PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Aku Tidak Baik-baik Saja


__ADS_3

"Karin tidak akan pernah tahu bahwa akulah yang menghancurkan keluarganya di masa lalu. Dia tidak akan tahu bahwa akulah yang membunuh papa dan mamanya, aku juga yang membuat ia jadi lumpuh dan harus berpisah dengan kakak kandungnya dan sekarang dia menjadi pembunuh bayaran aku," papar Jessy pada Siska yang saat itu sedang berbicara denganya di ruang pribadi.


Di saat bersamaan Karin mendengar semua penjelasan Jessy di dalam ruang sana ketika dirinya yang datang membawa berkas untuk Jessy dan saat Karin mau mengetok pintu akhirnya ia mengurungkan niatnya ketika mendengar penjelasan Jessy pada seseorang entah siapa yang sedang bercakap dengan Jessy hal itu sama sekali tidak diketahui oleh Karin. Seketika ia melangkah mundur dengan lemas sambil menyandarkan tubuhnya di tembok.


Tangan Karin bergementar tidak menentu dan air mata mengalir dengan pelan saat ia kembali mengingat semua ucapan Kira waktu itu dan tidak pernah mempercayai Kakaknya dibandingkan Jessy.


Karin memutar kakinya melangkah pergi dengan lemas tanpa tujuan hingga ia masuk di ruang kerjanya dengan emosi yang ingin sekali ia luapkan saat itu juga.


Karin menghancurkan vas bunga yang saat itu ada di hadapanya dengan memberantakan rambutnya dan duduk lemas di kaki meja. Air mata kembali mengalir dengan deras di sana menyalahkan dirinya yang bodoh sendiri mempercayai ucapan Kira.


Dia bangkit berdiri menyeka air matanya dan ia mengambil jaket kulit hitam lalu ia mengenakan jaket itu pada tubuhnya. Gadis itu melangkah pergi untuk rencana menemui Kira.


Kakak maafkan aku...mungkin ini terlambat tapi aku mohon kakak maafkan Karin. Aku janji akan membalaskan dendam kita kakak. Sekarang aku sadar mengapa kamu menikahi Bianco...tangis isyak Karin yang sudah membawa mobil menuju rumah Bridges.


Perjalanan ke rumah Bridges butuh 30 menit akhirnya Karin sampai juga. Ia menelpon Sherli untuk meminta gadis itu bertemu dengan dirinya di tempat biasa mereka bertemu.


"Halo..." sapa Sherli dari benda pipih yang ada ditelinganya.


"Ini aku Karin. Temui aku di tempat biasa ada hal penting yang harus aku bahas dengan dirimu," kata Karin dari benda pipih itu dan telpon dimatikan langsung olehnya.


Hem...ngapain perintah aku ketemu malam-malam begini apa dia bodoh kalo Bianco lagi di rumah ini? batin Sherli yang tengah berpesta merayakan kepergian Kira yang dalam sekejap langsung di tendang ke luar dari rumah.


Karin menunggu Sherli di tempat balkon rumah belakang. Tidak lama kemudian Sherli datang dengan wajah yang sedikit lesu karena malas berhadapan dengan Karin lagi.

__ADS_1


"Mengapa kamu meminta bertemu di jam begini? Tidak kamu ketahui bahwa Bianco ada di rumah semua akan kacau kalau sampai kita ketahuan," kata Sherli kesal.


"Aku tidak peduli. Aku datang ke sini karena ingin memintamu pertemukan aku dengan Kira sekarang juga!" perintah Karin menghiraukan ucapan Sherli.


"Apa...? Hei untuk apa kamu harus bertemu dengan si Kira? Mau cari rahasia kita kebongkar," kata Sherli yang bingung mengerutkan dahinya sambil mengingkatkan Karin akan kejahatan mereka yang sudah melenyapkan Reka.


"Bukan urusanmu. Lakukan saja sesuai perintah aku," kata Karin mengiraukan ucapan Sherli.


Dasar sinting untung kamu tahu rahasia aku jika tidak sudah aku cuekin perintahmu.


"Dia sudah tidak ada di rumah ini. Kira sudah dibawa pergi ke kantor polisi karena suaminya sudah tahu semua kebusukan Kira," kata Sherli menjelaskan.


"Apa maksudmu? kantor polisi? Bagaimana bisa" Tanha Karin yang mulai emosi.


"Lah kamu tidak tahu kalo Kira adalah tujuan kita melenyapkan nyonya Reka bukan? Apa kamu sudah lupa rencana kita?" tanya Sherli mengerutkan dahi sambil memaki-maki hancur Karin dalam hatinya.


Apa...Kakak masuk penjara? Ya Tuhan apa yang sudah aku lakukan pada kakakku...


"Lalu mengapa kamu tidak menyerahkan dirimu pada polisis juga? Mengapa kamu menjebak kakak aku...!!!" jerit Karin yang emosi dan langsung mendorong tubuh Sherli dengan kasar ke tembok.


"Bukankah ini kamu yang minta? Bukankah kamu yang ingin melihat kehancuran Kira lalu mengapa kamu menyalahkan aku? Hei dengar..."


"DIAM...!!!" geram Karin emosi menatap dengan tatapan membunuh pada Sherli. Kedua tangannya langsung mencekik kuat leher Sherli hingga gadis itu sulit bernafas.

__ADS_1


"Sudah banyak nyawa hilang ditangan aku. Jangan berani menceramihi aku jika kamu tidak tahu apa-apa tentang aku. Aku bisa memberikanmu kursi ratu aku juga bisa mematahkan kursi itu," kata Karin penuh ketegasan menatap emosi Sherli dengan wajah yang geram.


"Aku yang memulai semua ini aku juga yang akan mengakhirinya. Camkan kata-kata aku ini," ancam Karin langsung melepaskan tanganya dari leher Sherli lalu ia melangkah pergi menghentakkan kakinya keras di lantai dan berlalu dari hadapan Sherli.


Sedangkan Sherli yang akhirnya bisa bernafas lega sambil memegang dadanya dengan meremas jari-jemarinya sangat kuat di bawah sana hingga urat nadinya muncul di tanganya.


Lihat saja siapa yang akan menang pada akhirnya Karin. Aku tidak akan membiarkan kakakmu mengambil kembali posisinya.


***** Kantor polisi.


Di kantor polisi Kira mulai diintrogasi oleh polisi dan tetap saja Kira tidak bisa membela dirinya karena ia tidak memiliki bukti kuat untuk membela dirinya mau tidak mau ia harus menerima dengan keikhlasan akan semua tuduhan pada dirinya dan menjalani penahanan sementara di kantor polisi sampai ada bukti yang menyatakan dirinya tidak bersalah di sidang pengadilan.


"Bawa gadis ini pergi ke tahanan. Untuk saat ini anda akan kami tahan sampai ada bukti yang membela anda di kantor polisi," ucap salah satu polisi sambil memerintahkan dua polisi wanita untuk membawa Kira ke jeruji besi tahanan sebagai pelaku pembunuhan Reka.


"Nona semua akan baik-baik saja. Aku akan mencari bukti yang kuat untuk membela nona muda," kata Avim yang saat itu menghampiri Kira ketika gadis itu mau dibawa ke jeruji besi.


Kira menatap Avim yang menatapnya dengan kwatir. Ia mengukir senyuman tulus dan tidak terasa air mata mengalir dari sana ketika kepala Kira menunduk ke bawah menahan luka dan ketakutan di dalam sana. Setetes bening menetes di tangan Avim yang saat itu sedang mengengam tangan Kira yang di borgol.


Tolong aku....aku tidak baik-baik saja. Aku...hikss, batin Kira dengan tangis isyak saat ia yang takut akan apa yang terjadi pada dirinya di dalam sana.


"Nona kamu baik-baik saja? Mengapa nona menangis? Semua akan baik-baik saja. Aku janji akan membawa nona pulang," ucap Avim yang masih berusaha menenangkan Kira.


Di tengah-tengah suasana haru polisi pun datang untuk membawa Kira ke tahanan. Kira hanya menurut sambil melangkah dengan tangisan yang keras di dalam sana. Ia sempat memuatar tubuh melihat Avim yang masih berdiri menatap Kira dari belakang.

__ADS_1


Aku janji nona aku akan bawa kamu kembali pada tuan muda. Aku tahu bahwa semua ini pasti ada yang menjebakmu, batin Avim yang masih setia menatap pungung belakang Kira hingga gadis itu menghilang dari tatapanya.


__ADS_2