
Hari sudah pagi. matahari masuk lewat celah. jendela hordeng yang ada di kamar diana,
ternyata sudah pagi, aku harus membersihkan diri duluh pasti pria tengik itu sudah pergi.
"Apa kau terbiasa bangun kesiangan?" sapa All yang mengagetkan diana yang baru keluar dari kamarnya.
"Hei. aku sudah bilang padamu antar aku ke hotel, kau malah membawa ku kesini."
"Lihat ini" All menyerahkan kertas-kertas dan itu di baca dengan teliti oleh diana
"Aku tidak berminat dengan ini. kecuali" Diana menggantung kata-kata nya.
"Kecuali apa? katakan? aku tidak suka tawar menawar"
"Tidak! aku bilang aku tidak menyukainya"
" 3 Milliar. bagaimana? "
"Hummp.... baiklah jika kau memaksa.. tapi" diana menggantung kata-kata nya
"Tapi apa?" tanya All dia tidak suka tebak menebak
"Bagaimana dengan status ku singgel parent?"
"Itu tak masalah! tidak ada yang mengetahui itu kecuali aku"
"Tapi! aku tidak bisa terlalu lama disini" ucapan diana terdengar sangat berat dia tidak bisa lama-lama meninggalkan putri kecilnya
"Aku juga tidak ingin kau terlalu lama di dekat ku. sesuai kontrak hanya 3 bulan"
__ADS_1
Wahhh 3 bulan sebulan dapat 3 m kalau 3 bulan dapat 9 m, aku bisa tidur dengan nyenyak tanpa perduli dengan uang untuk masa depan masha, lagi pula! kontrak ini tidak merugikan. baiklah aku perlu memberitahukan ini pada orang rumah. gumam diana dalam hatinya
"Oke baiklah aku setuju! " Ucapnya sambil menanda tangani surat perjanjian kontrak antara dia dan All.
🌻
Suara telefon All berbunyi disitu tertera nama ibunya yang menelfon.
"All kau diamana?"
"Aku di kantor bu"
"Kau membawa wanita itu ke Apartement mu?"
"Iya bu! dia sekarang menjadi pasangan ku. cerita nya panjang"
Belum sempat All berkata telepon langsung di matikan. dia melanjutkan lagi pekerjaan nya.
🌻
Suara bell berbunyi. Diana cepat-cepat pergi membuka pintu. dia langsung mendapat pelukan dari Alis.
"Aku rindu padamu"
"Ayo masuk dulu." Diana mengikuti Alis dan ibunya "emmm maaf ini tidak seperti yang kalian bayangkan" ucapan Diana setelah duduk berhadapan dengan rena dan alis.
"Sudah-sudah sekarang kau sudah menjadi pasangan All. Cepat bersiap kita jalan-jalan dulu" Ucapan ibu All dengan tersenyum ramah
"Ayo cepat kita bertiga jalan-jalan." di susul oleh Alis yang sudah tidak sabaran
__ADS_1
"Tapi aku emmm aku"
Diana langsung mendapat tarikan di tangan nya. Alis begitu berinisiatif sampai dia terus tersenyum
"Eeeh iya aku tahu bagaimana hubungan mu dengan kakak"
"Sebenarnya aku."
"Sudah-sudah aku sudah mengerti" Ucapan yang keluar dari Alis begitu saja
Mereka tiba di tempat perbelanjaan, Alis terus menggandeng tangan Diana.
"Kau tidak usah malu-malu ayo kesini pilih sesuka hatimu" Ucap rena sambil mengambil dan terus menyodorkan itu pada Diana.
"Yang ini bagus bu ini cocok untuk kakak ipar" Ucapan Alis begitu saja tanpa di buat-buat
Diana bingung menatap ibu dan anak itu, dia hanya takut mengecewakan mereka yang terlalu baik padanya.
"Ini juga bagus. ayo cepat kau ukur"
"Itu terlihat kampungan bu"
"Kau yang kampungan berani nya kau"
"Ibu kita ini anak jaman now. mana mungkin pakai model tahun 70an" Ucap Alis dengan suara cekikan nya.
"Ayo! ikut ibu sayang ibu tahu yang terbaik untuk mu"
Diana hanya mengangguk dan melangkah mengikuti jejak kedua ibu dan anak.
__ADS_1