
Follow Ig: @Sildadelita99.
Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya...
kalian baca jam berapa? asal dari mana?
me: Kupang NTT.
Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏
Happy Reading Guys...
*****
Kira sayang saat kamu membaca isi pesan mama, tolong cepatlah ke kamar mama entah mengapa semua tubuh mama lemas dan itu terjadi karena jari tangan mama tidak sengaja menyentuh suntikan rumah sakit yang ada di kamar mama.
Tadi mama sudah menelpon pak Sud namun sepertinya pak Sud sudah ketiduran. Mama Reka.
Itulah isi pesan Reka saat di baca oleh Bianco. Sekujur tubuh Bianco lemas ia hampir saja terjatuh namun secepatnya di tahan oleh Avim. Bianco duduk di sofa kamar Reka menatap Reka yang terbaring kaku seperti mayat hidup di ranjang kamar. Lalu ia mengalihkan tatapan penuh rasa bersalah pada Kira karena tidak mempercayai ucapan Kira dan sudah menuduh Kira yang tidak-tidak.
Maafkan aku sungguh maafkan aku, lagi-lagi aku melukai hatimu dan membuatmu menangis lagi, batin Bianco.
Bianco bergumam sambil berdiri menatap Kira. Bianco melangkah menyampari Kira tangan Bianco ingin memegang tangan Kira namun Kira dengan secepatnya mengibaskan tangan Bianco dengan kecang jauh dari tubuh Kira dan tatapan gadis itu sangat tajam pada Bianco.
__ADS_1
"Sudah puaskah kamu? mempermalukan aku di hadapan semua orang dengan menuduh aku... sebagai pelaku mama," ucap Kira penuh tekanan.
Kira berucap dengan penuh tekanan pada setiap kata yang keluar dari mulutnya. Mata Kira berkaca-kaca ia seakan ingin menangis dengan ucapanya sendiri. Kira tahu bahwa semua kecurigaan Bianco pada dirinya adalah benar, namun ia tidak bisa membantu Bianco karena saat ini nyawa adiknya lebih penting bagi Kira.
Sedangkan Bianco ia hanya ingin meminta maaf pada istrinya namun sayang belum satu kata keluar dari mulut Bianco Kira memutar tubuhnya untuk ke luar dari kamar Reka. Saat Kira melangkah ie sedikit melirik ke arah Reka yang menatapnya dengan tatapan kecewa pada Kira. Kira paham betul dengan tatapan seperti itu ia tahu bahwa mertuanya pasti sudah mengetahui rahasianya.
Dan soal isi pesan dari mertuanya yang ada di ponsel Kira itu hanyalah taktik manipulasi teknologi canggih yang dimiliki Jessy dengan mudah bisa menghapus isi pesan pada nomor kontak yang ada di ponsel Jessy.
Tanpa ada jejak yang memberitahu si pengirim bahwa pesan telah di hapus, karena hal serupa itu pernah dialami oleh Kira sendiri saat Ayahnya yang meningal karena kecelakaan pada hal itu adalah pembunuhan yang dilakukan oleh Jessy.
Namun yang menjadi pertanyaa Kira adalah hal itu akan dilakukan jika mempunyai orang dalam dan siapa orang dalam dibalik suntikan beracun Jessy pada Reka. Setahu Kira orang dalam Jessy di keluarga Bridges adalah dirinya jika rencana penghapusan pesan dan suntikan berhasil berarti selain Kira ada orang lain yang membantu Jessy.
Siapakah orang yang membantu Jessy menjalankan misi balas dendam Jessy selain aku, aku harus mencari tahu soal ini agar bisa melawan Jessy, batin Kira.
Kira bergumam dalam hati dan kembali menatap Reka yang sedari tadi menatap Kira terus menerus. Tatapan Kira penuh rasa bersalah pada Reka.
Mengapa...mengapa kamu tega melakukan semua ini Kira, mengapa kamu tidak mengatakan sejujurnya pada aku kalo kamu adalah anak sahabat aku sendiri. Mengapa kamu ingin menghancurkan hidup Bianco dan keluarganya.... mengapa Kira kamu tega berselingkuh dengan Kevin... bisik Reka dalam hati penuh air mata menatap menantu pilihannya itu.
Reka dan Kira saling membalas tatapan satu sama lain dengan pikiran di masing-masing. Kira yang kembali sadar melangkah pergi meningalkan kamar Reka. Dengan rasa bersalah di dalam hatinya. Sedangkan Bianco hanya menatap Kira mematung diam penuh rasa bersalah pada Kira.
****
Malam yang indah penuh dengan bintang yang menghiasi langit pada malam hari. Suasana sejuk angin malam menjadi keindahan tersendiri. Di tambahkan dengan kendaraan malam baik mobil atau pun motor dan kendaraan lainya berlalu lalang di jalanan kota Konglemerat menjadi keindah alam kota itu sendiri.
__ADS_1
Parkiran Diskotik Melindo sudah di penuhi dengan kendaraan baik beroda empat atau dua. Melindo adalah Diskotik atau salah satu bar termahal dan juga terkenal di kota Konglemerat. Lampu-lampu kecil menghiasi pohon-pohon yang tumbuh di Diskotik tersebut.
Sedangkan lampu mati hidup yang indah memenuhi ruangan Diskotik tersebut. Banyak pengunjung yang duduk santai di sana. Ada yang mengobrol sambil minum jus dengan tawa jika merasa lucu, ada yang duduk dan minum di bar sambil berjoget tubuh mengikuti alunan musik dj yang dimainkan pemain musik dj. Keramaiaan dalam diskotik itu membuat kenalan tamu yang baru datang akan merasa canggung dan tidak mendengar ucapan satu sama lain karen bas musik yang di putar full bass.
Diskotik tersebut merupakan tempat perkumpulan pasangan setiap orang masing-masing, baik itu sahabat, pacar atau komplotan geng yang tidak memandang umur baik itu dari luar atau pun pasangan dari dalam karena tema semuanya bebas sesuai selera.
Di tengah-tengah keramaian terdapat beberapa perkumpulan sahabat pacar atau pun para wanita yang melayani minum di tempat bar. Kompolotan itu adalah perkumpulan Rani dan teman-temanya. Tempat itu adalah salah satu tempat favorit Rani dan teman- temanya. Malam itu Rani mengajak Sagas untuk ikut berkumpul bersama komplotanya. Rani meminta Sagas mengajak dua pasangan atau teman dekatnya untuk menemaninya agar tidak merasa kesepian atau pun canggung.
Sagas menyetujui saran Rani dan ia mengajak kedua sahabat dekatnya, Jipank dan Kinta. Kebetulan malam itu baik dari Kinta atau pun Jipank tidak ada halangan dan jadwal mereka kosong. Kinta dan Jipank sudah saling kenal walau mereka tidak seakrab seperti Kinta ke Sagas atau pun Sagas ke Jipank.
Sagas dan Jipank sudah datang lebih awal dan mereka telah bergabung bersama Rani dan teman-temannya. Dalam 10 menit Kinta pun sampai di parkiran Melindo dengan taksi yang ditumpanginya. Kinta membaca pesan yang dikirim oleh Sagas untuk langsung masuk saja jika dia sudah ada di depan area Diskotik Melindo.
Kinta membayar ongkos taksi lalu ia pun masuk. Saat Kinta menginjakkan kakinya di depan pintu diskotik Melindo semua orang melihat dengan tatapan yang membuat dia sendiri menjadi canggung.
Kinta hanya memasang wajah senyum tipis diukir dari bibirnya lalu melangkah santai mencari nomor meja ke empat yang merupakan tempat Sagas dan yang lain berada. Kinta disambut antusias oleh Sagas sambil mengajaknya untuk ikut bergabung dengan yang lain. Saat pertama kali berkenalan dengan Rani Kinta tersenyum tulus.
Selama ini Sagas hanya menceritakan sosok Rani pada Kinta namun ia sama sekali tidak tahu seperti apa sesunguhnya seorang Rani gadis yang berhasil membuat Sagas begitu jatuh cinta padanya. Walau pun ini bukan pertama kali Kinta mengenal wajah Rani ia sudah tahu wajah Rani karena selalu ditunjuki fotonya oleh Sagas pada Kinta. Dan kemarin Kinta melihatnya secara Rani langsunh namun sedikit buran karena kaca kantor Sagas.
Rani yang berkenelan dengan Kinta hanya mengukir senyum tipis dan bisa saja sambil menatap gadis lugu yang duduk di hadapanya dengan tatapan tajamnya. Rani melihat penampilan gadis itu dari ujung kaki hingga kepala, Gadis itu adalah Kinta.
Ya malam itu Kinta berpenampilan sederhana seperti biasanya. Dan ini adalah pertama kali bagi Kinta berada di tempat ramai seperti itu, biasanya jika jadwal kerjanya kosong maka gadis itu berdiam diri di rumah sambil mengerjakana tugas rumah.
Sagas mulai memperkenal Kinta pada semua teman-teman Rani, kecuali Jipank karena Jipank sudah kenal dengan Kinta. Sagas hanya memperkenalkan Kinta pada Rani dan juga sahabat-sahabat Rani yang lainya.
__ADS_1
Setelah berkenalan satu sama lain Rani kembali menatap Kinta dari ujung kaki sampai ujung rambut dengan tatapan yang merendahkan Kinta. Suasana semakin ramai saat salah satu teman Rani menyanyakan Kinta pada Sagas
Bersambung