Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Tidak memperbolehkan


__ADS_3

“Maaf, saya tidak mengizinkan istri saya menjadi seorang model.”


Zayn langsung menolak dengan tegas ketika Albert mengungkapkan maksud untuk merekrut Lusy sebagai model tetapnya.


Lusy hanya diam karena sudah tahu pasti jawaban Zayn, memang membiarkan Albert bertemu Zayn agar dengan jelas tahu jika penolakan dirinya bukan tanpa sebab.


“Apa Anda yakin? Lusy sangat berpotensi dan pihak perusahaan sangat ingin dia yang menjadi modelnya,” ucap Albert membujuk.


Zayn mengulas senyum, meski menolak bukan berarti akan bersikap arogan.


“Maaf, saya benar-benar tidak bisa. Jika Anda menyukai salah satu model di perusahaan kami, saya akan sangat senang mengajukan kontrak kerjanya, tapi jika Anda menginginkan istri saya sebagai model, saya benar-benar tidak bisa,” jawab Zayn penuh penegasan meski ada seulas senyum di wajah.


Albert terlihat sangat kecewa, ditatapnya Lusy yang duduk di sebelah Zayn. Namun, Albert sudah berusaha membujuk, jika memang tidak diperbolehkan pun dia tidak bisa berbuat apa-apa.


“Baiklah, Pak Zayn. Maaf jika sudah tidak membuat nyaman. Saya hanya menyukai wajah alami juga kepolosan istri Anda, tapi karena Anda tidak memperbolehkan, saya tidak akan memaksa lagi,” ujar Albert akhirnya menerima keputusan Zayn.


Hingga Albert kemudian menatap Zahra, dari segi wajah dan postur tubuh, Zahra tidak jauh berbeda dari Lusy.

__ADS_1


“Ah, soal Anda. Apa Anda mau mencoba?” tanya Albert ke Zahra.


Zahra begitu terkejut dan tidak menyangka jika akan ditawari. Dia menatap Zayn dan Lusy, seolah sedang melontarkan pertanyaan apakah boleh menerima tawaran itu.


Lusy dan Zayn memberikan isyarat yang sama, mereka tidak akan melarang keputusan Zahra.


“Jika Anda memberikan saya kesempatan, saya akan dengan senang hati mencoba dan melakukan yang terbaik,” jawab Zahra dengan perasaan campur aduk karena bahagia.


**


“Soal pembahasan siang tadi, kamu tidak kecewa karena aku tidak memperbolehkanmu jadi model, ‘kan?” tanya Zayn saat mereka berada di mobil berdua.


“Tentu saja tidak, bukankah aku sudah berjanji kalau tidak akan jadi model jika kamu melarangnya. Aku tidak akan melakukan sesuatu yang tidak kamu perbolehkan,” jawab Lusy meyakinkan agar Zayn tidak beranggapan kalau dia marah.


Zayn bangga dengan sikap dan keteguhan hati Lusy. Tawaran menjadi model majalah luar negeri adalah hal yang menggiurkan. Selain gaji yang lumayan tinggi, model tersebut pun akan dipastikan dikenal oleh banyak orang diseluruh dunia.


Mobil Zayn sudah memasuki halaman rumah, Lusy langsung turun begitu mobil sudah terparkir di garasi. Dia ingin segera menemui Cheryl yang memang hari itu ada di rumah Farah.

__ADS_1


“Lihat, Mommy sudah pulang.” Ternyata Cheryl sedang bermain dengan Farah di ruang keluarga.


Cheryl berlari menghampiri Lusy begitu melihatnya datang. Gadis kecil itu begitu aktif dan terlihat sangat ceria. Cheryl langsung memeluk kedua kaki Lusy, sebelum akhirnya diangkat dan digendong oleh mommy-nya.


“Oh ya, Mama ingin membahas sesuatu dengan kalian,” ujar Farah sambil menepuk sofa di sampingnya.


Zayn pun langsung duduk di samping Farah, sedangkan Lusy memilih mengajak main Cheryl di lantai.


“Mama sebenarnya sudah lama ingin membahas masalah ini, tapi karena keluarga kita baru saja berbaikan, jadi Mama mencoba menahannya,” ujar Farah memulai pembicaraan.


Zayn mengerutkan alis, menatap sang mama yang terlihat bingung saat ingin menyampaikan sesuatu.


“Ada apa, Ma? Jika ini menyangkut tentang aku dan Lusy, lebih baik dikatakan sekarang daripada ada masalah di belakang.”


Meski Zayn takut jika apa yang akan dibahas ibunya mungkin menyangkut masalah pernikahan Zayn dan Lusy, tapi Zayn pun tidak bisa menahan rasa penasarannya jika Farah sudah membuka suara.


Farah memandang ke arah Lusy yang sedang main dengan Cheryl, sebelum kemudian kembali menatap Zayn.

__ADS_1


“Ma, katakan saja!” pinta Zayn yang tiba-tiba ikut merasa cemas.


__ADS_2