PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Apa kamu pikir aku lemah?


__ADS_3


"Beraninya... kau mengayunkan tanganmu! Wanita sampah!" Jerit Saskia saat memegang pipinya yang tadi ditampar oleh Kira.


Kira yang mendengar ucapan Saskia menatap Saskia dengan seksama, Saskia yang melihat Kira menatapnya kembali tersenyum licik dan membalas tatapan Kira. Apalagi saat mendengar ucapan Kira membuat wanita itu tersenyum lebar seperti merasa lucu dengan ucapan Kira tersebut.


Kira yang melihat tatapan Saskia semakin emosi saat Saskia yang melihat mimik wajah kesal Kira ia Memegang sebentar wajahnya sambil tersenyum dan kembali bersuara.


"Aku tidak peduli siapa kamu di rumah ini! Selama aku masih status tunangan Bianco maka kamu bukanlah sainganku!" Ucap Saskia tersenyum licik.


Saskia berucap dengan nada sedikit tinggi sambil menatap tajam Kira yang sedang berdiri menatap dirinya.


"Keluar! Kamu hanyalah wanita yang tidak ada harga diri. Mau kamu tunangan Bianco atau tidak faktanya aku adalah istrinya. Seberapa dia menjauh dari aku... seperti yang tadi aku katakan pada akhirnya dia akan kembali kepada diriku," seru Kira emosi menatap Saskia tanpa berkedip.


Kira berucap dengan nada tinggi dan hal itu sontak membuat para pelayan yang ada di sana kaget akan nada suara Kira. Ini pertama kali mereka melihat Kira berucap dengan kasar karena selama ini sikap Kira sangat lembut. Saskia yang melihat kemarahan Kira bukanya ketakutan atau malu dia malah besar kepala kembali melangkah ke ranjang kamar Bianco untuk mau tidur santai lagi di sana sekalian memanas-manasin dan memancing amarah Kira lagi.


"Apa yang ingin kamu lakukan? Keluar sekarang juga dari kamarku? Atau aku akan mengeuarkanmu secara paksa?"


"Silakan saja. Aku tidak takut nona Sakira! ini adalah kamarku aku datang menuntut hak ak..." ucapan Saskia terhenti di tengah jalan saat Kira kembali mengayungkan tangannya di udara lalu tangan itu didaratkan dengan kasar pada wajah Saskia untuk kedua kalinya.


Plak...

__ADS_1


Plak..


Tamparan keras menyentuh wajah Saskia hingga membuat kepala Saskia miring ke samping dan rambut Saskia yang tadinya ia perbaiki kini kembali berantakan dan rambut-rambut itu menutup wajah Saskia. Gadis itu meremas jari-jemarinya dengan kuat sambil menongkak giginya kuat dan tatapanya sangat tajam. Para pelayan yang menyaksikan tamparan kedua kalinya dari Kira untuk Saskia menutup mulut mereka masing-masing karena kaget dan mereka senang akhirnya ada orang yang bisa melawan dan merendahkan Saskia juga.


"Wanita sepertimu tidak pantas untuk dihargai..."


Plakk ...


Plakk...


Suara Kira terhenti saat tamparan keras dari tangan Saskia yang membalas tamparan Kira. Suasan pagi itu penuh dengan ketegangan dan keseruan saat menyaksikan Saskia dan Kira yang beradu mulut hingga pada akhirnya keduanya saling membalas tamparan keras di wajah mereka masing-masing satu sama lain.


"Jangan ada yang bergerak dari tempatnya!biarkan masalah ini aku yang selesaikan!"perintah Kira ketika dia masih menahan kesakitan saat Saskia yang menjambak keras rambutnya tersebut.


Kira masih menahan rasa sakit itu tanpa membalas jambakan Saskia. Kira berbicara dengan tenang yang membuat kepala pelayan dan yang lainya merasa heran dengan sikap Kira yang sama sekali tidak membalas jambakan Saskia.


"Mengapa nona tidak membalasnya? Itu sangat menyakitkan bukan?" Ujar salah satu pelayan pada pelayan yang lainya.


"Lepaska! kita bisa bicara ini baik-baik," tawar Kira sambil memegang tangan Saskia yang sedang menjambak rambutnya sambil menatap Kira dengan tajam.


"Apa? Kamu bilang bicara baik-baik jelas-jelas kamu yang memulai bagaimana mungkin aku memaafkanmu! Wanita sampah!" Jerit Saskia sambil menarik keras rambut Kira dan mendorong keras tubuh Kira hingga jatuh ke lantai.

__ADS_1


Kira yang melihat luka di lututnya akibat terbentur keras di lantai saat Saskia mendorong tubuhnya. Kira mengepal telapak tanganya kuat sambil menatap Saskia yang berdiri menatap tajamnya dengan senyuman. Kira bangkit berdiri lalu ia melangkah menghampiri Saskia saat tangan Saskia ingin kembali menampar wajah Kira...


"Apa kamu pikir aku lemah? Aku tidak lemah aku hanya ingin kamu pergi!" Jerit Kira dengan emosi ketika tangan Saskia dipegang oleh tangan Kira.


Dengan kasar Kira mendorong tubuh Saskia hingga terjatuh keras dilantai dan dahinya mengeluarkan darah. Di mana saat itu Kira menarik menarik keras tangan Saskia dibawanya keluar dari pitu kamar. Dengan mendorong keras tubuh Saskia ke lantai kamar dekat pintu bersamaan dengan itu Saskia menerima sandaran tangan yang langsung memeluk dirinya ketika dia terjatuh.. tangan kekar itu adalah Bianco.


"Bianco..." panggil Saskia.


Saskia memangil Bianco ketika kedua tangan Bianco memegang kuat tubuh Saskia di mana saat itu Kira mendorong keras tubuh Saskia jatuh ke lantai. Bianco yang emosi menatap tajam Kira tanpa berkedip.


"Beraninya kau...! Melukai wanitaku! Sakira Bripo..!" Jerit Bianco menatap tajam Kira.


"Wanita tidak ada harga diri...!" Emosi Bianco. ....


penasaran... nantikan bab selanjutnya


Bersambung


Baca terus ya sampai Tamat...


spam komen dong kasih banyak hehehhe

__ADS_1


__ADS_2