Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Keputusan Final


__ADS_3

“Lu, aku tadi melihat kamu dan Zayn tampak dekat. Apa kalian ….” Joya sengaja menjeda ucapannya. Ditatapnya Lusy yang duduk berseberangan dengannya, kini di tengah ranjang ada Cheryl yang tidur, sedangkan Joya dan Lusy ada di samping gadis kecil itu.


“Kami kenapa?” tanya Lusy karena Joya menghentikan apa yang hendak diucapkan.


“Kalian menjalin hubungan?” tanya Joya hati-hati. Dia mengusap lembut perutnya yang besar.


Lusy mengulum bibirnya, lantas memilih berbaring miring dengan tangan mengusap lembut wajah Cheryl.


“Entahlah Joy, dia memang ingin menjalin hubungan denganku. Namun, kamu tahu bagaimana aku takut menjalin hubungan dengan pria. Aku hanya takut masa lalu terulang, aku tidak ingin ada kejadian sama di masa depanku, Joy. Aku tidak ingin dibuang untuk kedua kalinya,” ucap Lusy menjawab pertanyaan Joya.


“Lalu, apa kamu menolaknya juga?” tanya Joya lagi.


Lusy menatap temannya itu, tahu jika Joya pasti juga mencemaskan dirinya.


“Tidak, aku hanya menjawab jika ingin menjalaninya dulu tanpa status. Jika memang cocok, mungkin aku bisa menjalin hubungan serius dengannya,” jawab Lusy dengan suara lirih di akhir kalimat.

__ADS_1


Joya tersenyum, lantas ikut berbaring miring dan menghadap ke Lusy.


“Itu awal yang bagus, Lu. Setidaknya kamu bisa sedikit membuka hatimu. Aku percaya kepada Zayn jika dia bisa mencintaimu sepenuh hati, kamu akan tahu itu setelah sering bersamanya. Dia bukan tipe pria yang mudah tertarik ke wanita,” ujar Joya sedikit memuji Zayn agar Lusy tidak meragukan pemuda itu.


Lusy memilih diam, dia sendiri belum benar-benar yakin karena bagaimanapun baru saja mengenal pemuda itu.


**


“Apa kamu benar-benar mencintai Lusy?” tanya Kenzo sambil menatap teman yang dikenalnya dari ajang adu balap.


Zayn menarik napas panjang dan mengembuskan perlahan, menahan udara dingin yang menerpa. Sesekali dia mengusap telapak tangan satu sama lain untuk mendapatkan sedikit kehangatan.


Zayn menatap hamparan kebun anggur yang tidak ada penerang, sebelum kemudian menoleh Kenzo yang ternyata sejak tadi sudah menatapnya.


“Kamu tahu aku tidak bisa menaruh hati ke siapapun setelah mencintai Joya. Namun Lusy, entah kenapa saat melihatnya pertama kali, dia seperti memiliki medan magnet yang mampu terus menarikku dan tidak membiarkanku pergi,” ujar Zayn kemudian.

__ADS_1


“Lebay!” cibir Kenzo. Namun, Kenzo juga sadar jika Zayn memang tidak pernah berpacaran atau sekadar iseng mendekati para gadis saat mereka berkumpul bersama dulu di tempat balap liar.


Kenzo tahu jika Zayn bukanlah tipe badboy dan playboy seperti dirinya dulu, tapi Kenzo dulu seperti itu juga karena tekanan keluarga. Sampai akhirnya bertemu Joya yang bisa membuatnya tergila-gila meski umurnya lebih muda dari sang istri sekarang, hanya Joya yang mampu membuat Kenzo berubah menjadi lebih baik.


“Kamu juga dulu seperti itu! Mengejar Joya seperti apa, hm?” Zayn mengingatkan jika Kenzo sebenarnya juga sama saja dengannya.


Kenzo tertawa kemudian memukul lengan Zayn.


“Ya, ternyata kita sama,” ucap Kenzo, “lalu, apa rencanamu sekarang?” tanya Kenzo kemudian.


“Kamu tahu aku sengaja menghubungi Joya karena ingin membujuk Lusy agar mau ke Indonesia. Selain dia yang tidak aman tinggal di sini karena mungkin ada gangguan dari Max, juga karena aku ingin lebih dekat dengannya, serta melihatnya setiap saat,” jawab Zayn dengan senyum kecil di wajah.


Kenzo mengangguk-angguk paham, kemudian teringat akan keluarga temannya itu.


“Lalu, bagaimana dengan keluargamu? Aku tahu seperti apa keluargamu yang menjunjung tinggi kehormatan dan juga status. Apa mereka bisa menerima Lusy? Jangan buat Lusy kecewa, Zayn.”

__ADS_1


Zayn terdiam mendengar Kenzo mengingatkan akan keluarganya. Namun, itu tidak akan menjadi penghalang karena Zayn sudah membuat keputusannya sendiri.


“Memiliki Lusy adalah keputusan finalku. Tidak akan ada yang bisa mengubahnya, meskipun itu keluargaku.”


__ADS_2