Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Rekaman Cctv


__ADS_3

“Apa yang terjadi, Zayn? Kamu bertengkar dengan mamamu?” tanya Lusy dengan raut wajah khawatir.


Dia tidak jadi pergi ke butik, memiliki tinggal untuk menemani Zayn yang terlihat kalut.


Zayn menatap Lusy, ucapan sang mama tentang Lusy yang tidak mau menerimanya jika tidak memiliki apa-apa, kembali berputar di kepala.


“Lu, jika aku tidak memiliki apa-apa, dan harus memulainya dari nol. Apa kamu masih mau menerimaku?” tanya Zayn dengan tatapan penuh harap ke Lusy.


Lusy terkesiap mendengar pertanyaan Zayn, jika memang demikian, berarti tebakannya memang benar kalau Zayn berseteru dengan keluarganya karena dia.


“Kamu pergi dari rumah?” tanya balik Lusy dengan sedikit senyum agar Zayn tidak berpikiran berlebih.


Zayn mengangguk, kemudian menjawab, “Mereka memberiku dua pilihan, Lu. Meninggalkanmu atau meninggalkan semua yang aku punya.”


Dari ucapan Zayn, Lusy bisa menebak apa pilihan pria itu. Lusy pun menggenggam telapak tangan, tersenyum hangat dan mengisyaratkan jika dirinya baik-baik saja serta menerima apa pun keputusan Zayn.


“Kamu memilih meninggalkan semua yang kamu punya hanya untukku?” tanya Lusy dan mendapat sebuah anggukan dari Zayn.


“Terima kasih,” ucap Lusy merasa terharu. “Apa pun dan bagaimanapun kondisimu, aku akan menerimanya, Zayn. Aku sudah pernah hidup susah, memulai semua nol lagi dari awal, bukanlah masalah besar untukku.”


Zayn senang karena Lusy paham dan mau menerimanya apa adanya. Dia mengeluarkan dompet dan mengambil dua kartu debitnya, lantas memberikannya ke tangan Lusy.

__ADS_1


“Apa ini?” Lusy terkejut saat Zayn memberikan kartu anjungan tarik mandiri itu.


“Uang yang aku punya, aku ingin kamu menyimpannya dan menggunakannya untuk kebutuhan kita. Lagi pula aku akan menikahimu, jadi kamu berhak menyimpannya,” jawab Zayn dengan senyum karena sebuah kelegaan.


“Tidak, Zayn. Ini milikmu, kamu saja yang simpan.” Lusy hendak menolak, tapi Zayn langsung mencegah.


“Aku mohon, aku serius dengan semua yang aku katakan. Kamu mau menikah denganku, ‘kan?” Zayn mencoba memastikan karena dirinya juga ingin bersama dan tidak ingin ada yang memisahkan.


Lusy terlihat berpikir, hingga akhirnya menganggukkan kepala tanda mau.


“Aku akan menikah denganmu, jika memang kamu mau menerimaku apa adanya,” jawab Lusy.


Zayn mempererat genggaman tangan Lusy, mengangguk dengan penuh rasa haru.


“Tentu,” balas Lusy, “kamu ikut balapan juga?” tanya Lusy kemudian.


Zayn menggeleng dan menjawab, “Hanya panitia, sudah bertahun-tahun lamanya aku tidak pernah ikut balap motor.”


“Kenapa?” tanya Lusy penasaran.


“Karena pernah mengalami cedera akibat kecelakaan,” jawab Zayn. Dia hanya bercerita sebatas itu, tidak mungkin dia bercerita jika kecelakaan hanya karena putus cinta.

__ADS_1


**


Zayn pergi menemui Rion setelah merasa sedikit tenang bicara dengan Lusy. Dia sudah mendapatkan kepastian akan hubungan mereka, sehingga kini tinggal melakukan apa yang harus dilakukan.


“Bagaimana?” tanya Zayn saat menemui Rion di perusahaan tempat Rion bekerja.


“Sudah dapat. Aku mengecek satu persatu kamera Cctv yang terpasang di sana di waktu yang kamu sebutkan, hingga akhirnya mencurigai satu video yang mencurigakan,” jawab Rion dengan santainya. Membobol sistem atau meretas kamera Cctv, sudah biasa dilakukan pemuda berumur dua puluh enam tahun itu.


Rion mengeluarkan ponselnya, dia sudah menyimpan rekaman yang Zayn inginkan di sana.


“Seorang wanita meminta pelayan membawa dua gelas minuman yang sudah dicampur sesuatu masuk ke pesta.” Rion menunjukkan rekaman yang dimintanya. Dia meretas dan mencari tahu sejak masih di rumah, karena tidak mungkin menggunakan komputer milik perusahaan.


Zayn mengambil ponsel Rion, hingga kemudian mengamati dan memperhatikan video itu.


“Rekaman kedua, memperlihatkan pelayan itu memberikan minuman ke wanita berkewarganegaraan asing. Apa dia kekasihmu itu, benar dia bukan?” tanya Rion yang takut salah orang karena dirinya belum pernah melihat pacar Zayn, atau lebih tepatnya belum tahu jika Zayn sudah punya pacar.


“Ya benar, ini Lusy.” Untungnya Zayn mengirimkan foto Lusy ke Rion sehingga temannya itu bisa membantu melacak.


Zayn terus mengamati, hingga tangan yang memegang ponsel mencengkram erat saat melihat wajah pelaku dari kejadian yang menimpa Lusy.


Awalnya video itu hanya memperlihatkan punggung pelaku karena Cctv berada di belakang wanita yang terlihat di video, hingga wanita itu berbalik dan memperlihatkan wajahnya saat akan pergi dari sana.

__ADS_1


“Sialan!” gerutu Zayn.


__ADS_2