PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Sahabat atau Pacar?


__ADS_3

...Follow Ig: @Sildadelita99....


...Halo semua Jangan lupa tinggalkan jejak disini ya......


...kalian baca jam berapa? asal dari mana?...


...me: Kupang NTT....


...Salam kenal semua🤗❤️❤️🙏🙏...


Ada unek-unek mau keluarkan untuk Bianco tidak nih???? Menurut kalian gimana dengan Reina???


...Happy Reading Guys.....


.\*\*\*\*\*


Jeritan Reina memenuhi ruangan kantor Sagas keduanya kini membalas ciuman yang semakin mendalam. Hingga kini Reina menginkan Bianco melakukan hubungan terlarang yang memang sudah tidak asing lagi bagi keduanya.


sambil mencium Reina tangan Sagas terus bermain di bawah sana, dan mereka terus saling membalas ciuman yang sangat dalam. Lalu Rèina dan Sagas kembali menikmati cinta mereka.


Reina terus berucap dan menjerit saat Sagas mulai beraksi di bawah sana.


"Aku sudah lama menginkan ini," ucap Reina dengan nafas yang masih belum teratur dan Reina kembali mencium bibir Sagas dengan dalam. Sagas pun tidak tinggal diam sambil menikmati ***** birahinya ia membalas ciuman Reina yang semakin dalam.


Keduanya melakukan adegan itu di pagi penuh dengan gairah sambil terus Sagas memainkan cinta yang nikmat dibawah sana hingga pagi itu mereka menikmatinya dengan sangat penuh cinta. Walau itu hanya di sebuah kursi.


Bodohnya aku masih peduli dengan dia... aku pikir mereka sudah berakhir tapi aku salah akan hal itu, dia adalah gadis yang dicintai Sagas bagaimana mungkin Sagas melupakan dia? Batin Kinta sahabat Sagas.


Tidak terasa air mata yang tergenang di kedua bola matanya mengalir dengan los dari matanya. Sakit jangan ditanya...luka sudah pasti wanita mana pun akan terluka ketika melihat pria yang kita cinta melakukan hubungan intim dengan mantan kekasihnya.


Kinta adalah sahabat kecil Sagas, mereka sudah bersahabat sejak kecil gadis itu menyukai sahabat masa kecilnya sejak kecil. Dimana Sagas adalah orang yang selalu ada untuk Kira tempat dimana Kinta mengeluarkan tangisnya saat mendapat perlakuan kasar dari ibu angkatnya.


Bisa dibilang Sagas adalah pelindung Kinta sejak kecil, dan saat-saat itulah Kinta menyimpan rasa lebih dari seorang teman pada Sagas.


Sama halnya dengan Kinta Sagas juga selalu mencurahkan semua tangisan, kekesalan dan kemarahanya ketika ada masalah pada Kinta baik dalam masalah keluarga, sahabat atau pun kisah percintaanya.

__ADS_1


Sagas selalu mencurahkan semua kisah asmaranya pada Kinta apa yang ia lakukan dengan pasanganya selalu ia ceritakan pada Kira seditel-diteil mungkin. Termasuk kisah asamaranya dengan Reina Alexa. Gadis itu selalu tersenyum dengan bahagia saat pria pujaan hatinya menceritakan kisah asmasaranya. Walau dibalik senyuman ceria itu ada luka dan tangisan keras di sana.


Kinta tidak bisa mengungkapkan isi hatinya pada Sagas hal itu karena ia takut kehilangan Sagas. Bagi Kinta Sagas adalah segalanya walau ia menyimpan rasa untuk Sagas namun ia akan atasi semua luka itu ketimbang kehilangan Sagas saat ia mengungkapkan perasaanya yang sebenarnya.


( masa lalu)


"Jika dipilih sahabat dengan pacar siapa yang akan kamu pilih? Tanya Sagas pada Kinta.


"Hem..." Kinta berdehem


"Aku memilih Sahabat ketimbang pacar," jawab Kinta tersenyum.


"Mengapa?" Tanya balik Sagas.


"Karena yang namanya pacaran tidak bertahan lama dibanding sahabat. Hari ini kita pacaran apakah setelah berakhir akan bisa akur dan sedekat persahabatan? Tidak ada hubungan yang abadi lebih dari sahabat termasuk pernikahan," ungkap Kira menatap dalam Sagas.


"Pacar bisa dicari namun sahabat tidak akan dicari untuk kedua kalinya."


Itulah alasan mengapa Kinta tidak pernah mengungkapkan perasaanya pada Sagas. Karena bagi Kinta sahabat lebih penting ketimbang hubungan pacaran. Kinta takut Sagas akan meningalkanya dan menjauh darinya ketika Kinta mengungkapkan perasaanya yang sebenarnya, Kinta takut Hubungan mereka yang santai akan berakhir pada kecanggungan diantara keduanya.


Awalnya ia datang ingin membawa sarapan kesukaan Sagas yang dua hari lalu diminta oleh Sagas sendiri. Ia bangun lebih pagi membuatkan makanan kesukaan Sagas. Namun kebahagian itu hilang seketika saat ia menatap Sagas yang sedang bercumbu dengan Reina di ruang kantor Sagas.


Saking sakitnya Kinta tidak bisa mengantarkan makanan tersebut ke Sagas. Ya jelaslah kehadiranya akan menggangu kenikmatan Sagas dan Reina, hingga akhirnya Kinta menyimpan rantang makanan tersebut di depan pintu ruang kerja Sagas lalu ia pergi dengan deraian air mata dan perih hati yang kembali terukir.


****


Pemakaman Dion dan Shelin berjalan dengan lancar hingga selesai. Semua orang yang hadir kini masing-masing satu persatu meningalkan tempat makam. Bianco yang tadinya ingin pulang kembali menatap ke belakang melihat sosok yang sedang duduk masih terpaku diam di bawah sana dia adalah Kira.


Hati kecil Bianco mengatakan pada dirinya untuk tidak meningalkan Kira di saat seperti ini, hingga akhirnya Bianco memutar tubuhnya kembali melangkah menghampiri Kira dan menemani gadis itu.


Niat Bianco ini bukan karena ia terpaksa namun itu adalah niat benar-benar murni dari dalam hatinya, dan saat itu mamanya juga telah pergi karena kelelahan.


"ini sudah sore sampai kapan kamu harus terus duduk di sana?" tanya Bianco menatap dalam Kira.


"Aku baik - baik saja. Kamu tidak perlu memaksakan dirimu mencemaskan aku," seru balik Kira.

__ADS_1


"Apa? Memaksakan diriku?"


"Oh Tuhan. Aku seperti ini...," ucapan Bainco terdiam.


Bianco terdiam karena saat itu ia ingin mengatakan pada Kira bahwa ia melakukanya bukan karena paksaan tapi itu niatnya sendiri. Dan hal itu tidak mungkin dikeluarkan oleh seorang Bianco yang memiliki tingkat gensi tingkat dewa sombong dan songong Itu.


"Sudalah. Intinya ini sudah sore ayo pulng sebelum hujan turun," sahut Bianco menunjuk langit sudah mulai gelap.


Kira yang mendengar ucapan Bianco dan melirik ke arah langit hanya tersenyum.


" Kamu pulanglah aku masih ingin di sini," ujar Kira keras kepala.


"Apa...? Terserah kamu intinya aku sudah mengajak pulang jangan salahkan aku jika kamu kehujanan," seru Bianco kesal.


Bianco yang berucap langsung melangkah pergi meningalkan Kira, Kira yang tadinya bersedih kini terdiam menatap punggung belakang Bianco. Kira pun menyentuh pusaran Dion dan Shelin lalu ia juga menatap dalam makam ayahnya. Setelah menatap makan papanya beberapa menit Kira ikut melangkah pergi mengikuti Bianco. Karena Kira sadar bahwa sebentar lagi huja pasti akan turun melihat kondisi langit yang semakin gelap.


Sahabat Kira Sherli ikut melangkah mengikuti jejak Kira. Bianco yang sudah masuk ke dalam mobil menunggu Kira yang akan duduk disampingnya, tidak hitung waktu Kira pun datang dan duduk di samping suaminya itu. sedangakan Sherli bersama mobil pengawal Kira memegang ponselnya mengabari ke Jessy bahwa ia tidak bisa menemui Jessy karena ada Bianco dan saat ini ia pulang bersama Bianco. Kira juga tidak memliki alasan yang kuat meyakinkan Bianco untuk pergi.


Tanpa kira ketahui bahwa Jessy dan anak buahnya sudah dari tadi memantau mereka dari jauh saat proseses pemakaman Dion dan Shelin. Setelah mengabari Jessy Kira mematikan layar ponselnya dan kembali menatap ke luar jendela. Kira tidak sadar bahwa Saat ini Bianco sedang memperhatikan dirinya sejak dari tadi.


Kira kembali mengalihakan pandanganya ke dalam mobil saat mata Kira bertemu dengan tatapan Bianco suasana sendu menghampiri mereka. Mereka saling membalas tatapan satu sama lain dan saat ini jantung Kira berdetak lebih kencang dari biasanya.


Deg...


Deg...


Mata ini aku seperti mengenal mata ini? Namun di mana? Dan siapa yang aku maksud? Apakah aku pernah memiliki masa lalu kecil dengan seseorang? Sebelum diriku mengalami kecelakan di Amerika?


Ahhh... sudahlah mau siapa pun itu sangat tidak penting buat aku. Wanitaku hanyalah Saskia tidak yang lain, batin Bianco saat menatap dalam mata Kira yang juga sedang menatap baliknya.


Walau pun jantungku berdetak lebih dari biasanya tetap saja pada akhirnya kita berdua akan saling melukai cinta itu, batin Kira.


"Pembunuh Ayahmu adalah wanitamu...???"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2