PERNIKAHAN SAKIRA

PERNIKAHAN SAKIRA
Bebas


__ADS_3

"Dengan bukti tersebut pengadilan memutuskan terdakwa saudara Sakira Bripo dinyatakan bebas dari tuduhan akan kasus kematian Reka Bridges yang diduga pembunuhan berencena dihapuskan dari pelaku Sakira Bripo," papar Hakim pengadilan setelah menemukan bukti yang kuat dan bisa melawan 24 pengacara kalah dalam kasus tuduhan kematian Reka pada Kira di pengadilan.


Tang... tang... tang...


Bulir bening air mata menetes dari matanya Ello dan membasahi wajahnya ketika Ia mengucap syukur kepada Tuhan dengan berlutut di lantai. Setelah mengucap syukur kepada Tuhan Lalu Ello bangkit berdiri melihat Avim yang juga meneteskan air mata sambil melangkah menghampiri Ello.


"Selamat nona, nama anda yang tercoreng akan pembunuhan nyonya besar akhirnya dihapuskan dan semuanya hanyalah jebakan untuk menghancurkan pernikahan nona," ucap Avim saat mengulurkan tangannya untuk memberi ucap pada Kira.


Kira yang melihat uluran tangan dari Avim pada dirinya tersenyum manis sambil menangis terharu karena selama Dia di penjara hanya Avim satu-satunya orang yang benar-benar percaya pada Kira. Tanpa menyalami balik uluran tangan Avim Kira langsung memeluk tubuh Avim dan menumpahkan semua tangis air mata haru di sana.


"Terimakasih masih bertahan dengan aku. Terimakasih karena kamu sudah mempercayai diriku selama ini. Terimakasi Vim," lirih Kira saat masih memeluk Avim.


"Sama-sama nona muda. Tapi nona harus berterimakasih pada Kevin yang mau membantu nona," jawab Avim.


Kira yang mendengar ucapan Avim baru sadar bahwa ternyata yang menyelamatkan dirinya adalah Kevin. Kalo bukan karena Kevin mungkin sekarang Kira sudah hidup seumur hidup di jeruji besi sana. Gadis itu melepaskan pelukanya pada Avim lalu memutar tubuhnya sambil menghapus air mata yang masih tersisa di wajahnya.


"Terimakasih. Kamu sudah mau mengorbankan dirimu membantu aku. Maaf, selama ini aku ada salah padamu," kata Kira ketika ia yang sudah tiba di hadapan Kevin sambil mengulurkan tanganya untuk menyalami tangan Kevin.


"Sama-sama nona. Namun bukan aku yang menemukan bukti itu melainkan adik nona sendiri, Karin. Dia yang menemukanya semua bukti ini," seru Kevin sambil menyalami balik uluran tangan Kira padanya dengan mengukir senyum tulus.


"Maksudmu?" tanya Kira mengerutkan dahinya dengan wajah yang bingung menatap Kevin.


"Ceritanya panjang nona muda. Nanti akan aku jelaskan di jalan sekarang kita tidak banyak waktu nyawa Karin dalam bahaya besar di tangan Jessy saat ini," jawab Kevin yang kepanikan sendiri mengingat saat ini Karin disekap oleh Jessy dan anak buah mereka.


Kevin bisa selamat dari tangan Jessy karena kepintaran Karin yang mengalihkan perhatian semua anak buah Jessy untuk berpusat padanya, ketika gadis itu mengelabui mereka semua dengan kerusuhan tembak menembak bersama para anak buah Jessy. Dari sanalah Kevin kabut membawa rekaman pangilan pada polisi yang di rekam oleh Karin di ponselnya.


"Apa? Karin dalam bahaya? Di mana Karin sekarang?" tanya Kira yang kaget dan mulai cemas akan nyawa adiknya karena Kira tahu betul seperti apa otak Jessy.

__ADS_1


"Karin di bawa pergi ke gudang rahasia belakang yang biasa Jessy pakai ketika melakukan meeting penting dengan para bos-bos besar prostitusi.


"Gudang rahasia? Untuk apa dia membawa adik aku ke sana...?"


"Aku juga tidak tahu pasti nona Kira tapi intinya dia seperti merencanakan hal buruk pada Karin. Apa lagi dia sudah tahu soal Karin yang mengetahui bahwa pembunuh kedua orang tua kalian adalah Jessy sendiri."


"Tunggu dulu, dari mana kamu bisa kenal Jessy dan Karin?" tanya Kira yang kaget akan Kevin yang mengetahui semua tentang Karin dan Jessy serta diri Kira sendiri.


"Aku akan jelaskan juga hal ini di jalan. Untuk sekarang kita pergi menyelamatkan Karin," jawab Kevin.


"Intinya aku mengetahui semua tentang nona dan Karin. Aku juga tahu alasan nona menikahi tuan muda Bianco untuk nyawa Karin aku tahu semua hal tentang nona serta Karin."


"Sekarang hal ini tidak penting karena nyawa Karin lebih berharga aku yakin Jessy merencanakan hal buruk untuk Karin," papar Kevin yang semakin cemas.


"Jessy! Beraninya kamu dengan adikku!!!" geram Kira yang emosi dengan darah mendidih mendengar semua penjelasan Kevin. Kira mengepal kuat jari jemarinya di bawah sana dengan emosi.


"Baiklah bawakan aku pergi sekarang juga! Akan aku pastikan Jessy kamu membalas semua perbuatanmu selama ini," lirih Kira semakin emosi yang menjadi sambil mengepal kuat kedua tanganya dibawah sana.


" Nona muda bukankah sebaiknya kita lapor polisi! Lagian Jessy sudah terbukti bersalah dengan bukti tadi aku yakin polisi akan membantu kita," seru Avim yang menghentikan kepergian Kira dan Kevin ketika Kevin mulai meraih tangan Kira untuk di bawa pergi. Walau sebenarnya Avim masih bertanya soal saudara kandung Kira dan mengapa Kevin tahu soal Karin serta Jessy namun ia mengurungkan niatnya itu dan fokus pada keselamatan Karin.


"Soal itu kamu urusi Avim. Aku percaya padamu sekarang aku harus pergi bersama Kevin lebih dulu. jika aku kehilangan Karin maka hidupku tidak ada artinya lagi," jawab Kira dengan mata berkaca-kaca dan ekspresi kecemasan serta ketakutan ada dalam dirinya saat ini.


"Ayo Kevin. Kita tidak punya banyak waktu," seru Kira pada Kevin.


"Kamu jangan takut. Aku akan menjaga nona Kira dengan baik. Percayalah padaku," kata Kevin menenangkan Avim yang kwatir.


" Kali ini Aku percaya padamu. Jaga nona baik-baik," jawab Avim dengan pelan ketika melihat pungung belakang Kira dan Kevin yang sudah melangkah pergi dengan buru-buru sebelum Avim menjawab ucapan Kevin.

__ADS_1


Flashback...


Di sisi lain Bianco dan Galang serta seluruh bodyguardnya sudah lebih dulu sampai di gudang rahasia itu. Dengan banyak pasukan yang sudah bersenjata akhirnya Bianco mengerahkan semua pasukanya untuk bersembunyi sesuai sketsa mereka dalam menangkap pelaku yang di duga adalah pembunuh Reka. Sekaligus Bianco juga penasaran akan wanita seperti apa Jessy yang tega menghabisi nyawa Papanya.


Bukan Bianco jika dalam 5 menit dia dan seluruh pasukanya sudah memasang cctv di seluruh area dalam gudang nan gelap itu. Lalu Bianco, Galang dan lima bodyguard memantau dari layar monitor leptop yang telah disediakan.


Bianco mengetahui semua misi Jessy dari Marcio sekertaris pribadi papanya yang ditugaskan Bianco menjadi seorang mata-mata di Jessy.


"Kalian mau membawa aku ke mana?" tanya Karin di mana ia dan semua komplotan Jessy serta Jessy sendiri baru sampai di gudang rahasia itu.


Karin tidak bisa berbuat apa-apa karena kepalanya dibungkus dengan kain hitam yang menutupi matanya dan seluruh wajahnya. Sedangkan tangan Karin diborgol dan tiga bodyguard Jessy sedang menondongkan pistol di bagian belakang kepala Karin ketika Jessy mulai memerintah Karin untuk berjalan masuk ke gudang rahasia yang semakin dalam semakin gelap gulita.


Jessy yang melangkah dengan komplotanya bersama Karin merasakan ada sesuatu yang berbeda. Benar saja kepintaran Siska mengatakan pada Jessy bahwa semua sudut gudang ini sudah terpantau dengan cctv tersembunyi.


"Kerahkan Karin lebih dulu masuk aku yakin ada orang lain di dalam kita yang menjadi mata-mata karena tempat ini hanya aku dan para bos-bos besar yang mengetahuinya," perintah Jessy yang mulai curiga.


"Tapi siapa yang bera..."


"Karin...!!!" Jerit Kira yang mengagetkan bisikan Jessy pada Siska dan saat itu Kira sedang berlari dengan keras tanpa takut dengan anak buah Jessy ia berlari dengan baju tahanan dan rambut yang kucal menghampiri adiknya kepalanya dibungkus dengan kain dan tanganya diborgol layaknya seorang penjahat.


"Kakak! Kaka jangan kemari... bahaya...!" teriak Karin yang memutar tubuhnya denga kepala yang tertutup berlari menghampiri kakaknya juga.


Prang... prang bunyi tembakan pistol dua kali dari sudut persembunyiaan bodyguard Bianco.


Deg...


Deg...

__ADS_1


"KARINNN....!!!" teriak histeris Kira ketika tubuh Karin bersimbah darah akibat tembakan pistol tadi.


Bersambung.


__ADS_2