
Pernikahan adalah impian semua wanita di dunia ini, namun hal ini berbeda dengan Kira. Gadis polos yang saat ini beridiri di depan cermin dengan gaun pengantin mewah, menatap dirinya yang saat ini sangat cantik bagaikan ratu.
Hari ini, adalah lembaran baru bagiku, andai saja, ini bukan pernikahan balas dendam mungkin aku sangat bahagia... seperti perasaan para gadis pada umumnya.
Tapi sayang semua ini hanyalah pernikahan di atas darah yang harus dibayar dengan darah, batin Kira sambil menghapus air mata yang terus mengalir dari matanya.
Setelah beridiri beberapa lama di ruang rias yang masih dalam tangis, ketukan pintu berbunyi dari sana Kira secepat mungkin menghapus air matanya lalu datanglah wanita yg sudah berumur dengan senyuman bahagia diukir dari bibirnya saat menatap Kira yang saat itu tersenyum lebar pada wanita itu. Wanita itu adalah Shelin ibu angkat Kira.
"Kamu sudah siap?" Semua tamu dan calon suamimu sedang menunggu di alatar gereja. Sini mama mama tuntun kamu ke sana, " ucap Shelin.
Shelin berucap sambil merangkul Kira untuk melangkah pergi. Kira hahya mengangukan kepalnya mengikuti sang mama berjalan menuju altar gereja. Kini gadis muda itu dituntun oleh Shelin ibu angkat pura-puranya menuju ke altar pernikahan. Di sana sudah ada Bianco yang sangat tampan, beridiri dengan jentel mengenakan jas hitam, celana hitam, rambut yang dimodelkan keatas dengan sangat rapi, Bianco mnn4⁴⁴44⁴4berdiri dengan sangat gagah dan penuh karisma ketampanan yang sangat menawan bagi semua orang di altar menunggu sang pengantin wanita.
Saat Bianco menatap Kira yang mulai masuk dari pintu yang saat itu disambut oleh Dion sebagai ayah Kira menuntun Kira melangkah menuju sang suami yang ada dialtar. Bianco menatap Kira yang begitu cantik seperti dewi, tapi sayang Bianco tidak menyukai Kira, Bianco yang melihat semua tamu undangan termasuk kedua sahabatnya yang terpukau akan kecantikan Kira. Membuat Bianco semakin membenci Kira apalagi saat gadis itu melangkah dengan senyuman sumriah seakan ia begitu bahagia akan pernikahan ini.
Perlu aku akui kamu memang sangat cantik namun kecantikan masih jauh sama Saskia. Jika bukan karena harta warisan papa tidak sudi aku menikah dengamu gadis jalang, batin Bianco.
Ini adalah misi aku untuk menghancurkan keluargamu, Reka. Tersenyumlah sebahagia mungkin akan pernikahan ini dan sebentar lagi senyuman itu yang akan menghancurkan keluarga dan orang-orang tersayangmu, batin Jessy.
__ADS_1
Jessy bergumam saat dirinya melihat acara pernikahan, antara Kira dan Bianco dari antara tamu-tamu undangan membuatnya tersenyum dari sana dengan licik menatap Reka. Jessy memang sudah datang dengan menyamarkan dirinya sebagai tamu undangan, Karena penampilanya yang berbeda jelas Reka dan Miguel sama sekali tidak mengenalinya.
Dan kini acara penyambutan untuk pernikahan antara Bianco dan Kira pun terjadi dari awal dengan sangat bahagia. Kini tiba saatnya kedua mempelai saling mengucapkan ikhral janji suci pernikahan sebagai sepasang suami dan istri dihadapan Tuhan dan para saksi yang menyaksikan pernikahan mereka.
Bianco mulai melafalkan janji suci sebagai suami Kira, "Di hadapan Tuhan yang maha kuasa saya Bianco Bridges menerimana engkau Sakira Bripo sebagai wanita satu-satunya dalam hidupku"
"Baik dalam suka mau pun duka, dalam sakit atau pun sehat, dalam miskin atau kaya, hanya kamu Sakira Bripo yang menjadi satu-satunya wanita yang aku cintai sampai maut yang memisahkan kita," ucap Bianco di hadapan pendeta dengan suara yang lantang dan tegas.
Setelah mengucapkan janji suci pada Kira kini Bianco mengambil cincin kawin untuk dipasangkan di jari manis Kira dengan senyuman bahagia tapi paksa dalam hati Lalu kini giliran Kira yang mulai melafalkan janjinya pada Bianco.
"Baik dalam suka mau pun duka, dalam kaya atau pun miskin, dalam sakit atau sehat, hanya kamu dan hanya kamu Bianco Bridges satu-satunya lelaki dalam hidupku yang aku cintai hingga akhir hayatku," ucap Kira dengan suara yang lantang.
Kira yang sudah mengucapkan janji suci, kini mengambil cincin untuk di pasang di jari manis Bianco sebagai suaminya. Kira yang sudah memasang cincin di jari manis Bianco tersenyum bahagia dengan air mata kembali mengalir dari kedua bola matanya, sebenarya itu bukan air mata kebahagian melainkan air mata sakit hatinya saat ia kembali menyadari bahwa pernikahan kudus itu hanyalah sebuah mistik dari rencana jahat Jessy untuk menghancurkan keluarga Miguel Bridges.
Tepukan tangan tangis haru bahagia dari para saksi tamu undangan mengiringi kebahagian pernikahan Kira dan Bianco. Bianco mendekat ke arah Kira, tangan Bianco membuka kerudung mahkota penutup wajah Kira setalah mahkota Kira dibuka Bianco lalu senyuman terukir dari bibir Bianco.
Pria itu dengan jago ekting dia menghapus air mata yang mengalir di pipi Kira dan satu kecupan bibir dilontarkan Bianco di puncak kepala Kira dengan sangat dalam lalu tangannya melingkari pinggang Kira, dengan tatapan sangat dalam sambil mengukir senyumanya di bibirnya. Para saksi pernikahan yang ada di sana berteriak rame-rame dengan suara lantang...
__ADS_1
"Cium.... cium...cium...," suara seluruh saksi pernikahan Bianco dan Kira meminta agar Bianco mencium Kira.
Wajahmu yang bahagia ini... lihat saja setelah kamu menjadi istriku, akan aku pastikan senyumanmu ini berubah menjadi tangis yang tragis... Tidak akan aku berikan kamu mendapatkan hak kamu sebagai istriku.., batin Bianco.
Inilah awal kehancuran keluargamu...sebentar lagi akan ada bencana yang tiada hentinya datang pada keluargamu. Maafkan aku... demi adikku maka aku tidak peduli dengan cinta masa kecilku sekali pun aku harus menjadi noda pernikahanku sendiri, batin Kira menatap tajam Bianco.
Kira dan Bianco berada dalam pikiran mereka masing-masing saat saling bertatapan satu sama lain dengan pikiran dari keduanya kemana-mana. Kini Bianco mendekatkan bibirnya pada bibir Kira sambil tersenyum licik...Bianco ******* lembut bibir Kira sangat lembut dengan keromantisan... ciuman antara Kira dan Bianco berlangsung selama beberapa menit...yang diriingi teriakan histeris kebahagian para tamu undangan dengan tepukan tangan yang memeriahkan acara pernikahan tersebut.
Cinta yang dulu kau rusakkan kini akan menjadi mala petaka buat keluargamu...dari menantu kesayangamu sendiri...hahhahha...semua itu bermula dari aku, Jessy Cam' kan itu, batin Jessy.
Berjanjilah Kira untuk tidak jatuh cinta...dan jangan mengenal yang namanya cinta, walau pun rasa itu masih ada namun kamu harus tahu bahwa pernikahan ini hanyalah semu yang akan dinodai oleh kamu sendiri, batin Kira.
Bagus Bianco ekting kamu sangat pintar, lihatlah gadis ini begitu menikmati ciuman ini. Aku pikir dia berbeda dengan gadis lain ternyata dia sama dengan mereka, teroobsesi akan ketampan dan kekayaanku, batin Bianco.
Bianco dan Kira terus bergumam saat mereka masaih dalam ciuman di altar dan dihadapan para saksi pernikahan mereka.
Bersambung.
__ADS_1