Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Melihat Lusy


__ADS_3

Setelah menentukan waktu yang tepat. Zayn akhirnya memutuskan pergi ke Prancis untuk bisa mengetahui lebih lanjut bagaimana kehidupan Lucy dan seperti apa wanita yang sudah memikat hatinya itu.


Zayn mengumpulkan informasi tentang alamat Lucy, untungnya wanita itu benar tinggal di alamat yang Joya berikan. Di sebuah pedesaan bernama Mittelbergheim yang berada di kaki gunung Saint Odile. Pemuda itu menempuh jarak yang lumayan lama dari kota, hanya demi bisa bertemu dengan Lucy. Zayn pergi ke sebuah hotel kecil yang terdapat di sana untuk beristirahat, sebelum dirinya mencari informasi dan keberadaan Lucy.


Saat sore hari, Zayn keluar dari hotel untuk sekadar melihat-lihat daerah yang tampak nyaman, asri, juga menyenangkan itu. Hingga langkah terhenti saat melihat siapa yang sedang berlarian di jalan.


“Cheryl?” Zayn melihat bocah kecil itu tengah berjalan tanpa pengawasan.


Pemuda itu pun berlari untuk mengejar, hingga kemudian menangkap Cheryl.


“Hei, kenapa sendirian? Di mana Mamamu?” tanya Zayn.


“Mommy.” Cheryl memandang Zayn yang memegang kedua tangan mungilnya, kemudian menoleh ke belakang dan menunjuk ke sana.


Zayn memutuskan untuk menggandeng Cheryl dan berjalan mencari Lucy. Sampai dia melihat wanita itu tengah panik mencari keberadaan Cheryl.


“Ya Tuhan, Cheryl.” Lucy begitu lega saat melihat Lucy berjalan ke arahnya bersama seseorang.


Wanita itu tidak memperhatikan dengan seksama siapa yang bersama putrinya, langsung meraih tubuh mungil Cheryl dan menggendongnya.

__ADS_1


“Ya Tuhan, sayang. Jangan lari lagi,” ucap Lucy dengan raut wajah cemas.


“Terima ka-sih.” Lucy terkejut saat menyadari siapa yang tadi menggandeng putrinya.


“Sama-sama, hanya kebetulan tadi melihat.” Zayn tidak menyangka bisa benar-benar melihat wanita itu lagi, serta berusaha tenang meski sebenarnya sangat gugup.


Lucy masih menggendong Cheryl dan memandang putrinya untuk menghindari tatapan Zayn, hingga tampak bingung ingin bicara apa.


“Apa kamu datang karena ada urusan bisnis?” tanya Lucy sekadar berbasa-basi.


“Ya,” jawab Zayn yang tentunya berbohong.


“Oh ya, aku Zayn. Kita belum berkenalan secara resmi, kamu tidak pernah mau menyebut namamu,” ucap Zayn yang pernah mendapat penolakan saat ingin tahu nama wanita itu.


“Aku Lucy.” Akhirnya wanita itu mau menyebut namanya, meski Zayn sudah tahu.


Keduanya malah merasa canggung, apalagi Lucy yang tidak pernah dekat dengan pria.


“Kamu tinggal di sini?” tanya Zayn.

__ADS_1


“Aku bekerja di sana,” jawab Lucy sambil menunjuk ke kafe tempatnya bekerja.


Zayn mengangguk, bingung mau melakukan apa, sedangkan sebelumnya dirinya begitu menggebu-gebu ingin sekali bertemu wanita itu.


“Aku harus kembali ke kafe, terima kasih karena sudah menjaga Cheryl,” ucap Lucy kemudian melangkah menuju kafe tempatnya bekerja.


Cheryl digendong menghadap ke belakang, hingga gadis kecil itu mengangkat tangan dan menggerakkan jari secara buka dan tutup seolah sedang melambai.


Zayn tiba-tiba menggerakkan tangan ke udara, melakukan hal yang sama dengan Cheryl. Dia sedikit merutuki kegugupannya, kenapa begitu bertemu Lucy semua yang ingin dikatakannya hilang begitu saja.


Dia menatap Lusy yang berlalu pergi, mengejar dan memaksa bicara dengan wanita itu sekarang, sepertinya bukanlah hal bagus, mengingat Lusy pernah mengalami trauma terhadap pria.


Akhirnya Zayn mencoba bersabar dan akan berusaha menemui wanita itu di lain waktu. Dia memilih kembali lagi ke hotel, yang terpenting baginya sudah melihat Lusy.


Di sisi lain, Lusy keheranan dengan kemunculan Zayn di sana, tapi dirinya juga tidak ingin berpikir macam-macam mengingat jika dirinya juga baru mengenal pria itu, serta berusaha bersikap biasa ke Zayn karena pria itu teman Joya dan Kenzo.


“Cheryl jangan lari-lari lagi, nanti kalau Mommy kebingungan mencari bagaimana?” Lusy tersenyum setelah melontarkan pertanyaan itu ke putrinya, yang sudah pasti tidak akan mendapatkan jawaban dari Cheryl.


Lusy pun mencium pipi Cheryl bertubi hingga gadis itu tertawa terpingkal-pingkal.

__ADS_1


__ADS_2