Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Penusukan


__ADS_3

“Kamu lembur?”


Lusy melakukan panggilan sambil berjalan menenteng keranjang belanja. Dia sesekali meletakkan keranjang saat mengambil barang di rak display.


“Ya, kamu kalau lelah, tidurlah jangan menungguku,” ucap Zayn dari seberang panggilan.


“Baiklah, aku mengerti. Setelah selesai, segeralah pulang,” balas Lusy, sebelum kemudian mengakhiri panggilan itu.


Lusy menyelesaikan belanjaannya, hingga kemudian segera pergi ke kasir untuk membayar. Saat sedang menunggu belanjaannya dihitung, Lusy melihat seorang gadis ditarik paksa oleh dua orang pria. Dia terus mengamati, hingga sadar siapa gadis yang kini sedang ditarik paksa itu.


“Saya keluar sebentar, ini uangnya.” Lusy meninggalkan uang di meja kasir agar tidak dikira kabur, kemudian keluar dari minimarket dan menghampiri gadis yang sedang ditarik paksa oleh dua pria untuk ikut.


Ternyata gadis itu adalah Zahra, dia hendak pergi ke minimarket karena memang dekat dengan apartemen. Namun, baru saja dirinya sampai di tempat parkir minimarket, ada mobil yang berhenti di pinggir jalan dan dua pria terlihat keluar dari mobil itu. Zahra lantas ditarik paksa untuk dimasukkan ke mobil oleh dua pria tadi.


“Lepaskan dia!” teriak Lusy.


“Kakak!” Zahra terlihat lega saat melihat Lusy di sana.


Dua pria itu saling pandang melihat kedatangan Lusy, hingga keduanya lantas memandang Lusy secara bersamaan.


“Tidak usah ikut campur!” bentak salah satu pria itu.


“Menyingkir kalau ingin selamat!” gertak pria satunya.

__ADS_1


“Dia adikku, lepaskan dia!” Meski Lusy sedikit takut karena dua pria itu bertubuh besar dan kekar, tapi dirinya juga tidak bisa pergi begitu saja dan membiarkan Zahra dibawa oleh pria itu.


“Lepaskan dia, atau aku akan teriak!” ancam Lusy kemudian.


Kedua pria itu mengedarkan pandangan ke sekitar, mengamati apakah banyak orang yang berada di tempat itu.


Saat dua pria itu sedang mengamati sekitar, Lusy menggunakan kesempatan itu untuk menarik tangan Zahra.


Kedua pria itu terkejut, kemudian berusaha mendapatkan kembali Zahra dari tangan Lusy.


“Berikan dia!” perintah pria itu.


Lusy berdiri di depan Zahra, mencoba melindungi adik iparnya itu sebisa mungkin.


“Tolong!” teriak Zahra dan Lusy bersamaan.


“Lepaskan dia!” Lusy memeluk Zahra agar tidak dibawa oleh pria itu.


“Lepasin!” Zahra pun berusaha melepas tangan pria yang menahannya.


Mereka terlibat adu tarik, hingga pria satunya tidak sabar dan mengeluarkan belati dari balik punggung.


“Lepaskan dia, atau kamu akan merasakan akibatnya!” ancam pria tadi sambil menodongkan pisau ke Lusy.

__ADS_1


Zahra sangat terkejut, bola matanya membulat sempurna saat melihat ujung belati mengarah ke kakak iparnya.


“Kak!” Zahra panik.


“Aku tidak akan melepaskannya! Tolong!” Lusy masih berusaha berteriak untuk meminta tolong.


Satu pria yang menarik tangan Zahra, berusaha mendorong tubuh Lusy agar melepas Zahra. Hingga pria yang memegang belati geram kemudian menusuk pinggang Lusy lumayan dalam.


“Kak!” teriak Zahra panik dan takut.


“Kamu gila! Kenapa menusuknya?” Pria yang menarik tangan Zahra panik karena temannya menusuk Lusy.


“Ah, masa bodoh! Bawa dia!” Pria satunya ikut menarik Zahra meski satu tangannya berlumuran darah.


Lusy merasakan nyeri dan sakit di bagian pinggang, belum lagi kini darah mengalir deras melumuri celana dan jatuh ke trotoar.


“Kakak!” Zahra menangis melihat Lusy yang terjatuh ke jalanan.


Saat dua pria tadi berusaha membawa Zahra, orang-orang yang mendengar teriakan Lusy dan Zahra, mulai berdatangan untuk menolong.


“Ada masa, kabur!”


Dua pria itu melepas dan tidak jadi membawa Zahra, mereka memilih masuk ke mobil dan meminta pengemudinya untuk segera melajukan mobil meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Zahra langsung berlutut di samping Lusy, kemudian melihat darah mengalir tanpa henti dari pinggang sang kakak. Belum lagi Lusy terlihat memejamkan mata karena menahan sakit akibat luka yang didapat.


“Kak Lusy, bertahanlah! Tolong! Siapapun tolong, aku mohon!” jerit Zahra ketakutan melihat banyaknya darah yang mengalir.


__ADS_2