
Zayn menahan pergelangan tangan Lusy hingga pil yang ingin diminum jatuh ke lantai.
Lusy sangat terkejut, hingga menatap Zayn yang kini sudah berdiri di hadapannya. Namun, Lusy mencoba bersikap tenang, menganggap jika Zayn pasti takut dirinya melakukan hal bodoh, seperti bunuh diri.
“Itu hanya pil pencegah kehamilan, Zayn. Aku meminumnya untuk berjaga-jaga,” ucap Lusy menjelaskan.
Lusy berharap Zayn mengerti, tapi siapa sangka jika reaksi Zayn berbeda.
“Aku tidak suka kamu meminum pil itu,” ucap Zayn masih dengan memegang pergelangan tangan Lusy.
Lusy menatap Zayn dengan perasaan heran, mereka bukan pasangan suami-istri, lantas kenapa Zayn harus melarangnya meminum pil itu.
“Zayn, aku harus meminumnya. Aku tidak mau jika sampai ….” Lusy berhenti bicara ketika melihat tatapan tidak suka pria di depannya.
__ADS_1
“Aku akan menikahimu jika kamu takut hamil,” ucap Zayn dengan tatapan tidak teralihkan.
Lusy terhenyak mendengar ucapan Zayn, dirinya tidak paham kenapa Zayn ingin menikahinya karena kesalahan satu malam.
“Zayn, jangan memaksakan diri. Aku juga tidak akan menuntut pertanggung jawabanmu.” Lusy sadar diri akan statusnya, kecewa memang dia rasakan, tapi Lusy tidak ingin dianggap lemah dengan mengemis belas asih pria itu.
“Tapi aku mau bertanggung jawab, bahkan jika perlu aku akan menikahimu hari ini juga,” ujar Zayn penuh keyakinan.
Lusy bergeming kenapa Zayn sangat ingin menikahi dirinya, sedangkan pria itu akan menikah dengan wanita lain.
“Apa? Apa maksudmu?” Zayn malah kebingungan mendengar ucapan Lusy.
“Aku tahu kamu akan menikah, sebab itu semalam aku berkata ingin bicara denganmu. Aku tidak masalah jika kamu pergi meninggalkanku, sebelum semua terlambat dan kita jatuh ke lubang yang semakin dalam. Mungkin kita lebih baik mengakhirinya hari ini.” Lusy mencoba menjelaskan, berusaha tetap tenang meski hatinya terasa terkoyak. Dibohongi kedua kalinya, membuat Lusy benar-benar menjadi wanita terbodoh di dunia.
__ADS_1
“Menikah dengan siapa? Aku hanya akan menikah denganmu, Lu. Tidak ada wanita lain, kamu sebenarnya sedang bicara apa? Kamu marah karena aku melakukannya saat kamu tidak sadar?” tanya Zayn karena salah tangkap akan maksud ucapan Lusy.
“Jangan membuatku berharap, Zayn.” Bola mata Lusy tiba-tiba berkaca. “Aku sadar diri jika memang tidak pantas untukmu. Aku tidak apa-apa jika kamu memang sudah dijodohkan dengan wanita lain. Jadi, biarkan aku membuat keputusanku sendiri. Aku tidak bisa menanggung resiko yang terjadi malam ini sendirian, sebab itu aku butuh pil itu, Zayn.”
Zayn terkesiap mendengar ucapan Lusy, hingga akhirnya paham ke mana arah pembicaraan itu, serta bisa menebak apa yang terjadi.
Zayn langsung memeluk Lusy, membuat wanita itu terkejut dan bergeming saat tubuh lemahnya berada di dekapan pria itu.
“Informasi apa pun yang kamu dengar, itu tidak benar, Lu. Aku memang dijodohkan, tapi tidak pernah sekalipun terpikirkan untuk menerimanya. Aku hanya akan menikah denganmu, bahkan jika kamu tidak percaya, aku bisa menikahimu hari ini juga. Soal kejadian semalam, aku pun akan menanggungnya. Hamil atau tidak, aku akan tetap menikahimu, tidak ada yang akan aku nikahi selain dirimu,” ujar Zayn berusaha tenang dan menanggapi semua ucapan Lusy dengan kepala dingin. Dia mencoba meyakinkan Lusy, jika dia hanya menginginkan wanita itu.
Lusy awalnya terdiam, hingga kemudian menangis dan membalas pelukan Zayn.
“Aku takut, Zayn. Aku takut jika tiba-tiba aku hamil, lalu kamu pergi meninggalkanku. Lantas bagaimana hidupku setelah itu? Aku tidak sanggup lagi menanggung rasa malu karena semua kesalahan yang aku perbuat. Aku sudah tidak sanggup.” Lusy menangis hingga terisak, sungguh dia benar-benar ketakutan saat ini.
__ADS_1
Zayn mendekap erat tubuh Lusy, bahkan mengusap lembut punggung wanita itu.
“Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu, apa pun yang terjadi aku akan selalu berada di sisimu. Aku akan bertanggung jawab atas dirimu, Lu. Jadi kumohon percayalah kepadaku.”