Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Kabar pernikahan


__ADS_3

Farah duduk di depan meja riasnya saat Ikram baru saja pulang bekerja. Wanita itu meletakkan kapas yang dipegang, kemudian memutar posisi duduk, lantas menatap sang suami yang sedang melepas jas.


“Apa Zayn mendatangimu di kantor?” tanya Farah, berharap putranya itu memohon ke Ikram agar mendapatkan kembali jabatannya.


“Tidak, menghubungiku juga tidak,” jawab Ikram yang terlihat lelah. Dia duduk di tepian ranjang sambil membuka kancing baju bagian atas.


“Aku tidak yakin Zayn bisa bertahan tanpa kemewahan yang biasa dimiliki, dia pasti akan segera meninggalkan wanita itu dan kembali ke kita,” ujar Farah penuh keyakinan.


“Apa kita perlu bertindak sampai sekarang? Rasanya aneh ketika anak sendiri pergi karena masalah pilihan,” ujar Ikram mulai ragu atas keputusannya membiarkan Zayn pergi.


“Biar dia belajar dan menyadari kalau pilihannya itu salah, Pa. Aku tidak akan merestui Zayn bersama wanita selain pilihanku.”


Baru saja Farah berhenti mengucapkan kalimat itu, ponselnya yang ada di atas meja rias berdering dan ada pesan chat yang diterimanya dari nomor Zayn.


Wanita itu bersemangat membuka, beranggapan jika Zayn pasti menghubungi untuk memohon agar bisa kembali ke rumah.


Namun, semua pemikiran itu salah. Farah terkejut ketika mendapatkan kiriman foto dan video dari Zayn.


“Ada apa, Ma?” tanya Ikram saat melihat Farah menatap ponsel dengan serius.


Farah tidak langsung menjawab pertanyaan Ikram, memilih melihat video yang dikirimkan Zayn dengan rasa kesal yang bercokol di dada.

__ADS_1


[Aku sudah menikah dengan Lusy, aku harap ke depannya Mama tidak mengganggu kami lagi jika memang tidak merestui. Kami berhak bahagia, jadi aku harap Mama tidak menghalangi kebahagiaan kami. Jika Mama masih mencoba terus jahat ke Lusy, maaf jika aku harus jadi anak durhaka.]


[Satu lagi. Wanita yang Mama anggap baik, ternyata tidak lebih baik dari istriku.]


“Zayn!” Farah berteriak keras karena tidak menyangka jika Zayn akan berbuat nekat menikahi Lusy tanpa restu dan persetujuan dirinya maupun Ikram.


Ikram sangat terkejut ketika melihat Farah berteriak, hingga kemudian mengambil ponsel Zayn dan melihat apa yang terjadi.


“Dia keterlaluan, bagaimana bisa dia menikahi wanita itu?” Farah tidak bisa membendung emosinya.


Ikram hanya diam menatap foto pernikahan putranya yang hanya dihadiri beberapa orang saksi. Ada rasa kecewa yang kini singgah di hati pria itu.


“Ya tentu, selama dia tidak meninggalkan wanita itu, maka aku tidak akan pernah memintanya kembali! Aku tidak sudi punya menantu hamil di luar nikah dan mantan narapidana!” Dada Farah naik turun tidak beraturan karena menahan amarah akibat mengetahui putranya nekat menikah dengan wanita yang tidak direstui hubungannya.


Zahra sedang melintas di depan kamar kedua orangtuanya, hingga dia mendengar Farah berteriak menyebut nama sang kakak, membuat Zahra akhirnya menelinga pembicaraan ayah dan ibunya.


Zahra sedih sang kakak pergi, dia terlalu menyayangi kakaknya itu dan tentunya bertekad akan selalu mendukung keputusan Zayn. Saat dirinya mendengar ucapan Farah yang menjelekkan Lusy, membuat Zahra tidak bisa tinggal diam.


“Kak Lusy baik!” Zahra tiba-tiba masuk ke kamar di mana pintu kamar orangtuanya memang tidak tertutup rapat.


Farah dan Ikram langsung menoleh saat mendengar suara Zahra, melihat gadis itu kini berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


“Kamu bicara apa, hah?” tanya Farah terlihat tidak senang.


“Kenapa Mama menghinanya tanpa tahu yang sebenarnya? Kak Lusy sangat baik dan ramah, mungkin itu yang membuat Kakak menyukainya. Kenapa Mama tidak merestui saja? Apa Mama tidak mau Kakak bahagia? Apa Mama lebih suka menjodohkan Kak Zayn dengan wanita yang tidak dicintai dan kemudian tidak bahagia?” Zahra memberondong Farah dengan banyak pertanyaan.


Ikram tertegun mendengar Zahra banyak memprotes, sedangkan Farah semakin naik pitam.


“Kamu diam saja! Anak kecil tahu apa!” bentak Farah.


“Mama yang tidak tahu apa-apa! Kalau memang hamil di luar nikah, memangnya kenapa? Itu juga bukan keinginan Kak Lusy, kenapa Mama harus menghinanya? Dia dipenjara juga karena tidak sengaja menabrak dan dituntut karena kesalahannya, itu bukan keinginannya juga! Jika hamil di luar nikah memang aib buat Mama, bagaimana jika itu terjadi kepadaku? Bagaimana jika itu menimpaku? Apa Mama juga akan menganggap jika aku aib?” Zahra bicara dengan sangat cepat agar tidak disela atau dipotong kedua orangtuanya.


“Zahra!” Farah berdiri sambil membentak saat mendengar kata-kata yang diucapkan Zahra, terutama di bagian akhir kalimat putrinya itu.


Mata Farah menyalang mendengar setiap rangkaian kata yang diucapkan Zahra.


Bola mata Zahra berkaca-kaca, dia sedih karena keegoisan kedua orangtuanya, membuat Zahra kehilangan sang kakak.


“Aku benci kalian, kalian jahat mengusir Kakak!’


Zahra lantas memilih berlari keluar kamar orangtuanya, lantas menaiki anak tangga menuju kamarnya.


Ikram hanya memijat kening mendengar ucapan Zahra, sedangkan Farah terduduk lemas di kursi.

__ADS_1


__ADS_2