
"Mama dengarkan penjelasan papa. Ini hanya kesalahan papa ini tidak seperti yang mama pikirkan dan lihat," ucap pria berumur itu memohon pada istrinya sambil mengengam tangan sang istri.
"Dasar penipu. Kamu bilang dia hanyalah klienmu lalu mengapa kamu tidur satu kamar dengan dia?" Jawab wanita dewasa itu menatap tajam suaminya dan Jessy.
Ia Jessy adalah wanita yang sangat kejam. Dia sudah sering kali menghancurkan rumah tangga orang. Terutama para pengusaha kaya. Dia adalah ular berbisa yang sangat mematikan.
Sejak gagal menikah dengan Miguel Bridges Jessy menjadi wanita yang sangat kejam dan licik. Bahkan ia pernah berselingkuh dengan suami sahabatnya sendiri. Saat ketahuan Jessy mengatakan pada sahabatnya itu bahwa jadilah wanita yang menarik agar suamimu betah. Kamu kelihatan sudah membosankan untuk suamimu makanya dia berpaling.
Ucapan Jessy itu sangat menyakitkan untuk Nidhi sahabat sekampusnya waktu masih kuliah. Namun mereka terpisah setelah Nidhi menikah dengan Naldo dan pindah ke Singapura setelah setahun mereka kembali ke Indonesia untuk membangun bisnis usaha mereka. Dari sanalah Nidhi bertemu dengan Jessy dan mengenalkan Jessy pada Naldo.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Naldo langsung jatuh hati dengan Jessy namun ia masih menahan cintanya itu. Seiring berjalanya waktu Naldo dan Jessy semakin dekat tanpa sepengetahuan Nidhi dan hingga akhirnya mereka berselingkuh.
**** (Kembali ke cerita awal).
"Hahaha...klien? Ayolah Chika aku dan Jefri sudah berhubungan sejak lama kamunya saja yang dibodohi oleh kami," tandas Jessy menatap tajam Chika istri dari salah satu pacar gelapnya itu.
"Apa...? Kamu memang wanita tidak ada harga diri. Serendah itu kamu berselingkuh dengan pria yang sudah beriistri!" Bentak Chika emosi.
"Apa wanita rendah? Hahhaha... Walau pun aku rendah namun aku yang selalu menjadi cinta utama mas Jefri. Sedangkan kamu urusin saja kandunganmu itu agar tidak keguguran." Jessy menatap tajam Chika.
"Walau aku bodoh setidaknya aku tidak serendah dirimu pelakor gila." Chika menekankan kata-katanya penuh emosi menatap tajam Jessy.
Ya Jessy dan Jefri sudah berselingkuh selama tiga bulan saat Jessy melakukan kerjasama dengan Jefri untuk menaiki saham perusahaan Jefri. Namun di tengah-tengah kerja sama itu Jessy terus menggoda Jefri hingga pada suatu hari di mana mereka dua bertemu di kantor Jefri, godaan Jessy pada Jefri semakin liar yang membuat pria mana saja tidak bisa menolaknya termasuk Jefri pria yang dikenal oleh orang-orang sekitarnya adalah pria setia.
__ADS_1
Jefri saat itu masih menjauh dari Jessy karena ia mengingat istrinya Chika yang sedang hamil besar. Usia kandungan Chika sudah masuk 6 bulan jelas tinggal menunggu 3 bulan mereka akan menyambut anak pertama mereka setelah 1 tahun menikah. Namun semua komitmen kesetiaanya sebagai pria yang memegang janji hilang ditelan bumi saat ia mulai tergoda dengan semua rayuan manis Jessy malam itu di kantor perusahaanya.
"Ayolah apa yang kamu takutkan sayang? Di sini sepi dan tertutup siapa yang mau melihat kita melakukanya? Kamu adalah pemilik perusahaan ini kenapa takut?" Tutur Jessy.
Jessy berucap dengan mengalungkan kedua tanganya di leher Jefri sambil mendekatkan wajahnya sangat dekat dengan Jefri dan ia mulai mengoda Jefri target klien baru bagi Jessy sebagai pelampiasan nafsunya. Jessy meniup nafasnya di telinga kiri Jefri sambil berbicara pelan dengan gairah yang mampu membangkitkan hasrat pria.
"Please see me. Ia want to you kiss me beby," goda Jessy dengan mulai menelusuri ciuman dari bibirnya pada leher Jefri yang masih diam.
"Maaf nyonya saya sudah memiliki istri. Dia sekarang lagi hamil besar saya tidak mungkin menghianati pernikahan kami," tolak Jefri.
"Ini bukan penghianatan sayang. Aku tahu kamu lagi kesepian bukan? Jadi aku datang untuk memuaskan kamu. Kita akan berhubungan dibelakang istrimu percayalah pada aku," goda Jessy kembali mencium leher Jefri.
Jessy yang terus mengoda Jefri membuat pria itu tidak bisa menolaknya lagi karena sekarang hasratnya sudah bangkit. Jefri yang sudah masuk dalam perangkap Jessy mulai menarik Jessy menempelkan Jessy ke tembok dan ia pun mulai mencium bibir ranum Jessy dengan ganas.
Wanita yang diciumi itu mengukir senyuman tanda kemenanganya. Ia pun mengalungkan tanganya dileher Jefri dan membalas ciuman Jefri. Keduanya masih dibaluti dengan ciuman panas di dalam kantor dan mulai melepsakan satu persatu baju mereka saling bergantian satu sama lain. Namun bibir mereka masih berpaut satu sama lain di atas sana.
Kini yang ada dipikiran Jefri adalah menuntaskan semua hasratnya malam ini juga. Ia tidak peduli lagi dengan kesetianya pada sang istri ia juga tidak peduli lagi istrinya yang saat ini sedang mengandung. Di pikiran Jefri cuma satu menikmati cinta yang sudah lama ia ingin lakukan namun tidak pernah karena sang istri yang hamil.
Cinta yang dihancurkan oleh Jessy sudah membabi butakan Jefri akan nafsu birahi yang salah. Ia tidak peduli lagi akan janji cintanya pada sang istri yang tengah mengandung anak pertama mereka. Malam penuh cinta ini akhirnya berjalan tanpa sepengetahuan sang istri. Hingga kandunganya mencapai 9 bulan baru disadari oleh Chika bahwa suami yang sangat ia percayai itu menghancurkan semua kepercayaannya seketika.
"Teganya dirimu mas Jefri menghancurkan kepercayaanku padamu. Selama ini banyak yang selalu mengatakan hal ini namun aku tidak percaya karena keyakinan aku begitu kuat pada dirimu mas. Aku percaya akan janji-janjimu padaku."
"Mama maaf,'kan papa. Aku benar-benar khilaf. Ini adalah salah aku karena terbawa dengan nafsu aku lupa akan cinta kita." Jefri menangis dengan memohon ampun pada Chika.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan kamu bersama istrimu lagi Jefri. Kamu tahu bahwa hubungan percintaan ini dibangun oleh kamu awalanya aku hanya ingin melampiaskan cinta aku padamu."
"Namun karena kita sering melakukan cinta itu di mana pun kita berada, nafasmu, ciumanmu dan wangi parfum dirimu selalu membuat aku ingin dan ingin melakukan lagi dan lagi bersama kamu."
"Jika kali ini kamu memilih istrimu maka jangan salahkan aku akan kebangkrutan perusahaanmu. Kamu tahu bukan maksud aku?" Ujar Jessy mengukir senyuman menatap Jefri.
"Apa maksdu kamu wanita ular?" Tanya Chika bingung penuh emosi.
"Aku tidak mau dimaduin. Dan aku menginkan suamimu menjadi milik aku seutuhnya. Lepaskan dia maka semua harta kekayaanmu aman namun jika itu tidak kamu mau maka jangan salahkan aku akan kehancuran usaha suami anda."
"Kau.. beraninya dirimu berbicara seperti itu. Kau tahu ini adalah salah. Aku adalah istri sahnya dan sedang mengandung sebentar lagi aku akan melahirkan bagaimana mungkin kamu tega mengatakan hal yang tidak sewajarnya."
"Jika Jefri tidak menjadi milik aku maka kamu pun tidak boleh memilikinya. Aku menginkan Jefri menjadi seutuhnya untuk aku. Hanya aku. Kamu tahu bukan jika Jefri bangkrut maka anakmu juga yang akan susah..."
"Jessy! Beraninya dirimu mengatakan hal seperti ini pada istri aku!" Celah Jefri menatap tajam Jessy.
Jefri sangat emosi akan ucapan dan sikap Jessy. Ia tahu bahwa selama ini apa yang ia lakukan akan berdampak buruk pada perusahaanya. Banyak teman-temanya yang sudah mengingatkan dirinya untuk tidak bekerja sama dengan Jessy. Namun karena cinta butanya pada Jessy membuat ia mengabaikan semua ucapan para sahabatnya.
Jefri sangat menyesal saat menyadari betapa liciknya Jessy. Namun dia tidak bisa berbuat apa- apa untuk melawan Jessy karena istrinya sedang hamil besar tidak mungkin dia mengorbankan anak dan istrinya untuk membalaskan dendamnya pada Jessy.
"Apa ucapanku salah? Kamu tahu apa yang kamu lakukan Jefri. Jika kamu memilih istri dan anak dalam kandungannya jangan salahkan aku jika sesuatu buruk terjadi pada mereka?!" Ancam Jessy tersenyum licik pada Jefri.
"Aku sudah memafkan kamu mas. Ayo kita pulang hiraukan ucapan wanita ini," sahut Chika tulus memafkan suami tercintanya itu....
__ADS_1
Gimana kelanjutanya... tetap stay baca ya...
Bersambung.