


"Jadi maksudmu pernikahan ini hanyalah kontrak?"


"Ya. Hanya kontrak."


"Aku dan kamu menikah secara sah, namun tidak dengan hatiku. Hatiku sudah milik orang lain," lanjut Bianco.


Bianco kembali melanjutkan ucapannya pada Kira lalu mengambil jaket tebal kulitnya yang ada di kasurnya dan melangkah pergi meningalkan Kira. Sedangkan Kira terpaku diam membisu akan ucapan Bianco. Entah mengapa terlepas dari niat Kira yang awalnya menyetujui menikah dengan Bianco hanya karena kesepakatanya dengan Jessy membalaskan dendam.


Namun Kira merasakan luka di sana, luka itu begitu menyakitkan dadanya terasa sesak sulit untuk bernafas saat mendengar ucapan Bianco yang mengatakan hatinya sudah milik yang lain. Tak terasa butiran bening itu jatuh membasahi kedua pipi Kira. Ia melihat kembali kehancuran kamar yang tadinya indah hancur berantakan, gaun pengantinnya terbakar hangus. Kira menatap dirinya di cermin dengan sangat dalam, ia tidak menyangka pernikahan yang dulu diinginkanya berakhir dengan tragis.


Walau pernikahan ini bukan keinginan Kira namun satu hal yang dia tahu bahwa kini dia sudah menikah namun bukan pernikahan dasar cinta melainkan pernikahan darah. Kira kembali membayangkan masa lalunya yang kelam, ibunya menjadi gila karena trauma akan perselingkuhan suaminya dan orang kepercayaanya sendiri yaitu asisten rumah tangganya yang sudah bekerja lama dengan dirinya didepan matanya sendiri.


Adiknya mengalami penyakit cacat sejak kedua orang tuanya meninggal, demi keselamatan sang adik ia harus menjadi budak dari penyebab kehancuran keluarganya yaitu bibi kandungnya sendiri. Demi keselamatan adiknya dia harus menyembunyikan kebenaran dari adiknya bahwa Ibu kandungnya masih hidup namun ia menjadi gila dan harus dirawat dirumah sakit jiwa semua itu ia lakukan demi adiknya dan keselamatan ibu kandungnya sendiri dari bahaya Jessy, Demi Karin kehormatan Kira direngut juga.

__ADS_1


"Dan sekarang...," tangisan pecah di malam pertamanya Kira yang selama bertahun-tahun menahan rasa sakit itu kini butiran bening itu mengalir deras dibawah sana. Kira terjatuh dengan lemas ke lantai air matanya tidak bisa ia tahan lagi semuanya mengalir begitu saja. Hingga menetes satu demi satu di keramik lantai kamar


Wanita mana yang tidak terluka malam pertamanya berakhir dengan kehancuran gaun pengantinya. Air mata Kira mengalir dengan begitu deras membuat ia menangis sampai suara segukan tangis keluar memenuhi ruang kamar


Kehidupan ini begitu kejam, harta adalah segalanya. Kekuasaan adalah segalanya bagi, mereka yang sudah terlahir dari keluarga sultan maka akan ada harta gono-gini. Sebab itu saudara saling membunuh untuk mendapatkan kekuasaan. Bersaing dengan kelicikan demi kekuasaan karena bagi mereka kekusaan, uang dan harta adalah segalanya. Hal itu yang disebut sikap serakah.


Lebih baik kita hidup sebagai orang biasa saja walau serba kekurangan namun kita tidak saling melukai, tidak saling menjatuhkan. Kita malah bersatu demi mencapai tujuan bersama.


Kira menangis dalam gelap gulita di kamar...gadis itu terus membayangkan semua hal yang terjadi dalam hidupnya. Ia tidak menyangka nasibnya seperti ini.


Ibu, ayah...mengapa harus aku yang merasakan semua ini? mengapa harus pernikahanku?aku tidak ingin mengeluh namun ini sangat sakit dadaku terasa sesak, nafasku tidak terkontrol dengan benar hatiku seperti tergores dengan sayatan pisau. apakah salah jika aku mengeluh? apakah salah jika aku meneteskan menangis seperti anak kecil? apakah salah jika aku mengatakan bahwa aku sangat terpuruk?..., teriak Kira di kamar dengan air mata yang semakin deras mengalir.


Kira memukul-mukul dadanya dengan tangan kananya sambil menangis dengan menundukkaj kepalnya ke bawah dan kedua lutut kakinya ditarik sebagai alas wajah Kira untuk bersandar.


uhhh....uhhh... suara tangis dan sengukan Kira yang masih memenuhi ruang kamar.


*****


Di sisi lain Bianco berpesta bersama sahabat-sahabatnya dan saskia di klub tempat yang biasa mereka nongkrong bareng. Banyak teman-teman Bianco mengoda Bianco bahwa mengapa malam pertama yang paling diinginkan semua pasangan pengantin malah kebalik dengan Bianco. Ia lebih memilih berkumpul bersama sahabat-sahabatnya dan meningalkan pasanganya sendirian.


"Aku menikahinya bukan karena cinta. Jadia stop bahas dia, setelah mendapatkan harta papa maka aku akan ceraikan dia dan menikah dengan Saskia," seru Bianco.


Bianco berseru sambil memeluk Saskia yang hanya tersenyum bahagia membalas pelukan Bianco dengan menatap kekasih hatinya dengan senyuman bahgia diukir dari bibirnya.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2