PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Aku Tahu


__ADS_3

Follow Ig: @Sildadelita99.


Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...


kalian baca jam berapa? asal dari mana?


me: Kupang NTT.


Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏


Happy Reading Guys...


****


Bianco terus memikirkan siapa yang hatinya maksud sambil berpikir dengan pikiran yang banyak dan kemana-mana Bianco menyandarkan kepalanya pada kepala kursi mobil. Sambil menutup mata dengan ingatan yang menggangu pikiranya itu suasana diam kembali menghampiri keduanya.


Bianco dengan banyak pikiran sedangkan Kira menatap ke luar sambil menghirup udara angin segar malam itu Supir yang tadinya ingin mengucapkan sesuatu kini ia mengurungkan niatnya dan fokus ke jalan.


Gadis itu menatap udara luar dengan sangat dalam, tidak terasa butiran di air matanya mengalir dengan los di sana. Air mata yang sedari tadi di tahan oleh Kira kini mengalir dengan deras seketika Kira menyeka air matanya saat ia sadar bahwa ia sedang bersama Bianco malam itu.


"Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Bianco menatap Kira.


Bianco yang tadi banyak pikiran sempat tadi ia membuka kembali kedua matanya tujuannya untuk melihat sebentar ke arah Kira namun saat melihat Kira di sanalah tepat setetes bening mengalir dari kedua mata Kira. Hal itu yang membuat dirinya bertanya pada Kira penasaran.


"Hem..." Kira berdehem.


"Aku baik-baik saja," lanjut Kira kembali menatap Bianco yang menatapnya juga dengan mengukir senyuman tipis di bibirnya.


Entah mengapa Bianco yang mendengar ucapan Kira menatap air mata yang mengering di pipinya, tangan Bianco tanpa sadar langsung menyeka bening butiran yang masih ada di pipi Kira.


"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Kira kaget.


"Diamlah. Aku hanya menghapus air matamu. Jangan sedih lagi aku tahu kamu sedang berusaha menahan air matamu, aku adalah suamimu jangan menahanya jika kamu ingin menangis. Keluarkanlah jika itu akan membuatmu lebih baik," ucap Bianco tanpa sadar.


Bianco berucap dengan tatapan sangat dalam pada Kira dan tanpa sadar pria itu sudah mengeluarkan kata-kata yang seharusnya tidak ia ucapkan. Kira yang masih menatap Bianco sontak kaget dengan ucapan Bianco, jantungnya berdetak lebih kencang yang membuat Kira sedikit kwatir bahwa Bianco mendengar detakan jantungnya.

__ADS_1


Entah apa yang merasuki dia hingga ia lupa akan kata-kata manis yang dia ucapkan? Kira jangan kegeeran mungkin saja dia sengaja berbicara seperti itu untuk menenangkan kamu. Ini air mata juga ngapain keluar di waktu yang tidak tepat, batin Kira menatap Bianco


Deg...


Deg...


Detak jantung keduanya yang berdetak saat saling membalas tatapan mereka.


****


Di sisi lain Saskia datang ke rumah Bianco dengan membawa rantang makanan untuk disiapkan di meja makan. Tujuanya agar ia bisa makan malam bersama dengan Bianco. Saskia sengaja melakukan ini untuk menjatuhkan harga diri Kira di mata Bianco dan para pelayan lagi. Karena dendam kecemburuanya saat tadi melihat Kira bermesraan dengan Bianco di tempat makam Shelin dan Dion.


Saskia mulai menyajikan makan malam di meja bersama dengan makan malam yang dimasak oleh para kokie khusus di rumah Bridges. Kepala pelayan ingin mengatakan sesuatu pada Saskia bahwa nyonya besar alias Reka ibunda Bianco saat ini ada di rumah. Namun belum selesai kepala pelayan mengatakan hal itu ucapanya selalu dibantah oleh Saskia.


"Maaf nona Saskia sebenarnya...," ucapan kepala pelayan lagi-lagi dipotong oleh Saskia yang keras kepala itu.


"Aku tahu apa yang mau kamu ucapkan. Kepala pelayan, namun sebelum bapak berucap aku ingin menegaskan bahwa Bianco mencintaiku."


"Jika satu kata keluar dari mulutku maka tamatlah pekerjaan bapak. Jadi stop menghalangi rencana makan malamku ini," tegas Saskia menatap tajam kepala pelayan.


"Bukan begitu maksud saya non. Tapi ..." ucapan kepala pelayan kembali dicueki oleh Saskia saat wanita ular itu menelpon Bianco dan mengacuhkan ucapan pak Sud.


**** ( kamar Rak lantai dua).


"Sayang apa kamu sudah makan?" tanya Reka pada benda pipi yang ditempel di telinga kanannya.


"Papa sudah makan ma. Bagimana dengan kabar menantu kita?"


"Apa dia baik-baik saja?" Tanya suara pria di benda pipi yang masih ada di telinga Reka..


suara tanya pria dari ponsel yang ada ditelinga Reka adalah Miguel Bridges ayah kandung Bianco.


"Kira baik-baik saja papa. Papa tidak perlu kwatir ada mama dan Bianco di sini."


"Syukurlah kalo dia baik-baik saja ma. Papa sangat kwatir dengan menantu pilihan kita inj," seru balik Miguel.

__ADS_1


Di tengah -tengah Reka dan Miguel sedang mengobrol di telpon. Tiba-tiba bunyi klakson mobil Bianco dari pintu gerbang. Yang menandakan bahwa Bianco dan Kira baru pulang. Reka yang mendengar bunyi klakson mobil Bianco segera mengakhiri percakapanya dengan Suami tersayangnya.


****


Bianco dan Kira mulai keluar dari mobil yang sudah dibuka oleh para pengawal. Semua pelayan sudah baris rapi di depan teras rumah hingga masuk di ruang meja makan. Ada yang memegang baskom beriisi air untuk cuci tangan. Ada yang memegang sabun dan handuk serta tissu. Peraturan ini memang sudah dari dulu menyambut bos mereka baik Reka , Bianco dan Miguel menyambut layaknya seorang raja.


Reka mulai melangkah menuruni tangga satu persatu menuju meja makan. Sedangkan Saskia sibuk menyambut kedatangan Bianco dengan penuh kebahagian. Saat Reka sudah di meja makan...


Deg...


Deg....


"Saskia...!" kaget Reka.


Reka berucap dengan sagat kaget dan bingung, mengapa mantan pacar Bianco ada di rumah ini dengan jam makan malam. Saskia yang tadi tersenyum dengan bahagia seketika wajah bahagianya berubah dengan ketakutan dan cemas.


Saat yang bersamaan datanglah Bianco dan Kira yang juga masuk melalui pintu utama rumah sambil tangan Bianco terpaksa harus mengengam lembut tangan Kira, seolah mereka menunjukan bahwa mereka adalah pasangan yang paling bahagia dan serasi.


Kira yang kaget saat Bianco mengengam tanganya sekilas menatap Bianco dengan bingung. Pak Sud dan pelayan yang lain mengukir senyuman mereka karena ini pertama kali Bianco menyentuh tangan Kira biasanya tidak pernah sama sekali. Jangankan menyentuh tubuh Kira melirik atau melihat Kira pun tidak sama sekali.


Walau aku tahu yang dilakukan tuan muda adalah sandiwara di depan nyonya tapi aku bahagia. Pelan-pelan rasa cinta akan tumbuh dari dirimu pak bos, batin pak Sud sambil tersenyum tipis.


" Jangan kegeran aku melakukan ini karena aku tidak mau mama sampai curiga," bisik Bianco pelan pada Kira saat gadis itu menatapnya.


"Hem aku tahu ini... tetap saja aku bahagia," jawab Kira tersenyum.


Bianco yang kaget akan ucapan Kira melirik ke arah Kira sekilas dengan penuh pertanyaan di kepalanya.


"Terserah apa yang kamu pikirkan. Aku tidak menyukai hatiku..."


"Hatimu sudah untuk orang lain, Saskia bukan?" seru Kira menahan perih hatinya dengan mengukir senyuman.


Saat Kira dan Bianco yang masih saling membalas ucapan satu sama lain. Hingga tiba di meja makan Mata Bianco lansung kaget melihat Saskia yang ada di rumah bersama dengan Reka yang seperti mengintropeksi Saskia.


Mama..? Saskia...? batin Bianco penuh tanda tanya dengan cemas.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2