
"Baiklah, " jawab singkat orang misterius itu.
Ia menjawab singkat perintah dari atasanya, lalu ia mematikan ponsel tersebut dan kembali menyelesaikan tugasnya. Di dalam mobil itu ada seorang detektif polisi yang lemah akibat mendapat banyak pukulan dan sebuah tusukan benda tajam dibagian perut kirinya dari manusia misterius itu.
Darahnya mengir begitu segar dan kental dalam mobil itu matanya yang sendu menatap sang pembunuh dengan lemas. Orang misterius itu kembali memutuskan kabel rem, lalu ia mulai menyalakan mesin mobil untuk siap dijalankan menuju sebuah tebing jurang yang sangat dalam.
"I' m sorry beby... see you next time (maafkan aku sayang, sampai bertemu dilain waktu)," jawab singkat pembunuh itu.
Ia pun langsung ke luar dari mobil dan mobil yang sudah direncanakan hilang kendali. Pria di dalam sana berteriak meminta tolong namun tetap saja sang pembunuh hanya tersenyum. Sambil menatap bahagia. Ini adalah korban pembunuhan yang ke 30 kali ia lakukan, Dia tidak lain tidak bukan adalah pembunuh ganas dan kaki tangan dari Jessy yang baru pulang dari Amerika.
****
Asap kebakaran meluap kabut hitam ke langit yang artinya mobil itu sudah terbakar hangus bersama korban pembunuhan itu. Ia sengaja melepaskan mobil itu ke dalam jurang agar tidak ada yang curiga bahwa ini bukan pembunhan melainkan kecelakaan.
"Target kedua telah lenyap, sekarang fokus target ke tiga," ucap sang misterius.
Manusia misterius itu berucap ditengah-tengah malam di sebuah apertemen mewah yang ada dihadapan dia dan para komplotanya. Jumblah mereka lumayan banyak kini mereka terfokus pada apartamen mewah yang ada di hadapan mereka.
Apartemen tersebut tidak lain adalah sebuah tempat dimana kedua orang tua pura-pura Kira tinggal, Siapa lagi kalo bukan Dino Bripo dan Shelin Bripo. Malam itu Shelin dan Bripo tengah menikmati kenimatan sebagai pasangan suami dan istri.
Di tambah lagi hujan yang lebat membuat suasana malam itu begitu indah bagi kedua pasangan yang tengah menikmati hal yang begitu indah. Walau ditawari meliaran uang tentu mereka tidak akan mau karena hal tersebut begitu terasa nikmat bagi keduanya.
__ADS_1
Saat keduanya merasakan keindahan dibawa kasur sana.
Suara desahan nafas silih berganti, keduanya saling ******* bibir masing-masing dengan semakin dalam. Tangan Dion tidak henti-hentinya memainkan keintiman Shelin, sambil bermain mereka saling menikmati keindahan malam itu. Tanpa di sadari para ninja hitam sudah mulai bergerak masuk ke dalam rumah itu.
"Selesaikan misi itu malam ini, aku akan jelaskan padamu setelah misi ketiga selesai," suara perintah dari ponsel sang misterius itu.
"Dan pastikan semua berjalan sesuai misi kita tanpa bocoran apa pun. Soal Kira serahkan padaku saja biar nanti aku yang akan menanganinya sendiri."
"Tutt...tutt...," suara ponsel pangilan dimatikan.
Dia selalu mematikan telpon sesuka hatinya, Baiklah mari kita kerjakan misi itu malam ini juga Aku sangat ingin melakukanya..., batin sang misterius.
Selesai mengobrol dengan sang atasan, kini manusia serba hitam atau julukan yang biasa ia pakai Yzd... pembunuh berantai yang dicari-cari oleh polisi selama ini. Mereka memulai aksi dengan para pengikutnya memasuki rumah Dion Bripo para petugas yang menjaga kemanan di sana sudah dibungkam oleh anak buah Yzd
Kini komplotan Yzd mulai memasuki halaman Apertemen tersebut. Dan saat memulai aksi mereka pun menyaksikan adegan ranjang antara Bianco dan Shelin.. tanpa aba-aba ketua Pembunuh Yzd melempar sebuah pisau tajam yang langsung tepat sasaran di otak kecil Dion Bripo yang saat itu lagi di menumpukkan tubuhnya di atas tumpuan tubuh Shelin.
"Ahhhh....!" jerit Shelin saat melihat darah yang segar mengalir dari kepala sang suami.
Yzd yang melihat dan mendengar teriakan Shelin, hanya tersenyum licik. Lalu ia memainkan kode mata pada anak buahnya untuk segera melenyapkan Shelin dan Dion. Tanpa menunggu lagi para pasukan Yzd segera bergerak dengan sangat cepat, dan menghampiri Shelin dengan Dion yang tubuhnya sudah lemah di kasur.
Sayatan benda tajam pun mulai disayatkan seperti membunuhan hewan pada tubuh kedua korban tersebut, darah segar mulai mengalir di mana- mana serta noda darah memenuhi sprei kamar dan selimut. Suara Shelin yang menjerit dengan keras, namun sayang suara itu tidak bisa menembusi dinding tembok dan jendela Apertemen.
__ADS_1
Hingga akhirnya suara itu mengecil dan menghilang , kini tubuh Shelin dan Dion tidak bernyawa lagi. Mereka telah meningal dalam pembunuhan kejam yang dilakukan oleh pembunuh berantai Yzd. Shelin dan Dion adalah korban pembunuhan berantai yang ketiga pada malam itu. Namun sayang ketiga korban pembunuhan hanya disimpukan sebagai korban bunuh diri dan kecelakaan oleh pihak kepolisian.
Yzd adalah pembunuhan berantai kejam yang ada di kota Konglomerat. Mereka memiliki kekuasaan dan keahlian teknologi yang tidak dimiliki oleh orang lain, mereka pintar dan licik dalam mengalihkan isu pembunuhan dengan kecelakaan, bunuh diri atau pun mengalihkan isu bahwa korban dengan korban yang saling membunuh. Pada hal yang sebenarnya terjadi adalah Yzdlah biang kerok dari kasus pembunahan yang terjadi tersebut.
Yzd juga merupakan salah satu cabang organisasi dari organisasi pembunuhan yang kejam di Amerika Serikat. Jadi wajar mereka sudah pengalaman dalam hal pengalihan isu dengan meretas dan menghapus semua hal yang berkaitan dengan kasus pembunuhan mereka.
"Segera beresin jejak pembunuhan ini , yang lain angkat kedua mayat itu lakukan seperti biasa yang dilakukan, alihkan dengan bunuh diri."
"Jiko dan Jack segera retas dan hapus sumua yang berhubungan dengan pembunuhan ini, poin utama dalam hal ini adalah cctv dan sidik jari."
"Anggap saja ini adalah bunuh diri bukan di bunuh," ucap ketua Yzd.
"Siap laksakan nona akan semua perintahmu, semuanya mulai kerjakan!"
"Waktu kita hanya 20 menit di mulai dari sekarang," sahut Jiko.
Jiko yang sudah mulai mengerjakan perintah ketua mereka dengan para komplotanya, mereka mengotong kedua mayat Shelin dan Dion lalu saat sudah dekat tebing balkon kamar, secara bersamaan kedua mayat Shelin dan Dion dibuang dari balkon kamar Apertemen lantai 10 ke area parkiran lantai satu.
Dan pasukan Yzd yang lain mulai membereskan atau meretas semua teknologi yang berhubungan dengan pembunahan malam itu. Bau darah segar Shelin dan Dion masih tercium dalam apertemen tersebut. Mereka mulai membersihkan semua hal yang berkaitan dengan pembunuhan malan itu, mulai dari mengantikan sprei kamar melap darah yang tertempel di tembok atau pun lantai dan membersihkan semua hal yang mencurigakan.
Bersambung.
__ADS_1