Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Penyebab belum hamil


__ADS_3

Hari berikutnya, Zayn dan Lusy benar-benar pergi ke rumah sakit untuk mengecek kondisi kesehatan mereka, hanya ingin memastikan kenapa Lusy belum bisa hamil.


“Untuk hasil pemeriksaan dalam rahimnya, semua baik-baik saja. Apa Anda ingin melakukan pemeriksaan menyeluruh, sehingga bisa tahu bagaimana kondisi satu sama lain?” tanya dokter memberi saran, tidak menutup kemungkinan masalah belum bisa hamil diakibatkan karena kondisi dari Zayn.


Zayn dan Lusy saling tatap sejenak, hingga akhirnya Zayn pun setuju untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.


Setelah selesai melakukan pemeriksaan, mereka pun pulang dan kini masih berada di mobil.


“Maaf kalau Mama menekanmu,” ucap Zayn merasa bersalah.


“Tidak apa-apa. Aku mencoba berpikir positif, mungkin Mama memang sudah sangat ingin memiliki cucu dari kita,” balas Lusy sambil mengulas senyum.


Zayn menatap Lusy, meski istrinya itu terlihat biasa saja dan masih bisa tersenyum, tapi Zayn yakin kalau Lusy sebenarnya tertekan.


**


“Kalian tadi ke rumah sakit, bagaimana hasilnya?” tanya Farah yang langsung menodong pertanyaan ke Lusy yang baru saja pulang, sedangkan Zayn langsung ke perusahaan karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan.

__ADS_1


“Kata dokter semua baik, Ma. Tapi kami tetap melakukan pengecekan menyeluruh dan hasilnya akan keluar beberapa hari lagi,” jawab Lusy menjelaskan.


Farah terlihat diam, sedang memikirkan masalah apa yang membuat Lusy belum juga hamil.


“Apa dokter berkata atau menduga jika Zayn memiliki masalah, sehingga kamu tidak bisa hamil?” tanya Farah menyelidik, meski tidak ingin itu terjadi, tapi Farah tetap saja cemas jika keterlambatan kehamilan Lusy dikarenakan ada masalah kesehatan dengan putranya.


Lusy sangat terkejut mendengar pertanyaan Farah, hingga kemudian menjawab, “Tidak, Ma. Dokter tidak mengatakan hal itu. Hanya memang meminta kami melakukan pemeriksaan menyeluruh, hanya untuk memastikan penyebabnya.”


Farah terdiam, jika hasilnya memang Lusy baik-baik saja, besar kemungkinan ketertundaan kehamilan Lusy diakibatkan oleh Zayn.


**


“Lu.” Zayn melihat sang istri yang melamun, hingga kemudian mendekat dan langsung memegang kedua pundak Lusy.


Lusy sangat terkejut merasakan tangan besar itu menyentuh kedua pundaknya. Dia pun memandang ke cermin dan melihat Zayn berdiri di belakangnya.


“Kamu memikirkan apa, hm? Masalah pemeriksaan tadi?” tanya Zayn, kemudian di akhiri dengan sebuah kecupan di pucuk kepala Lusy.

__ADS_1


“Bukan, ada hal yang pernah aku ucapkan dan takut itu jadi kenyataan,” jawab Lusy masih menatap bayangan di cermin. Entah kenapa dia tiba-tiba merasa takut ketika mengingat hal itu.


Zayn mengerutkan alis, meminta Lusy menghadap ke arahnya, lantas dia pun berlutut di hadapan Lusy.


“Apa yang pernah kamu katakan?” tanya Zayn sambil menggenggam kedua telapak tangan Lusy.


Lusy menunduk sekilas sambil menatap kedua telapak tangan Zayn, hingga kemudian memberanikan diri menatap wajah sang suami dengan bola mata berkaca-kaca.


“Ada apa, hm?” Zayn melihat kesedihan dalam tatapan mata istrinya.


“Saat aku melahirkan Cheryl. Aku pernah berkata jika tidak ingin hamil lagi, Zayn. Saat itu aku takut juga begitu kalut, hingga tanpa sadar mengucapkan itu, ketika Cheryl baru saja lahir ke dunia. Maaf.” Lusy merasa bersalah kepada Zayn, jika memang masalah mereka belum memiliki keturunan dikarenakan ucapannya bertahun-tahun lalu.


Zayn terkejut mendengar ucapan Lusy, hingga panik saat istrinya menangis hanya karena hal itu. Dia pun meraih tubuh Lusy dan memeluknya erat.


“Itu masa lalu, Lusy. Aku yakin bukan karena itu kamu belum bisa hamil. Pasti ada penjelasan yang masuk akal, kamu jangan banyak pikiran, hm ….” Zayn mencoba menenangkan Lusy, dia memeluk sambil mengusap secara konstan punggung sang istri.


“Tetap saja aku takut, aku merasa bersalah,” ucap Lusy sambil menenggelamkan wajah di pundak Zayn.

__ADS_1


“Jangan merasa bersalah. Ingat, aku menerimamu apa adanya. Bagaimanapun nanti hasilnya, aku tidak akan pernah menyalahkan. Jadi, jangan menyalahkan dirimu sendiri.”


__ADS_2