PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Perih Menyadari Kenyataan


__ADS_3

Dadaku telah mati rasa dan hati ini seperti bom yang akan meledak. Walau pun kau mengutuk dan membenci aku. Aku tidak bisa berhenti untuk melihatmu. Sekali pun menjadi penjahat yang mencintaimu.


Meski pun melewati hari-hari dengan air mata. Meski aku mencoba untuk tidak melihat namun hati ini tetap ingin melihat. Walau semua itu hanyalah dalam angan-angan mimpiku.


Sekali pun tubuh ini dibakar olehmu menjadi abu yang tidak terlihat tetap saja hati ini ingin melihatmu walau itu dalam memory luka. Aku mencintaimu Bianco... hiks..


"Ibu...hiks...aku merindukanmu ibu...hiks," pecah sudah air mata yang ditahan Kira.


Air mata yang tergenang di sana kini jatuh dengan los sendiri membasahai kedua pipinya. Air mata yang ditahanya kini pecahlah tangis Kira. Ia menangis duduk dengan sembarang di lantai sambil memukul-mukul dadanya. Terasa sesak di dadanya, ingin rasanya Kira pergi dari situasi ini namun karena Karin ia masih bertahan.


Mengapa...?apa salahku Tuhan jika aku dilahirkan dan ditakdirkan seperti ini aku mati saja sejak kecil untuk apa aku bertahan dalam luka yang menyakitkan... bicara Kira sendiri di kamar sambil terus menangis.


Gadis itu menumpahkan kepalanya ke tumpukan lulutnya untuk menangis dengan sejadi-jadinya. Di sisi lain Saskia yang sudah mengabari Kevin akan keberhasilan rencana mereka tertawa dengan puas saat obrolan dengan Kevin dari ponsel ketika Bianco mengatakan pergi ke kamar mandi.


****


"Gugurkan kandungan itu! Aku tidak mencintaimu," ucap Sagas menatap Kinta yang mengatakan dirinya hamil.


"Apa...?" Tanya Kinta bingung.


"Aku sama sekali tidak menyukaimu Kinta. Aku hanya mengangap dirimu sebagai sahabat tidak lebih dari sahabat," ucap Sagas penuh penekanan menatap Kinta.


Seketika air mata Kinta kembali mengalir dengan deras, perih hatinya menahan sakit yang mendalam ia tidak menyangka bahwa orang yang merengut semua miliknya hanya mengangap dirinya sahabat..


pertengkaran hebat antara Kinta dan Sagas terjadi. Di mana Sagas menghamili Kinta. Ya Sagas dan Kinta sudah berpacaran sejak lama semua itu terjadi ketika Sagas mengajak Kinta pergi di klub malam di mana itu bersama dengan Rani.

__ADS_1


Saat itu Rani mengajak Kinta untuk bermain permainan benar atau salah, namun jika yang memillih benar maka harus bercumbu dengan siapa yang ditunjukkan oleh Rani. Saat perdebatan terjadi panjang diantara Kinta dan Sagas saat bersamaan pula datanglah Rani dan komplotanya. Mereka semua kaget melihat Kinta yang ada di tempat tongkrongan mereka.


"Hei siapa ini? Kinta? Wahh kamu akhirnya muncul juga setelah sekian lama kita tidak bertemu," ucap Rani tersenyum menatap Kinta.


"Apa maksudmu? Sagas ikut aku?" Ucap Kinta menarik tangan Sagas.


"Berani sekali kamu memerintahkan tunangan aku ikut dengan dirimu! Siapa kamu?" Tanya Rani menatap tajam Kinta.


"Apa...? Tunangan..?" Tanya Kinta mengerutkan dahinya dengan alis diangkat menatap penuh tanda tanya pada Sagas.


Gadis itu dipenuhi kebingun saat Reina mengatakan bahwa Sagas adalah tunanganyanha. Hal itu memang wajar karena selama ini Sagas menjalin kasih dengan Kinta selama lima bulan tidak ada angin dan hujan tiba-tiba mantan kekasihnya mengatakan tunangan Sagas.


Kinta menerima cinta Sagas ketikan pria itu datang menangis di hadapanya meminta maaf pada Kinta akan kesalahannya yang terjadi kejadian dua minggu lalu di klub. Sagas mengatakan pada Kinta bahwa Rani menghianati cinta mereka.


Rani memiliki seorang tunangan dan sebentar lagi mereka akan menikah. Sahabat kecilnya itu juga mengatakan bahwa dia ingin menjalin hubungan dengan Kinta lebih dari seorang sahabat. Tentu saja semua rayuan manis Sagas mampu meluluhkan hati Kinta. Dari sinilah Sagas menjalin hubungan pacaran dengan Kinta. Mereka berpacaran selama dua bulan.


Dan tidak Sagas sangka bahwa Kinta bisa didapatka dengan seutuhnya dalam dua minggu. Selama menjalin kasih dengan Kinta apa yang dilakukan Sagas dan Kinta semu di beritahu pada Rani. Hingga saat mereka melakukan hubungan terlarang itu.


Flash back.


"Sagas dan aku sudah bertunangan. Sejak pertemuan kita di klub. Kedua orang tua kami sudah mengetahui ini semua."


"Dan Sagas berkencan dengan dirimu itu karena keinginan aku. Membalaskan semua dendam pada dirimu yang sombobg itu," ungkap Reina menatap tajam Kinta.


"Apa? Ini tidak mungkin. Kamu bohong,'kan? Jawab aku Sagas?" Jerit Kira dengan berlinang air mata mulai membasahi kedua pipinya saat menatap Sagas.

__ADS_1


"Kinta. Maaf...maaf,'kan aku semua yang dikatakan Rani semuanya benar. Aku berkencan dengan kamu..."


Plak...


Ucapan Sagas terhenti saat Kinta mendaratkan tamparan kasar di wajah Sagas dengan tatapan tajam darinya. Rani yang melihatnya menutup mulutnya yang juga diikuti oleh teman-teman Rani.


"Beraninya dirimu...! Menyentuh tubuh Sagas!" Tantang Rani emosi.


"Jangan ikut campur nona Rani. Ini tidak ada urusanya dengan dirimu!" Teriak Kira menantan balik Rani.


"Jelas ini ada urusan dengan aku. Sagas berkencan dengan kamu itu karena aku yang meminta."


"Masih ingat dengan permainan yang waktu itu kita mainkan? Permainan jujur atau benar? Dalam dua bulan aku berikan Sagas waktu untuk meluluhkan hatimu."


"Namun kami tidak menyangka kamu secepatnya membalas cinta Sagas hanya dalam sehari. Bahkan kamu menjalin hubunga terlarang itu dengan Sagas."


"Wao...itu sebuah hal yang sangat menakjubkan. Bodohnya dirimu hanya karena perasaan buta itu hingga kamu termakan dengan semua ucapanmu sendiri. Bukan aku yang rendah di mata kamu Kinta namun harga dirimu yang rendah dimataku!" Ujar Rani dengan setiap ucapan yang ia tekankan.


Untuk Kinta. Gadis itu yang mendengar penejalasan Rani. Melemas semua tubuhnya. Ia akhirnya terdiam dan tidak bisa berucap sepatah kata pun. Air mata yang tadinya ditahan oleh Kinta mengalir dengan los di sana kini hatinya hancur berkeping-keping bagaikan debu yang terbakar hangus.


Rani yang menatap semua kehancuran hidup gadis malang yang ia hancurkan itu hanya mengukir senyuman puas dengan tawa yang kencang sambil mengandeng tangan Sagas dengan erat. Sedangkan pria yang digandengnya itu hanya menatap Kinta yang menangis di bawah sana dengan perasaan penuh salah.


Kinta bangkit berdiri menatap Rani dengan Sagas dengan tatapan tajam pada mereka.


"Akan aku pastikan pernikahan atau pun hubungan kalian tidak akan pernah bahagia. Ingat karma selalu berlaku tidak hari ini namun itu pasti akan menghancurkan hidup kalian berdua," ucap Kinta dan melangkah untuk pergi.

__ADS_1


Gadis itu melangkah dengat hati yang hancur dan tangisan deras di sana. ia dipenuhi dengan rasa bersalah dan penyesalan yang sangat mendalam. Apa lagi saat menyadari diri bahwa ia saat ini sedang hamil dan anak yang dikandungnya tidak memiliki seorang Ayah tangis Kinta meledak sudah saat dirinya melangkah dengan kahancuran hati yang benar-benar terpuruk.


Bersambung.


__ADS_2