Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Makan siang


__ADS_3

All dan Diana sudah kembali ke apartemen, dimana hanya ada mereka berdua. all maupun diana terlihat canggung untuk membuka suara, sekedar bertanya atau untuk basa basi.


Sampai all menarik nafas dalam membuka suara. menghentikan keheningan dan kecanggungan di antara mereka berdua.


"Apa kau lelah?" kata all bertanya pada diana, membuat diana sedikit menengadah pada all.


"Huuu apa katamu?" ternyata pada saat all bertanya diana sedang berada di dalam lamunan nya. "Apa katamu? tadi aku tidak mendengar nya" diana balik bertanya membuat all mendengus kesal


"Sudalah lupakan! Cepat istirahat kau pasti lelah" kata all masih berdiri tidak bergeser dari tempat nya. "Okay. Terima kasih untuk hari ini" kata diana berjalan meninggalkan all namun di depan pintu diana sudah memegang handle pintu diana membalikan badan menatap all "Kau juga istirahat" kata diana langsung masuk menutup pintu kamar nya.


Ada apa dengan ku? aku harus cepat-cepat mengakhiri ini semua, jangan sampai pertahanan ku roboh padanya.


All mengulas senyum di bibirnya, mengingat-ingat perkataan diana tadi padanya. all saat ini memang belum menyadari perasaan apa yang dia miliki pada diana, entah itu perasaan nyaman atau memang perasaan cinta yang tumbuh secara alami seiring berjalan nya waktu.


Cinta bisa saja bertumbuh dengan berjalan nya waktu. namun yang selalu membuat all meragukan perasaan nya. mana mungkin dia menyukai seorang singel parent itu tidak mungkin namun nyatanya pesona mama muda sudah mengalihkan seluruh perhatian nya,

__ADS_1


All dan diana tertidur dalam fikiran masing-masing, bagi diana yang tidak memiliki kepercayaan diri. dia merasa tidak cocok untuk berada di sisi all, dengan status yang saat ini di sandang oleh nya. sebagai mama muda membuat diana terlalu banyak berfikir keras malam ini. hingga membuat nya tertidur dengan gumam-gumam kecil di bibir nya.


-


-


-


"Selamat Pagi" sapa diana pada all di ujung meja yang sudah menunggu kedatangan tuan muda All Sagasali itu. all sedikit merasa heran dengan perubahan yang di alami diana pada pagi ini.


"Ada apa dengan mu? katakan!" tanya all


"Tidak apa-apa hanya mencoba bekerja lebih baik lagi." kata diana tersenyum "Agar bisa mendapat gaji lebih banyak" sambung diana


All tidak menjawab dia hanya merasa aneh dengan diana bukannya kemarin dia berkata kalau tidak memperdulihkan itu semua.

__ADS_1


Dasar wanita mata duitan.


"Aku akan berangkat" all berdiri mengelap bibirnya dengan tisue


Diana juga ikut berdiri mengikuti all sampai di depan pintu "Aku akan mengantarkan makanan untuk mu" kata diana menatap all melipat bibirnya menahan rasa malu yang baru saja dia buang.


"Apa!" penuturan diana membuat all sedikit bergidik ngeri, entah apa yang merasuki diana pagi ini. tapi Diana enggan mengulangi kata-katanya. "Emmm.... baiklah akan ku tunggu"


kata all dengan tangan berada di dalam saku celananya. all terlihat lebih tampan dengan pose seperti itu.


"Tapi kau tidak perluh membawa makanan semua akan di sediakan" ucap all langsung memutar badan pergi dari zona mencekam itu.


All mengambil handphone di saku celana menekan tombol menelfon sesorang. "Hallo. gan! siapkan makan siang terbaik" kata all segera mematikan ponsel nya.


Membuat seseorang yang menerima telfon bertanya-tanya. Ada apa dengan boss ini sudah sangat lama dan sekarang dia ingin makan siang apa dia akan makan siang bersama dengan wanita itu atau jangan-jangan wanita itu adalah calon nona muda sagasali.

__ADS_1


semua jenis pertanyaan sudah memunculan di benak nya.


__ADS_2