
Tubuh Lusy benar-benar sudah tidak nyaman, dirinya sampai tidak sengaja melepas pegangan pada gelas, membuat gelas itu meluncur dan menghantam lantai, sebelum akhirnya pecah.
Hal itu menarik perhatian banyak tamu di sana. Semua orang menatap aneh ke Lusy yang terus mengusap dada dan berdiri bersandar di tembok.
“Lusy!” Zayn panik saat melihat keadaan Lusy.
Tanpa berpamitan dengan pria paruh baya yang bicara dengannya, Zayn memilih berlari menghampiri Lusy.
“Lu, ada apa?” tanya Zayn yang sudah memegang lengan Lusy agar kekasihnya itu bisa berdiri dengan tegap.
Lusy menggelengkan kepala, merasa tubuhnya semakin tidak nyaman.
“Aku tidak tahu, tubuhku tiba-tiba merasa tidak nyaman,” jawab Lusy sambil meringis menahan sesuatu yang aneh di tubuhnya.
Zayn menatap curiga, hingga melihat gelas pecah di lantai. Melihat wajah Lusy yang semakin memerah, membuat Zayn tidak pikir dua kali untuk langsung menggendong tubuh Lusy.
Semua orang memperhatikan apa yang dilakukan Zayn, hingga seseorang dari jauh mengambil foto Zayn yang menggendong Lusy.
__ADS_1
“Apa kamu makan atau minum pemberian orang?” tanya Zayn saat sudah sampai di parkiran dan mendudukkan Lusy di kursi penumpang samping kemudi.
Lusy menggeleng, kemudian berusaha menjawab pertanyaan Zayn. “Aku hanya minum jus dari seorang pelayan, tapi ….”
Lusy merasa tubuhnya semakin panas, bahkan dia semakin merintih karena merasakan keanehan tubuhnya.
“Sial!” umpat Zayn, sadar akan yang terjadi dengan Lusy. Dia pun buru-buru masuk ke belakang kemudi, kemudian menyalakan mesin.
Lusy masih menahan gejolak yang ada di tubuhnya, melawan sekuat dia bisa.
Zayn mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, hingga akhirnya mereka sampai di apartemen.
“Aku akan siapkan air dingin,” ucap Zayn. Dia hendak menurunkan Lusy di atas ranjang, tapi kekasihnya itu langsung menarik tengkuknya.
Lusy menyentuhkan bibir mereka, menautkannya begitu dalam. Hingga membuat Zayn berada di atas tubuhnya.
Zayn sangat terkejut, hendak menghindar tapi Lusy begitu kuat menahannya.
__ADS_1
Ditatapnya mata Lusy yang sudah berbalut gairah, hingga lambat laun malah membuat Zayn akhirnya ikut terbuai dan larut dalam ciuman itu.
“Tidak, ini tidak benar.” Zayn bergumam dalam hati. Dia pun mencoba melepas Lusy yang menahannya.
“Ini tidak benar, Lu.” Zayn mencoba mengembalikan akal sehatnya, dirinya hanya tidak ingin membuat Lusy kembali trauma jika mereka sampai tidur bersama sebelum menikah.
Lusy sudah dikuasai obat yang masuk di tubuh, sekuat apa pun dia menahan, tapi semua itu menyiksa dirinya.
“Tolong aku, Zayn,” rintih Lusy.
Zayn benar-benar kebingungan, hingga saat menatap mata sayu itu, membuat hatinya goyah, belum lagi Lusy yang memohon agar dia menolongnya.
“Maaf, Lu. Semoga saat kamu sadar nanti, tidak ada rasa kekecewaan di hatimu.”
Lusy mengangguk-angguk, entah sadar atau tidak, yang jelas wanita itu terlihat setuju.
Keduanya akhirnya terbuai dalam kubangan gairah. Untuk pertama kali Zayn melakukan penyatuan dengan seorang wanita. Dalam ketidaksadarannya, Lusy menikmati setiap sentuhan Zayn, hanya untuk melepaskan pengaruh obat yang terus menyiksa tubuhnya.
__ADS_1
Zayn tahu jika semua yang dilakukannya salah, tapi dirinya juga tidak bisa menahan saat Lusy terus memancingnya karena pengaruh obat. Namun, Zayn pun tidak lantas hanya akan memanfaatkan wanita itu, tentunya dia akan bertanggung jawab sepenuhnya dengan apa yang dilakukannya.
“Setelah ini, aku akan menikahimu, Lu.”