
“Lu, apa kamu yakin dengan yang kamu katakan tadi pagi?” tanya Zayn ketik berdua bersama Lusy.
Zayn memang tidak masuk saat ada Farah di ruangan itu, bahkan dia bersembunyi ketika Farah keluar dari kamar Lusy. Dia tidak ingin langsung menemui Farah karena tidak yakin akan keputusan yang hendak diambilnya.
“Ucapanku yang mana?” tanya Lusy memastikan sebelum menjawab pertanyaan Zayn.
“Setuju untuk pulang ke rumah orangtuaku,” jawab Zayn dengan ekspresi wajah penuh keraguan.
Lusy menggenggam telapak tangan Zayn, tahu kalau suaminya pasti masih ragu karena pernah disakiti hatinya oleh ibunya sendiri.
“Sangat yakin.Tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua, Zayn. Jangan menjadi egois hanya karena kamu merasa benar,” ucap Lusy menasihati.
Zayn terlihat berpikir, hingga kemudian membalas genggaman tangan istrinya itu dengan erat.
“Aku sudah memutuskan.”
**
Farah berada di sebuah restoran setelah menjenguk dan bicara dengan Lusy. Kini dia duduk diam tanpa menyentuh makanan yang dipesannya. Pikirannya kalut karena rindu akan keluarga utuhnya, hatinya berharap Lusy bisa membujuk putranya untuk kembali pulang dan tinggal bersamanya.
“Tante.” Suara Meghan membuyarkan lamunan Farah.
__ADS_1
Farah menatap ke arah Meghan, hingga terlihat memasang wajah tak senang.
“Senangnya bertemu Tante di sini. Tante sendirian?” tanya Meghan yang langsung duduk tanpa meminta izin Farah.
Farah kembali kesal karena melihat Meghan, ingatan akan piciknya wanita itu membuat mood-nya semakin hancur.
“Untuk apa kamu ke sini?” Farah langsung bicara ketus ke Meghan. Dia bukanlah tipe wanita yang suka berbasa-basi.
Meghan sangat terkejut mendengar pertanyaan Farah, menatap wanita itu dengan rasa heran karena Farah bicara sedikit ketus kepadanya.
“Aku hanya merasa Tante sendirian dan perlu ditemani,” jawab Meghan sedikit ragu.
Meghan semakin terkesiap, menatap Farah dengan banyak pertanyaan di kepala.
“Kenapa Tante bersikap seperti ini kepadaku? Apa aku punya salah? Jika ya, aku minta maaf,” ucap Meghan berusaha merendah.
Farah tersenyum mencibir, bahkan memalingkan wajah sambil membuang napas menggunakan mulut.
“Salah? Ya, kamu memiliki kesalahan yang tidak bisa aku maafkan.” Setelah mengucapkan kalimat itu, Farah pun menatap tajam ke Meghan.
Meghan tersentak mendengar ucapan Farah, tidak paham dengan kesalahan yang dimaksud.
__ADS_1
“Aku salah apa, Tan?” tanya Meghan dengan suara dibuat selembut mungkin.
Farah lagi-lagi tersenyum mencibir, hingga kemudian menjawab, “Kamu mau menikah dengan Zayn hanya karena ingin memanfaatkannya saja, apa kamu pikir aku tidak tahu itu?”
Meghan sangat terkejut mendengar ucapan Farah, hingga terlihat gelagapan karena Farah tahu akan hal itu. Namun, tentunya Meghan tidak akan langsung mengaku dan mencoba berkilah.
“Itu tidak benar. Aku menyukai Zayn sejak pertama kali bertemu dengannya saat ada acara di Singapore, Tan.” Meghan mencoba berkilah untuk meyakinkan Farah.
Farah ingin tertawa mendengar sanggahan Meghan, semakin merasa jika wanita itu tidak tahu malu dengan berbohong kepadanya.
“Apa kamu pikir aku ini bodoh? Aku melihat dan mendengar kalau kamu ingin menikahi Zayn untuk memanfaatkan dan mengamankan posisimu di dunia bisnis. Aku tidak menyangka jika wanita sepertimu ternyata begitu picik. Aku menyesal karena telah memaksa Zayn untuk menikah denganmu. Ternyata pilihan Zayn memang lebih baik darimu!” Farah akhirnya mengungkap tentang apa yang diketahuinya tentang Meghan.
Meghan tidak bisa berkata-kata karena Farah berkata jika mengetahui dan melihat sendiri tentang hal itu.
Farah mengambil tasnya, kemudian berdiri dan menatap Meghan.
“Mulai sekarang, jangan menggangguku atau Zayn. Zayn sudah menikah dan aku menerima pernikahan mereka. Serta kamu jangan lagi pernah membahas kalau aku pernah menjodohkan kalian.” Farah bicara begitu tegas, hingga kemudian pergi meninggalkan Meghan di sana sendirian.
Meghan mengepalkan telapak tangannya, kenapa semuanya jadi kacau seperti ini.
“Sialan, kenapa juga wanita itu harus masuk ke dalam kehidupan Zayn,” gerutu Meghan sebelum kemudian memukulkan kepalan tangan di meja.
__ADS_1