Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Akhiri dan menjauh


__ADS_3

Diana dan all tertidur dalam fikiran masing-masing, diana kesal dengan perlakuan all yang dia terima tadi. begitu juga dengan all, dia pun merasa kesal dengan perkataan diana. yang mengatai kalau dia lelaki menyebalkan.


Diana berusaha menutup matanya. agar malam ini dia bisa cepat tertidur. dan bangun pada besok pagi dengan penuh kedamaian.


-


-


-


Pagi telah kembali menyinari bumi. dimana semua penduduk bumi sudah bangun dan menyibukan diri dengan aktivitas masing-masing.


all sudah bersiap-siap berangkat ke kantor. all keluar kamar dia sedikit kaget melihat diana sudah duduk di depan meja makan.


All duduk di dekat diana dia sedikit merasa suasana tiba-tiba menjadi sangat canggung, diana melahap sarapan nya.


"Bicaralah jika ada yang ingin kau katakan!" kata all memecah keheningan


"Habiskan makanan mu. tidak baik berdebat di meja makan" kata diana meminum susu di gelas nya.

__ADS_1


Apa berdebat? jangan bilang kalau dia masih ingin melanjutkan perdebatan semalam. oh dasar wanita...


all tidak menghabiskan makanan nya. dia sudah mengikuti langkah diana menuju ke ara balkon,


dia berjalan dengan melipat tangan di dada nya.


"Aku ingin kita akhiri ini semua" kata diana tidak melihat all yang ada di belakang nya


"Apa!" kata all sedikit kaget


"Kita akhiri pacaran bohongan ini. biarkan aku pergi."


"Aku tidak perdulih aku tidak butuh uang mu" diana sudah berbalik mendongkakan wajah nya pada all


"Kau sudah menanda tangani kontrak denganku" kata all dengan mengusap kasar wajah nya "Kau jangan main-main dengan ku"


"Aku tidak ingin main-main lagi dengan mu. lagi pula ini kan hanya mainan ayo akhiri ini" kata diana tetapi dia merasa sedikit ada rasa sesak di dada nya setiap dia berkata Akhiri.


"Sudah cukup.!" intonasi all sedikit meninggi "kau sudah terikat kontrak dengan ku" kata all memegang kedua bahu diana, diana merasa sedikit kesakitan, all menyadari kalau diana kesakitan dia melonggarkan tangannya. "Maaf!" all menjatuhkan kedua tangan nya dari bahu diana berbalik dan mengusap lagi wajah nya dengan kasar. "Aku akan berangkat bekerja. Tunggu aku pulang kita bicarakan lagi" Ucap all pergi meninggalkan diana

__ADS_1


Diana tertunduk lesu, kenapa dia tidak ingin membiarkan aku pergi. lagi pula ini semua hanya mainan.


All mengemudikan mobil dengan kecepatan maksimum, dia sendiri sedikit bingung apa yang merasuki nya sehingga dia bisa sampai marah begitu. padahal memang benar kata diana ini hanya permainan. yang di buat sendiri oleh all.


lagi-lagi all meremas setir mobil, sesekali all memukul stir mobil karna kekesalannya.


Hari ini all duduk di kursi kebesaran nya. dia tidak ingin perdebatan antara dia dan diana membebani nya. hingga mengganggu konsentrasi nya di dalam bekerja.


Nyatanya itu sangat membuat semua pemikirannya semakin tertuju pada diana.


Diana hanya duduk diam di atas balkon. menatap indah nya hari yang cerah. tetapi tak secerah hati nya saat ini.


diana selalu bisa mengusai emosi nya. tapi tidak saat ini, dia adalah seorang wanita yang sudah pernah merasakan jatuh cinta. dia mengerti apa alasan hingga membuat dadanya terasa sesak ketika ucapan akhiri keluar dari mulut nya.


Dia sedikit takut kehilangan all. dalam sebulan ini dia sudah terbiasa dengan kehadian all. membawa banyak cerita baru dalam setiap hari-hari nya....


diana memegang dada nya.


Aku tidak bisa membiarkan rasa ini semakin bertambah bertumbuh padamu, aku tidak akan mungkin! aku harus secepat nya mengakhiri dan menjauh...

__ADS_1


__ADS_2