
Air mata sang istri hanya bisa menangis, wanita mana yang tidak terluka saat melihat suaminya sendiri kembali beradegan panas di depan matanya.. luka ini akan selalu terukir dalam benak.. air mata yang membicarakan isi hati Sari saat itu.
Nani menatap tajam Sari sambil terus mengukir senyum miring dibibirnya dengan desahan nafas ngos-ngosan akan hal yang sedang dilakukanya. Sari yang merasa dirinya tidak dihargai oleh suami dan pembantunya itu, Sari meremas jari jemarinya dengan sangat kuat sambil menatap tajam Nani, Sari melangkah dengan mengengam jepit rambut yang tajam ditanganya.
Niat Sari ingin melukai Nani dan Brandon, namun saat dirinya melangkah tiba semua yang dilihat Sari berputar dan buram ia tidak bisa melihat dengan jelas, Sari berhenti sebentar saat melangkah. Tanganya memegang tembok sambil menutup matanya, saat Sari yang kembali melangkah hal yang sama masih saja terjadi hingga, tatapan wanita paruh baya itu pelan-pelan menjadi gelap, Sari memegang kepalanya karena terasa sangat pusing, tiba-tiba tubuh Sari ambruk ke lantai hingga akhirnya ia jatuh pingsan dihadapan Nani dan Brandon.
*******
Disisi lain Kira yang saat itu dikunci dikamar bersama Karin yang saat itu berusia 8 tahun. Sebelum terjadi pertengkaran hebat antara Sari, Brandon dan Nani, Sari membawa kedua anaknya masuk ke kamar mereka dan dikunci Sari dari luar. Kira yang penasaran akan apa yang terjadi antara Ayah dan Ibunya mengintip dari lubang pintu kunci yang kecil, Kira sangat syok akan semua yang diihatnya. Kira menyaksikan semua yang terjadi hingga saat melihat Sari pingsan Kira menangis histeris.
"Mama... buka pintunya...! uhhhh...buka pintunya," tangis Kira sambil terus memukul-mukul pintu dari dalam.
Kira kembali menghapus air matanya saat mengingat semua kejadian masa lalu kedua orang tuanya. Dan ia lebih sakit hati saat mengetahui kalau Jessylah dibalik kehancuran dan kematian kedua orang tuanya. Kira ingin membalaskan dendam pada Jessy namun semua niatnya ia kurungkan karena Jessy mengetahui kelemahan Kira yaitu Karin adiknya.
"Apa kamu akan terus membisu seperti itu?" tanya Jessy. Wanita itu bertanya dengan suara yang keras dan membuat Kira kaget dari lamunanya.
"Bagaimana dengan kesepakatan kita? Kamu setuju atau tidak?"
"Baiklah aku akan ikuti misi balas dendam bibi, tapi satu hal yang harus bibi janji padaku. Jangan pernah sesekali bibi menyakiti Karin jika itu terjadi maka bibi akan tahu sendiri akibatnya."
__ADS_1
Kira berucap dengan tegas sambil bangun dari lantai dan berdiri menatap tajam Jessy.
"Hahhhaha...kamu berani mengancamku? It's ok itu hal wajar. Tapi sekali saja kamu ingin berbalik melawanku maka Karin yang akan membayar semuanya! Kamu pasti paham bukan maksud aku!"
"Baikalah karena kamu sudah menyetujui kesepakatan tadi maka, aku akan pergi."
"Sebelum kamu pergi bisakah aku bertemu sebentar dengan Karin?" tanya Kira yang menyela ucapan Jessy tadi.
Kira menyela ucapan Jessy sambil mengatup kedua tanganya dengan menatap dalam pada Jessy, memohon agar Jessy memberi kesempatan terakhirnya menemui adiknya sebelum ia pergi besok meninggalkan Karin.
Yah Kira sudah mengetahui apa yang harus dilakukanya jika ia sewaktu-waktu menyetujui rencana jahat Jessy. Karena sebelumnya mereka sudah membahasnya diusia Kira masih 23 tahun, saat itu Kira menolak permintaan Jessy dengan alasan bahwa ia belum bisa menikah. Karena target umur Kira mau menikah diusia 24 atau 25 tahun, dan hal itu masih dimaklumi Jessy.
"Baiklah aku berikan kamu waktu 10 menit berpamitan dengan Karin untuk perpisahan terakhir kalian," sahut Jessy pada Kira.
"Terimakasih Bibi. Terimakasih." jawab Kira dengan senyum bahagia sambil menghapus air matanya.
Dan Kira kembali melangkah secepat mungkin setelah mendengar ucapan Jessy dan ia pun langsung berlari kencang menghampiri Karin sambil menangis tersedu-sedu. Setelah sampai di mobil dimana itu Karin ada di sana. Kira menatap adiknya yang bisu dan lumpuh yang sedang duduk dan menatap dengan sangat dalam pada dirinya. Kira menghapus air matanya dengan tanganya sambil melangkah pelan menghampiri Karin yang juga ikut melihatnya.
Setelah dihadapan Karin, Kira langsung memeluk kuat adiknya dengan posisi diri Kira berlutut di lantai garansi lalu tangan Kira pun sesekali menyeka butiran air mata pada kedua mata Karin dengan yang saat itu meneteskan air matanya. Kedua kakak dan adik itu menangis dengan penuh kesedihan tapi sayang Karin tidak bisa mengeluarkan suara tangisnya karena ia bisu, air mata Karin terus menetes namun suara tangisnya tidak bersuara.
__ADS_1
Jangan menangis... melihatmu menangis seperti ini membuat hatiku sangat sakit. Aku tahu kakak tidak mau berpisah dengan aku namun karena demi keselamatan aku agar aku tidak terluka kakak rela menikah dengan pria yang tidak kakak cintai demi misi balas dendam wanita yang sudah menghancurkan keluarga kita, bisik Karin dalam hati sambil terus meneteskan air matanya.
"Karin dengarkan kakak baik-baik sebenarnya...," ucapan Kira terdiam saat suara tangisnya kembali. Kira mengontrol suaranya dan kembali berucap.
"Sebenarnya kakak tidak mau meninggalkan Karin, namun jika kakak tidak lakukan itu maka Karin akan disakiti dan nyawamu dalam bahaya."
"Percayalah kakak sangat-sangat menyangi Karin, jika suatu saat nanti Karin kembali seperti semula hanya satu permintaan aku jangan membenci kakakmu ini....," Kira kembali menangis saat dirinya berucap kata-kata itu lagi.
Kira tidak bisa menahan tangisnya ia terus mengengam erat kedua tangan adiknya sambil menangis hingga air mata Kira membasahi kedua tangan Karin.
Aku tidak akan pernah dan takan pernah membencimu kakak. Aku hanya takut jika aku sembuh aku takut melupakan memorymu. Memory bahwa kamu adalah kakakku.
Aku takut menjadi seseorang yang tidak kamu duga, air matamu, senyummu dan perjuanganmu akan selalu aku simpan dalam benak ini, namun ketakutan terbesarku adalah aku takut aku akan menjadi noda dalam pernikahanmu, batin Karin.
Karin bergumam sambil menangis menatap Kira, pelan-pelan tangan keduanya terpisah saat salah satu anak buah Jessy datang membawa paksa Karin untuk berpisah dengan Kira. Tangis Kira semakin pecah saat jari jemari Karin lepas dari jarinya. Kira semakin terpukul saat menatap air mata Karin yang terus mengalir saat menatap dalam Kira.
"Karinnn....!" Jerit Kira dengan tangis air mata mengiringi perpisahan dirinya dengan adik kesayanganya.
Air mata ini suatu saat akan aku ubah dengan senyuman bahagia, ketika misi kakak selesai aku akan kembali padamu. Aku berjanji, bisik Kira.
__ADS_1
Bersambung.