
“Siapa yang mengundangmu ke sini?” Farah sangat emosi saat melihat Meghan datang ke pesta pernikahan Zayn dan Lusy.
Bahkan Farah langsung menarik tangan Meghan dan mengajak wanita itu ke luar ruangan pesta agar tidak membuat kericuhan.
“Kenapa Tante terlihat sangat cemas?” tanya Meghan yang bersikap tenang dan seolah tidak merasa bersalah sama sekali.
“Hentikan omong kosongmu. Kamu pikir aku tidak tahu kalau kamu sudah membocorkan masa lalu Lusy ke kakakku. Kamu pikir dengan begitu, akan membuatku malu dan mengubah keputusanku! Tidak akan!”
Farah sudah menebak jika Meghanlah yang memberitahu kakaknya tentang masa lalu Lusy. Farah tidak menyangka jika Meghan akan sepicik itu.
“Oh, masalah itu. Aku tidak sengaja bilang, Tan. Bibi yang bertanya kepadaku kenapa tidak jadi bertunangan dengan Zayn, ya ga salah kalau aku jujur ke dia,” ujar Meghan yang memang sebenarnya sengaja bercerita, agar Lusy tidak pernah diterima di dalam keluarga besar Farah.
Farah benar-benar geram karena Meghan tidak merasa bersalah sama sekali, tapi dia juga tidak ingin merusak pesta pernikahan putranya dengan sebuah perdebatan.
“Tidak ada yang mengundangmu di sini, jadi pergi dari sini!” Usir Farah yang tidak menerima kehadiran Meghan.
“Saya tidak menghadiri pesta, tapi mau menemui Bibi,” jawab Meghan santai.
__ADS_1
Farah membulatkan bola mata lebar, apa maksud dari ucapan Meghan.
“Apa kamu bersekongkol dengan kakakku? Apa kamu memang berniat untuk mempermalukanku?” tanya Farah dengan telapak tangan mengepal.
Meghan menyeringai melihat ketakutan di mata Farah, tentu saja nama baik keluarga sangat dijunjung tinggi oleh wanita dua anak itu. Salah siapa Farah membatalkan rencana pertunangannya dengan Zayn, membuat Meghan akhirnya sakit hati.
“Jangan terlalu tegang, Tan. Tante terlalu berpikiran negatif tentangku, sehingga menuduhku sembarangan. Aku jadi merasa sakit hati dengan sikap Tante yang seperti ini,” ujar Meghan kemudian. Dia terlihat santai dan tenang, seolah tidak pernah memiliki masalah dengan Farah sebelumnya.
Farah ingin memperingatkan Meghan agar tidak mengganggu hubungan Zayn dan Lusy, tapi kakaknya keburu datang dan membuat Farah urung bicara.
“Kamu sudah datang, kenapa tidak mencariku?” tanya kakak Farah saat melihat Meghan.
“Kebetulan aku bertemu dengan Tante Farah, jadi kita ngobrol sebentar,” jawab Meghan.
“Tan, kalau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan, aku pamit ada keperluan dengan Bibi,” ucap Meghan, kemudian berjalan melewati Farah.
Farah benar-benar geram, takut jika Meghan bersekongkol dengan kakaknya. Dia tahu kalau sang kakak pasti emosi karena dia bersikap arogan malam itu, tapi jelas semua terjadi karena kakaknya yang memulai.
__ADS_1
**
“Dia bicara apa saja kepadamu? Apa dia mengancammu?” tanya Farida—kakak Farah.
“Meski Tante Farah mengancamku, aku tidak akan takut,” jawab Meghan santai.
Keduanya kini berjalan ke parkiran hotel untuk meninggalkan tempat itu.
“Sebenarnya aku merasa heran, Bibi.” Meghan menghentikan langkah, lantas memutar badan hingga saling berhadapan dengan Farida.
“Heran kenapa?” tanya Farida.
“Dia adik bibi, kenapa Bibi ingin menjatuhkannya?” tanya Meghan penasaran.
Meghan dihubungi Farida sekitar beberapa bulan lalu, saat itu Meghan yang memang baru saja putus hubungan dengan Farah, lantas memanfaatkan kesempatan agar membuat Lusy tidak diterima di keluarga besar Farah.
“Farah itu menyebalkan, dia selalu membuatku kesal karena merasa dirinya selalu tinggi,” jawab Farida jujur karena merasa menemukan partner yang cocok.
__ADS_1
“Lagian kamu juga tidak menyukai menantunya, ‘kan? Jadi apa salahnya kalau kita kerjasama,” ujar Farida kemudian.
Meghan menyeringai, ternyata wanita berumur lima puluh tahunan itu memiliki pemikiran yang licik. Ambisi dan impian Meghan hancur karena kehadiran Lusy, membuat Meghan akhirnya berencana membuat hidup Lusy tidak akan bahagia bersama Zayn.