Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Berbagi Cheryl


__ADS_3

Lusy dan Zayn pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Joya. Keduanya sudah sampai di kamar inap Joya, bertemu dengan Liana dan Gilang yang baru saja keluar dari kamar.


“Om, Tante.” Lusy menyapa orangtua Kenzo.


“Kamu datang,” ucap Liana sedikit tenang. Dia lantas menatap Cheryl yang ada di gendongan Zayn.


“Masuklah, mungkin dengan adanya Cheryl, Joya akan lebih tenang,” kata Liana.


Lusy dan Zayn menangguk bersamaan, kemudian mereka masuk ke ruangan Joya.


Saat masuk, Lusy melihat kondisi Joya yang sangat buruk. Kedua matanya terlihat bengkak, wajahnya sembab karena banyak menangis.


“Joy.”


Joya dan Kenzo menoleh bersamaan ke arah Lusy, hingga Joya tersenyum saat melihat Cheryl di sana.


“Cheryl.” Joya mengulurkan kedua tangan ke arah Zayn yang menggendong anak angkatnya itu.


Zayn pun menyerahkan Cheryl, berharap anak tirinya itu akan menjadi pelipur lara hati Joya yang kehilangan bayinya.

__ADS_1


“Cheryl sayang.” Joya langsung memangku dan menciumi pipi Cheryl, lantas memeluk erat dan terlihat ingin kembali menangis.


Lusy melihat kehilangan yang begitu mendalam dari tatapan mata Joya, buliran kristal bening terus menggenang di bola mata temannya itu.


Zayn menatap Kenzo, melihat bagaimana temannya itu terlihat begitu bersedih karena kehilangan bayi yang sudah dinantikan.


“Kamu baik-baik saja?” tanya Zayn sambil menepuk pundak Kenzo.


Kenzo menoleh Zayn dan tersenyum, sebelum kemudian memilih mengajak Zayn bicara di luar ruangan.


Lusy duduk di tepian ranjang saat Zayn dan Kenzo pergi. Dia lantas mengusap rambut Cheryl, sebelum kemudian menyentuh tangan Joya.


Joya menatap Cheryl, hingga kemudian kembali menangis sambil memeluk gadis kecil itu. Joya mendekapnya erat, seolah sedang mencurahkan semua kesedihan kepada gadis kecil itu.


Cheryl sendiri tentunya belum paham dengan kondisi yang terjadi, hingga gadis kecil itu mengusap-usap punggung Joya, sama seperti saat Cheryl menangis dan ditenangkan oleh ibu angkatnya itu.


“Lu.” Joya melepas pelukan dari Cheryl, kemudian mencoba tersenyum saat memandang gadis kecil itu. Dia lantas mengalihkan tatapan ke Lusy.


“Ya, ada apa?” Lusy menggenggam erat telapak tangan Joya.

__ADS_1


“Boleh Cheryl untukku, bolehkah dia tinggal bersamaku?” Demi menutupi pedih karena kehilangan, Joya menginginkan Cheryl bersamanya.


Lusy tersenyum mendengar permintaan Joya, hingga kemudian menganggukkan kepala.


“Cheryl juga milikmu, jika kamu menginginkannya bersamamu, maka aku akan memberikannya, Joy.” Lusy sadar jika tanpa Joya, Cheryl tidak akan pernah mendapatkan kehidupan yang layak seperti sekarang. Mungkin berbagi kasih dan cinta Cheryl tidak akan ada ruginya untuk Lusy.


Di luar ruangan, Zayn duduk di selasar panjang di koridor rumah sakit bersama Kenzo. Ditatapnya temannya itu yang terlihat frustasi.


“Apa kalian sudah melaporkannya ke kantor polisi?” tanya Zayn.


Kenzo mengusap wajahnya kasar, hingga terdengar suara helaan napas berat.


“Sudah, tapi belum ada hasil. Papa juga sudah mengecek semua Cctv dan mendapati kalau Grisellah pelakunya, tapi tetap belum menemukan di mana wanita itu membawa bayi kami,” jawab Kenzo, wajahnya terlihat frustasi dan begitu sedih.


“Grisel lagi!” Zayn terlihat geram karena mantan istri kakak sepupunya itu terus saja membuat masalah. Tidak saat masih kuliah yang terus iri kepada Joya, bahkan setelah bercerai dari suaminya karena terus menuduh sang suami berselingkuh, kini masih mengganggu Joya yang tidak tahu apa-apa.


“Aku tidak tega melihat Joya seperti itu, dia terus menangis bahkan dalam tidur sekalipun. Aku tidak akan pernah memaafkan Grisel yang telah berani menculik putraku. Akan aku pastikan dia mendapatkan hukuman yang setimpal.” Kenzo mengepalkan telapak tangan setelah mengucapkan kalimat itu.


Zayn menepuk pundak Kenzo, tentunya paham akan perasaan temannya itu. Tidak akan ada yang rela jika buah hati yang sudah dinanti malah kini diculik dan dipisahkan dari orangtuanya.

__ADS_1


“Kita pasti bisa menemukannya.”


__ADS_2