
Alicia terus berbincang-bincang dengan diana. mereka terlihat sudah sangat akrab, ibu dan All saling menatap melihat Alice tertawa lepas seperti itu. sudah sangat lama Alice tidak pernah seceria itu,
"hmmmp ince tolong antarkan nona diana ke kamar tamu" Ucap nyonya besar atau ibu dari All dan Alis,
"Ya sudah nyonya rumah ini ingin agar kau istirahat. Cepat pergi ikuti bik ince" Seru alis dia begitu senang dengan diana
🌻
"Alis! Kau terlihat menyukai nya?" Ujar ibu Alis
Ibu Renatha atau yang biasa di sebut nyonya rena.
"Kau jangan terlalu dekat dengan orang asing" Timpal All
Bibir Alis mengerucut dia tidak senang dengan itu bagi dia Diana begitu menyenangkan.
"Kakak yang membawanya kemari"
"Kau tidak tahu Alis dia itu siapa mungkin dia bukan orang baik" All sudah menyuruh pengawal untuk mengetatkan penjagaan karna dia memang tidak mungkin mengusir diana.
" Hei! Memang nya dia terlihat seperti orang jahat?"
"Benar juga. tadi dia juga mengembalikan kotak kecil yang jatuh dari paperbag ibu" Ujar ibu rena sambil menutup majalah di tangan nya.
"Sudah sekarang semua nya tidur" Penghuni rumah utama langsung menuju kamar masing-masing mendengar perintah dari All.
🌻
Perut diana keroncongan dia melihat layar ponsel nya disana sudah menunjukan pukul 1 berarti sudah tengah malam.
__ADS_1
Adooo kita so pe lapar skali. somo anfal kita p mahg. (Aduh aku lapar. mahg ku bisa kambuh) bergumam dengan bahasa daerah khas Diana bahasa manado
Lebeh bae kaluar. sapa tau ada makanan atau roti di dapur (Lebih baik keluar. siapa tau ada makanan atau roti di dapur)
Diana ke arah dapur dia membuka lemari dia menemukan ada roti disitu. dia duduk sambil memakan roti untuk mengisi perut nya yang keroncongan.
All tidak bisa tidur, dia keluar dia melihat ada seseorang yang memainkan ponsel dari arah dapur.
"Sedang apa kau?" sapa All
Diana kaget sampai handphone di genggaman nya jatuh karna lepas kendali.
"Maaf aku sudah lancang" Diana bingung harus berkata apa tapi dia memang sudah lancang mencuri makanan orang. "Aku lapar. jadi aku ke dapur dan memakan roti. Maafkan aku"
All merasa lucu melihat tingkah Diana.
"Ouh jadi kau lapar"
hmmmm.... hanya itu jawaban dari All
"Kenapa kau belum tidur?" tidak ada jawaban dari All
"Apa kau juga lapar? mau ku ambilkan roti?"
Tetap sama tidak ada jawaban, akhirnya Diana lebih memilih diam tidak bersuara. dengan memakan rotinya.
"Ikut aku" Ucap All sambil berjalan entah kemana
Diana mengikuti dari belakang. sampai berhenti di balkon lantai 2 dimana dekat dengan kamar yang di tiduri olehnya.
__ADS_1
Mereka berdua hanya diam menatap langit malam yang begitu indah.
"Apa tujuan mu ke kota ini?" tanya All memecah keheningan
"Aku kesini karna aku ingin berkunjung"
"Selain itu?"
"Baiklah akan aku ceritakan"
"Aku tidak tertarik dengan cerita hidupmu!" Ucap All
"Tapi kau bertanya" Timpal balik Diana
"Oke! ceritakan"
"Aku kesini karna duluh waktu aku ulang tahun ke 22. aku pernah bilang kalau 23 tahun aku akan ke kota ini, dan suamiku bilang tahun depan kau harus pergi. jika tidak bersama ku datanglah sendiri dan berkeliling di tengah banyak nya orang. agar aku bisa mengerti kehidupan luar"
"Jadi kau sudah punya suami"
"Hummp.... Iya tapi.. " Diana menggantung kata-katanya "Sekarang dia sudah tidak ada, itu sebab nya aku datang sendiri" mimik wajah diana tetap santay
"kemana dia?" All tidak berhenti bertanya
"Pulang ke rumah BAPA" Jawab Diana
"Maaf aku sudah bertanya terlalu jauh" Ucap all sambil meneguk botol soda di genggaman nya.
"Kembali tidur. besok kqu harus merayakan ulang tahun mu"
__ADS_1
"Baiklah!" Diana memandang All "Terima kasih telah mengijinkan ku menginap disini"
All mengangguk. hanya itu jawaban yang di dapat Diana.