
"Apa maksud kamu pak Sud?," ucap Bianco dengan emosi saat mendengar kabar dari asisten kepercayaannya di rumah yang sedang menelponnya dan mengatakan bahwa Reka meningal.
"Itu benar tuan muda. Saya...," ucapan pak Sud berhenti saat Bianco yang langsung mematikan panggilan di ponselnya.
Tut...tut...., panggilan dimatikan oleh Bianco.
Kira yang kwatir akan apa yang terjadi yang sebenarnya sedari tadi menatap Bianco penuh dengan kecemasan lalu ia menghampiri suaminya yang sudah frustasi memukul-mukul dahinya di tembok seperti orang yang sudah kehilangan akal sehat.
"Apa yang terjadi? Mengapa kamu seperti ini? Nanti kepalamu luka. Apa ada sesuatu buruk terjadi di rumah?" Tanya Kira menghampiri Bianco sambil memegang lembut bahu suaminya.
Bianco yang mendengar ucapan istrinya hanya diam. Lalu ia menghentikan aktifitasnya yang tadi dan memutar tubuhnya menatap Kira yang juga menatapnya dengan ekspresi wajah penuh pertanyaan dikepalanya. Tanpa menjawab pertanyaan Kira tadi pria itu langsung memeluk erat tubuh kecil istrinya.
"Apa yang harus aku lakukan? Coba katakan padaku...ibu...hiks...," pinta Bianco untuk pertama kalinya ia menangis di pelukan sang istri. Kira yang kwatir akan apa yang terjadi di rumah membalas pelukan suaminya sambil kembali bertanya lagi.
"Ibu kenapa? Hem. Apa semua baik-baik saja?" Papar Kira kwatir saat dalam pelukan Bianco.
"Ibu tidak ada lagi. Ibu sudah pergi untuk selamanaya...apa yang harus aku lakukan?" Tutur Bianco yang masih menangis di pelukan Kira.
"Apa....?" Kaget Kira.
"Ibu sudah tidak ada lagi," seru Bianco sambil melepaskan pelukanya dari tubuh kecil Kira.
Bianco menghapus air matanya sambil melepaskan pelukanya dari tubuh Kira dengan kembali menatap istrinya dengan wajah yang sendu.
Kira yang mendengar ucapan Bianco melemaslah tubuhnya dan jatuh tersungkur ke lantai. Dengan air mata yang mulai tergenang di bawah sana. Suaminya yang melihat hal itu menatap sendu istrinya dan ikut duduk di lantai sambil menyentuh lembut wajah Kira dengan tatapan yang sangat dalam darinya.
"Katakan padaku bahwa ini hanyalah mimpi. Katakan pada aku bahwa apa yang barusan kamu katakan itu bohong..!" Jerit Kira tidak percaya sambil menatap Bianco dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"Maafkan aku. Kemarilah...," jawab Bianco yang kembali memeluk istrinya dan seketika air mata ikut mengalir.
"Tidak. Ibu... hiks... aku mohon katakan padaku mas bahwa semuanya bohong. Aku sangat menyangi Ibu...hiks," ucap Kira yang mulai menagis dengan sejadi-jadinya dalam pelukan Bianco.
Pria itu hanya bisa menengangi sang istri walau sebenarnya ia juga hancur. Namun saat seperti ini dia harus menjadi pria yang kuat. Dia pun menyeka air matanya yang ikut menangis bersama Kira di mana suara tangisan dan sengukan dari Kira sudah memenuhi ruang kamar hotel mereka.
**** Skip.
Di sisi lain Jessy dan Marcio merayakan pesta kematian Reka dengan membuat pesta besar-besaran di sebuah hotel mewah bersama dengan Karin, Kevin, Saskia dan para anggota Yzd lainya.
"Ini adalah langkah kemenangan kita akan keberhasilan kita semua melenyapkan Reka. Sudah lama aku menantikan hal ini dan hari ini dengan resmi dan nyata bahwa dia telah mati. Hahahhah..." tutur Jessy sambil mengambil minuman angurnya ke atas lalu disusuli gelas yang lain untuk chers sebagai perayaan kemenangan mereka.
"Aku akui Karin akan kehebatanmu pelenyapan berantai, aku saja waktu itu masih gagal namun kamu sekali dalam semalam semua beres tanpa jejak," ucap Saskia memuji Karin sambil tersenyum penuh arti menatap Karin saat dirinya meminum gelas beriisi anggur yang tadi mereka cherss bersama dengan Jessy.
Bagaimana reaksi Kira mengetahui bahwa yang melenyapkan Reka adalah Karin adik kandungnya sendiri. Orang yang nyawanya ia jaga selama ini dari bahaya Jessy.
Aku sangat tidak sabar melihat kehancuran dua adik kakak ini, pada akhirnya. Mari kita lihat saja tragedi darah saudara akan segera dimulai, bungkam Saskia dalam hatinya.
Sedangkan di satu sisi Saskia ingin menghancurkan Karin balas dendam pada Karin yang berani menyukai Kevin. Dendam Saskia pada Karin sangat besar namun ia masih menahanya karena Jessy melarangnya untuk melukai Karin sebelum gadis itu mencapai semua misi yang diinginkan oleh Jessy.
Sedangkan Karin gadis itu sudah terbawa dengan suasana malam itu. Ia tidak peduli akan akibat dari perbuatannya pada Kira di mana orang yang ia jebak adalah kakak kandungnya sendiri. Karena balas dendam dari kesalahpahaman yang sebenarnya itu tidaklah benar. Dan ia sudah semakin masuk dalam lingkaran jahat Jessy melukai saudranya sendiri.
*** skip.
Para media berita pagi dengan wartawan sudah banyak yang berdiri di depan rumah Miguel Bridges memberitakan kabar duka yang harus kembali dirasakan oleh keluarga terhormat di kota Konglomerat dimana baru-baru ini keluarga Miguel Bridges baru kehilangan Miguel Bridges dalam kecelakaan pesawat. Dan sampai mayatnya belum ditemukan dan sekarang mereka harus kehilangan Reka Bridges istri Miguel Bridges lagi.
Di tengah-tengah para wartawan yang sedang live di depan rumah Bianco dimana wartawan-wartawan itu dari berbagai stasiun televisi yang memberitakan berita heboh yang mendapat banyak simpati dari masyarakat yang ikut kehilang dua sosok itu.
__ADS_1
Saat bersamaan Bianco dan Kira baru sampai di depan rumah mereka dengan mobil Bodyguar sudah di mana-mana. Gerbang besar rumah terbuka para wartawan yang mulai meleparkan pertanyaan satu persatu di kaca mobil yang tertutup rapat namun untungnya bodyguard Bianco segera mengatasinya.
Setelah tiba di halaman rumah yang sudah banyak karangan bunga dari semua bos-bos besar perusahaan Miguel yang turut berduka akan kehilangan nyonya Reka. Tangis Kira pecah lagi saat ia yang sudah melangkah masuk ke dalam rumah di mana ia melihat tubuh Reka yang masih dibaluti dengan kain kafan putih menutup tubuh Reka.
"Ibu...hiks!" Tangis Kira pecah dan berlari memeluk tubuh Reka yang terbaring kaku di sana.
Sedangkan Bianco masih menahan tangisnya sambil menenangkan Kira dengan memeluk istrinya itu agar bersabar dan tidak terlalu emosional apalagi sudah banyak tamu yang ikut melayat dan berduaka sudah hadir.
"Ibu bangun...hiks...katakan pada aku bahwa kamu baik-baik saja...hiks...ibu....!" Tangis Kira yang semakin keras sambil berteriak memangil nama ibu pada Reka.
Kira gadis itu memang sangat menyangi Reka. Bagi gadis itu Reka adalah segalanya baginya sama seperti Karin adkinya. Dan ia sudah mengangap Reka sebagai ibu kandungnya sendiri jadi wajar saja ia begitu kehilangan sosok Reka.
Di sisi lain Avim mendekati pak Sud untuk bertanya apa yang sebenarnya terjadi sehingga Reka meningal. Pak Sud pun menjekaskan secara detail dan dari bukti yang mereka kumpulkan bahwa Kiralah pelakunya.
"Apa kamu sudah gila pak Sud? Bagaimana bisa kamu bilang nona muda pelakunya?" Tanya Avim meragukan bukti dan ucapan pak Sud.
"Saya juga tidak percaya bukti ini tapi apa yang kami dapatkan semuanya mengarah pada nona muda tuan," jelas pak Sud tanpa keraguan dengan tatapan sendu menatap Kira yang masih menangis di sana.
"Tutup mulutmu itu. Kita akan bahas ini selesai pemakaman nyonya besar. Selama itu belum selesai jangan sampai isu berita yang belum benar ini didengar oleh media apalagi warga dan tamu-tamu yang hadir di sini, apa kamu paham?" Papar Avim berbisik pelan dengan tatapan tajam pada pak Sud penuh ketegasan dalam ucapanya.
"Baik tuan. Saya paham," jawab pak Sud menganggukkan kepalanya sebagai tanda paham.
BERSAMBUNG.
...Halo semua salam kenal, makasih loh sudah selalu setia dengan pernikahan Shakira. Makin seru bukan yuk komen spam kalian biar author juga semangat nulisnya... jangan lupa follow akun aku Ig author, @Sildadelita99... hehheheh......
...Yuk komen spam...
__ADS_1
...Happy Ending atau Sad Ending......
...selamat membaca......