PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Masih Tidak Percaya


__ADS_3

Karin yang melihat air mata Kira sedikit terluka hatinya. Namun ia masih bersikap dingin pada kakaknya. Gadis itu secepatnya melepaskan tanganya dari gengaman kakaknya lalu ia menatap dingin Kira.


"Tidak usah sok peduli dengan aku. Urusin saja keluargamu jangan mencampuri urusanku," ungkap Karin dan melangkah pergi meninggalkan Kira.


Karin yang berucap dengan nada dingin sambil melangkah pergi dengan menarik potongan kain dari pakaian Kira yang tadi Kira sobek untuk mengingkat pada bahu kanan Karin. Gadis itu melepaskanya dan membuang potongan pakaian itu ke sembarang lantai lalu ia melangkah pergi meningalkan sang kakak, dengan kakinya menginjaknya.


Kira yang melihat aksi Karin menahan luka sambil terus menangis dan menatap pungung belakang Karin yang sudah melangkah pergi meningakan Kira sendirian. Jessy mengukir senyuman dengan apa yang dilakukan Karin.


"Kamu lihat bukan? Sudah aku bilang jangan mencoba menggalkan rencana aku jika kamu berbalik menyerang aku seperti ini maka jangan salahkan aku untuk hal ini," cibir Jessy menarik dua sudut bibirnya dengan tersenyum bahagia sambil menatap Kira yang membelakangi dirinya.


"Akan aku pastikan semua rencanamu hancur gagal total. Mungkin bagimu dengan ini adalah kehancuran bagi aku. Namun inilah awal titik aku untuk melawanmu tunggu dan lihat saja," ancam Kira.


Kira mengancam dengan nada dingin namun suaranya menyeramkan. Lalu ia melepaskan satu peluru yang sengaja dilakukannya menembak kaca anti peluru yang sudah siap siaga dipasang oleh anak buah Jessy untuk berjaga-jaga dan antisipasi dan dugaan mereka benar. Kira mengukir senyuman licik pada Jessy sambil memutar tubuhnya saat itu lalu melepaskan satu peluru yang tidak menembusi kaca itu.


Prutt...


"Ini baru awal nyonya muda Jessy tunggu saja pembalasan dari aku," papar Kira lalu melangkah pergi meningalkan Jessy dan para komplotanya.


Jessy yang mendengar ancaman Kira hanya menatap tajam gadis itu sambil melirik para anak buahnya untuk tidak melukai Kira. Dan membiarkan dir pergi tanpa menimbulakan keributan. Ia meminta hal itu dengan mengodekan kepalanya di mana saat itu anak buah Jessy yang ingin menembak Kira namun Jessy mengelengkan kepalanya sebagai tanda jangan lakukan hal itu biarkan saja dan lepaskan dia pergi dari sini.

__ADS_1


Lihat Saja Kira sekali saja kamu berani membocorkan rahasia aku akan aku pastikan itu akan berbalik padamu. Ibumu saat ini ada di rumah sakit jiwa aku tahu siapa kamu Kira mana mungkin kamu mau melukai adik dan ibumu yang sakit jiwa itu, batin Jessy menatap tajam Kira yang sudah menghilang dari tatapanya.


***


Di sisi lain Avim dan para anak buah Bianco menyamar sebagai orang biasa untuk menyelamatkan Kira sesuai dengan alamat yang mereka dapat dari gps di ponsel Kira. Di mana keberadaan Kira saat itu yang tidak lain adalah rumah Jessy. Orang yang sedang dicari tahu oleh Bianco dan Avim. Kini mereka berada di area komplek rumah Jessy yang ditingali Jessy.


Saat Avim dan para pengawal yang sudah sampai si kompleks perumahan gang rumah Jessy. Mereka tiba-tiba sangat kaget melihat Kira yang sedang menangis di pinggir jalan dengan tubuh Kira duduk di aspal.


"Ayah...Ibu... hiks...maafkan aku yang tidak bisa menjaga Karin." Ucap Kira dengan air mata yang terus bercucuran dari matanya.


Di tengah-tengah tangisan Kira ia tidak sadar bahwa Avim dan parah bodyguard sedang menatapnya dengan kebingunan.


"Nona muda..? Ayo sampari nona entah apa yang terjadi sama nona lagi," perintah Avim.


"Nona Muda...!" panggil Avim saat di hadapan Kira.


Kira yang tadinya menangis dengan keras kaget mendengar suara yang tidak asing baginya. Dia segera menghapus air matanya dan mengangkat wajahnya menatap asal suara yang datang padanya.


"Avim...!" Sebutan nama sekertaris pribadi suaminya itu dari mulut Kira.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Tanya Kira yang kaget dan sedikit cemas akan kehadiran Avim.


"Kami datang untuk menyelamatkan nona muda. Justru aku yang bertanya mengapa nona muda ada disini tanpa memberitahu tuan muda?" Tanya Avim penasaran.


"Oh itu...aku tadi buru-buru ke sini jadi aku lupa memberitahu Bianco. Ini adalah tempat tingal bibi aku. Dia sedang sakit makanya aku datang menjenguk dirinya," jawab Kira dengan alasan yang sangat tidak masuk akal bagi Avim.


Avim yang mendengar ucapan Kira mengerutkan dahinya menatap Kira sedikit curiga. Namun ia segera membuang jauh pikiran negatif itu. Tadinya Avim ingin bertanya pada Kira kenapa gadis itu menangis namun ia mengurungkan niatnya. Karena menurutnya hal seperti itu kurang sopan pada istri bosnya itu.


Lalu Avim mengajak Kira untuk segera pulang kembali ke rumah Bridges sekarang juga. Karena saat ini Bianco sangat kwatir dengan Kira. Bianco tidak bisa mencari Jessy karena ia harus melihat kondisi Reka dan berjaga-jaga akan bahaya yang akan datang pada Reka. Kira yang mendengar penjelasan Avim dengan secepatnya menyetujui ucapan Avim.


Lalu mereka segera pergi meningalkan gang rumah Jessy yang tidak diketahui Jessy namun saat itu ada seseorang yang melihat hal itu dia menarik dua sudut bibirnya tersenyum licik sambil menatap mobil yang ditumpangi Kira dan yang lainya, Dia adalah Saskia mantan kekasih Bianco.


Karena dirimu Bianco mencampakkan aku... karena dirimu aku ditingalkan dia. Akan aku tunjukan dan buka topeng palsumu itu pada Bianco. Bagaimana rasanya dihianati oleh orang yang selama ini kamu percaya , batin Saskia tersenyum licik.


Dalam perjalanan ke rumah Bianco membutuhkan 30 menit. Selama perjalanan hanya kebisingan yang terjadi di dalam mobil di mana itu Kira, Avim dan supir. Sedangkan para bodyguard yang lain menggunakan mobil bodyguard dan 2 orang ditugaskan Avim untuk membawa mobil yang tadi dibawa oleh Kira.


Kira yang menatap sendu keindahan kota Mewah di mana itu kendaran baik yang beroda dua, tiga atau empat sedang berlalu lalang di jalanan. Dengan keindahan langit di mana bintang-bintang yang bertebaran di awan dan kegelapan yang ada pada langit membuat keindahan tersendiri dalam kota Konglomerat ini.


Avim yang sibuk membalas chatan Bianco yang sudah dari tadi mengkangkring-krung ponsel Avim dengan rentetan Chat pada Avim. Ia tidak bisa menelpon Bianco karena tidak mau terjadi kesalah pahaman antara Bianco dan Kira. Sedangkan gadis cantik yang masih menatap lekat langit-langit dari jendela mobil entah mengapa pikiran Kira kini hanya pada Karin adiknya.

__ADS_1


Ia masih tidak percaya bahwa orang yang selama ini dijaga oleh Kira. Demi nyawanya Kira harus mengorbankan nyawa banyak orang dan pada akhirnya Karin adalah pembunuh berantai yang selama ini dicari dan diincar oleh polisi. Tetesan bening kembali mengalir dari kedua pipi Kira saat ia yang sakit hati akan semua kenyataan yang tidak pernah ia bayangkan bahwa adik kandungnya adalah seorang pembunuh. Orang yang mungkin terlibat dalam pembunuhan mertuanya sendiri.


Bersambung.


__ADS_2