
Diana memilih untuk keluar, agar dia bisa melupakan apa yang baru saja mulutnya katakan tapi hati nya berdusta.
Semenjak almahrum suami diana meninggal. dia memang sengaja menutup hati. dan dirinya. tetapi semua berbeda setelah dia datang ke kota metropolitan! dimana dia bertemu dengan all dan mendapatkan hal-hal baru pertengkaran kecil, makan bersama meski dalam suasana hening. all berusaha untuk merawat diana meski diana menolak nya.
saat ini fikiran diana terlalu penat, untuk memikirkan hal-hal lain. dia duduk di bangku taman menikmati indahnya pemandangan dimana banyak bunga-bunga. anak-anak yang berlarian bermain bersama teman-temannya.
Masha pasti saat ini juga sedang bermain, aku sudah sangat merindukan nya. aku akan membelikan banyak mainan nanti. gadis kecilku selalu menginginkan mainan segudang... gumam di bibir diana sambil tersenyum menatap anak-anak yang sedang berlarian
Diana berniat untuk pergi ke cafe namun dia tanpa sengaja bertemu dengan alice. terpaksa diana harus menuruti paksaan ajakan untuk jalan-jalan bersama alice.
Alice terus melingkarkan tangan nya pada diana. membuat diana merasa sedikit tidak nyaman dengan perlakuan alis.
"Ehhh iya sayang bagaimana kalau kita ke mall" kata alis mengajak diana dengan wajah memelas
"Terserah saja. aku akan ikut dengan mu" kata diana malas
__ADS_1
Alis segera menarik tangan diana menuju ke mall. dengan penuh keceriaan alis masuk sambil menunjuk-nunjuk barang branded yang sesuai dengan isi kantong nya.
"Ayo beli" ajak alis menarik kembali lengan diana namun diana tidak bergerak dia hanya diam di tempat. "Ada apa?" kata alis bertanya dengan kening berkerut
"Aku tidak akan mampu membeli nya" kata diana pada alis sedikit memberi alasan namun tentu saja itu tidak akan mempan untuk alis, yang tanpa di ketahui oleh diana kalau mall ini juga adalah milik All Sagasali.
"Sialan kak all" Ucap alis mengumpati kakak nya. "Beraninya dia tidak memberi uang padamu, dasar pelit." kata alis yang mengambil handphone menelfon seseorang "Halo... bilang pada kakak ku berani nya dia tidak memberikan uang pada calon kakak iparku" kata alis yang secepat kereta tanpa memberi jeda untuk orang di balik telfon sekedar menjawab.
All yang mendapat laporan bahwa mana alice sedang bersama dengan diana, all segera melajukan mobilnya. dia tidak ingin kalau sampai alis menambah penat di kepala diana.
All menghampiri diana dan alis. menyapa dengan senyum yang sedikit kaku.
"Untuk apa kakak kesini?" Tanya alis pada all
"Kau yang menelfon" kata all ketus
__ADS_1
"Aku sedang bersama dengan sayangku." kata alis yang mengeratkan pelukan tangan pada lengan diana
diana hanya diam. diana sedikit merasa canggung untuk bersitatap dengan all.
Apa ini bahkan alice memanggil nya dengan sebutan sayangku. aku tidak pernah memanggilnya seperti itu. sayangku terdengar sedikit lucu... all sedang bergumam di dalam fikiran nya
"Sudalah... ayo kita jalan bertiga" ajak diana pada kakak beradik yang sedang melayangkan pandangan tidak suka kepada sesama.
All terpaksa memilih untuk ikut, dia melihat senyum ceria adiknya dan wanita yang saat ini tidak tahu apa status nya. pacar bohongan atau akan segera mengisi relung hatinya.
Diana ingin mencoba apa saja yang di lihat nya, namun dia sedikit takut karna apapun yang di coba oleh nya pasti akan langsung di beli oleh all.
diana baru tahu kalau ternyata mall besar itu juga milik all, mulut diana sampai terperangah kagum mendengar penuturan dari menejer mall.
Sekaya apa dirimu? pantas saja 3milyar dalam sebulan. 3bulan jadi pacar mu langsung kaya mendadak aku. diana bergumam
__ADS_1
diana lupa kalau saat ini dia hanya pacar bohongan. aah sungguh malang nasibmu diana. tapi diana bukan tipe orang yang akan memperlihatkan kepada banyak orang tentang kelemahan nya. apa terlebih tentang isi hatinya....