
“Apa?”
Lusy sangat terkejut saat mendapatkan panggilan dari Liana—mertua Joya malam itu.
Sore itu Lusy mengambil Cheryl dari apartemen, tapi belum pergi ke rumah sakit untuk melihat Joya yang baru melahirkan.
Zayn dan Zahra sedang bermain bersama Cheryl, hingga mereka menatap Lusy yang terlihat terkejut.
“Baik, Bibi. Saya akan ke sana besok bersama Cheryl,” ujar Lusy setelah mendengar permintaan Liana dari seberang panggilan.
“Ada apa?” tanya Zayn saat Lusy sudah selesai menerima panggilan.
Lusy tidak langsung menjawab, menatap Cheryl yang masih asyik main bersama Zahra, sebelum kemudian memilih duduk di sofa.
Zayn awalnya duduk di lantai bersama Cheryl dan Zahra, lantas berdiri untuk mendengar apa yang terjadi.
“Ada apa?” tanya Zayn sambil menatap cemas ke Lusy yang terlihat gelisah.
“Joya sudah melahirkan anak laki-laki,” jawab Lusy tapi raut wajahnya menunjukkan kesedihan.
__ADS_1
“Syukurlah, tapi kenapa kamu malah terlihat sedih?” tanya Zayn yang keheranan, seharusnya Lusy bahagia karena temannya melahirkan.
Lusy menatap Zayn, bola mata wanita itu berkaca-kaca saat mengingat ucapan Liana tadi.
“Joya kehilangan bayinya, Zayn.”
Zayn sangat terkejut mendengar ucapan Lusy, mencoba menelaah maksud dari kata kehilangan.
“Kehilangan bagaimana maksudmu?” tanya Zayn memastikan.
“Ada yang menculiknya saat Joya sedang ke kamar mandi dan Ken sedang menerima panggilan. Sekarang Ken dan ayahnya juga sedang berusaha mencari si penculik,” jawab Lusy. Terlihat kesedihan di mata Lusy, Joya adalah wanita baik kenapa nasibnya seburuk itu.
“Bibi Liana memintaku membawa Cheryl ke rumah sakit besok, berharap Joya bisa sedikit tenang jika ada Cheryl di sana. Joya terus menangis karena kehilangan bayinya,” ujar Lusy menjelaskan.
“Baiklah, besok kita ke sana,” balas Zayn.
**
Farah terlihat memasang wajah kesal dan tidak senang. Dia bahkan mengalihkan pandangan dari Meghan yang malam itu datang berkunjung ke rumah.
__ADS_1
“Aku ke sini karena cemas karena Tante tidak menjawab panggilanku atau membalas pesanku. Apa Tante sedang sakit?” tanya Meghan mencoba mencari tahu kenapa Farah mengabaikan panggilannya.
“Ya, aku memang sedang sakit,” jawab Farah tanpa memandang Meghan. “Sakit hati karena kamu berniat memanfaatkan putraku,” gumam Farah dalam hati.
Meghan melihat perubahan dalam sikap Farah, tapi mencoba menepis dan berpikiran jika wanita itu sedang dalam kondisi mood buruk karena sakit.
“Aku bawa buah dan kue kesukaan Tante, jangan lupa dimakan ya, Tan. Aku pulang dulu karena Tante sedang dalam kondisi tidak sehat,” ujar Meghan kemudian berdiri dan menyematkan tali tas di pundak.
Farah hanya mengangguk, tentunya tidak lagi berkeinginan mencegah Meghan pergi seperti yang biasa dilakukan.
Meghan pun pergi dengan sedikit rasa kecewa, dia menghentikan langkah saat baru saja keluar dari rumah Farah.
“Kenapa Tante Farah mendadak berubah sikap? Apa dia sekarang merestui hubungan Zayn dengan wanita itu?” Meghan bertanya-tanya sendiri. “Tidak! Aku tidak bisa membiarkannya begitu saja!”
Meghan pergi dengan rasa kesal karena pemikirannya sendiri, sedangkan Farah kini hanya menatap buah dan kue yang dibawakan Meghan untuknya.
Farah sama sekali tidak menyentuh buah dan kue itu, memilih berdiri untuk kembali ke kamarnya.
“Buah dan kuenya mau saya simpankan dulu, Nyah?” tanya pembantu yang ingin membereskan meja.
__ADS_1
“Kamu buang saja, atau kalau mau makan saja. Aku sedang tidak ingin makan-makanan itu!”