
Rindu rumah tentu saja diana sudah sangat merindukan rumah dan kampung halaman nya saat ini, dia yang hanya ingin datang berlibur. tidak di sangka malah harus bertemu all dan terlibat kontrak dengan nya.
Diana merindukan ayah dan ibu, sanak saudara, dan yang saat ini sangat memilukan hatinya. ketika dia terbayang wajah anak nya. masha gadis kecil yang selalu tersenyum ceria padanya. diana mengingat bagaimana masha melambaikan tangan padanya. dengan mata berkaca-kaca tapi berusaha di tutupi dengan senyum ceria mengantarkan kepergian diana ibunya sampai di halaman rumah.
diana sudah tidak dapat menahan lagi. buliran air sudah merembes keluar dari kedua bola matanya. diana hanya bisa membiarkan air mata nya keluar. dengan tangisan tanpa bersuara itu membuat diana kelelahan hingga tertidur.
Jam sudah menunjukan pukul 18.00 diana terbangun dari tidur, dia keluar kamar melemparkan kaki nya menuju ke dapur. disana dia mendapati all yang sedang mengambil air di depan kulkas.
"Bagaimana apa kau sudah merasa sedikit lebih baik?" sapa all pada diana dengan kembali meneguk botol berisi air mineral di tangannya. Diana tersenyum pada all "Hmpp.. seperti yang kau lihat" kata diana sambil berjalan melewati all dan duduk di depan meja makan.
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanya all pada diana
"Aku akan makan sekarang" Kata diana sambil menyendok makanan
__ADS_1
"Bukan itu maksud ku."
"Lalu?" diana hanya sibuk dengan makanan nya
"Lupakan saja. makan yang banyak" Kata all yang mendapat senyuman dari diana menyebalkan sekali kenapa dia harus tersenyum seperti itu padaku! terlihat manis sekali lagi..
"Jangan kepedean. aku hanya tidak suka melihat kau bermalas-malasan kau ku gaji bukan hanya untuk makan dan tidur" kata all
Dasar lelaki pelit. uang mu kan sangat banyak. lagi pula untuk apa menggaji ku menjadi pacar bohongan mu. diana terus mengumpat dalam hati nya.
Diana menghabiskan makanan nya dengan hening. energi nya belum terkumpul semua, jadi dia tidak memiliki kekuatan hanya untuk sekedar berdebat dengan all.
diana berjalan menuju sofa depan tv. setelah selesai dengan makan malam yang hening, diana berniat ingin menghibur diri dengan menonton tv.
__ADS_1
Dia sudah mencari beberapa chanel. agar bisa menemukan siaran yang menayangkan komedi-komedi lucu.
all yang menyusul diana segera melemparkan dirinya di sofa. dia sudah sedikit kesal melihat diana terus memindai siaran tv. membuat alis lelaki tampan itu sedikit berkerut.
"Berikan padaku!" kata all tidak mendapat jawaban dari diana "Hey... cepat berikan padaku" diana sontak kaget dengan nada suara all yang sedikit berteriak dia menatap all yang ada di samping nya dengan menelan kasar salivana nya.
"Hey. apa yang perluh ku berikan padamu haaa? dan kenapa juga kau harus berteriak?" kata diana menatap all dengan melipat kedua tangan di dada nya, hingga bibir dan alis nya terangkat. all pun sontak kaget melihat reaksi diana yang berlebihan menurut nya.
"Kau dari tadi terus mengganti chanel tv siaran apa yang kau mau. berikan remote nya padaku" Kata all yang sudah bisa mengusai dirinya
"siaran apa yang ku mau itu bukan urusan mu" Kata diana dengan intonasi yang meninggi sambil menunjuk dada all dengan jari telunjuk nya. "Dasar lelaki paling menyebalkan" Kata diana yang langsung berdiri pergi meninggalkan all dengan menghentakan kaki nya ke lantai.
all hanya terdiam mendengar parkataan diana yang berkata dia lelaki paling menyebalkan....
__ADS_1