
Diana mencuci piring bekas dia dan all makan. all terus memperhatikan setiap aktivitas Diana.
setelah selesai mencuci piring Diana berjalan menuju depan TV dimana David berada.
"Apa kau terbiasa melakukan pekerjaan seperti itu"? tanya all
" hummpp... iya, tapi kalau dalam urusan memasak. aku hanya bisa. menggoreng ikan. goreng telur, dan. dan.... " ucapan Diana segera di hentikan oleh all
"Cukup!" ucap all "kau tidak bisa melakukan apa-apa"
"Apa hak mu? berkata seperti itu padaku?" Diana berteriak
"Kau hanya ahli dalam menggoreng. bukan kah kau tidak bisa yang lain" ucap all menatap Diana sinis
"Aku bisa semua"
"humppp... oke kalau begitu besok buat sarapan untuk ku"
"Hei kau fikir aku pembantu mu? jangan seenak nya"
"Aku menggaji mu bukan hanya untuk di pamerkan!" ucap all dengan lantang
"Oke... besok akan aku buatkan. apa mau mu?"
"Nasi goreng" ucap all meninggalkan diana dengan kekesalan
__ADS_1
🌻
Pagi sudah menyinari kamar all. dia mencium bau dari dapur, dia penasaran apa yang di lakukan diana.
"Selamat pagi tuan muda! ayo duduk disini makanan mu sudah siap" ucap diana dengan senyum yang di buat buat.
karna memasak untuk all sarapan, diana harus bangun jam 05.00 membuat diana berdecak kesal.
All mencicipi masakan diana, all tersedak baru mencicip di ujung sendok.
"Hei kau ingin membunuhku?" teriak all "kau memang tidak bisa di andalkan"
"Kenapa kau harus memarahiku? kau yang ingin aku memasak."
"Aku tidak mau!" diana pergi meninggalkan all dengan kekacauan di atas meja.
"Hei mau kemana kau? cepat bereskan ini" teriak all
gadis ini membuat ku frustasi. aku doakan kau keluar dan terkena virus corona,
all mengambil telfon. menelfon seseorang di sebrang sana.
kenapa sih harus ketemu sama orang seperti dia menjengkelkan, kenapa sih tidak kena virus corona dan mati saja. gumam dalam hati diana
all merasa mungkin dia sudah terlalu kasar pada diana. dia berniat untuk minta maaf, all mengetuk pintu kamar diana tapi tidak di jawab. all langsung masuk ke dalam. dia mendapati diana ada di balkon.
__ADS_1
all melihat diana sedang vidio call dengan anak nya menggunakan bahasa khas nya.
So makang sayang? ("apa kau sudah makan sayang?") tanya diana pada putri kecilnya
kita so makang mama kalo mo pulang jangan lupa bawa oleh-oleh ne (Aku sudah makan mama kalau pulang nanti jangan lupa bawah oleh-oleh ya.)
Oke pasti tenang nanti mama pulanh bawa oleh-oleh ne. sehat-sehat disana nanti mama telfon ulang (oke pasti! tenang, nanti mama pulang bawa oleh-oleh ya. sehat-sehat disana yasudah nanti mama telfon lagi)
diana menutup telfon nya, dia kaget dengan all yang tiba-tiba muncul di belakang nya.
"Anak mu lucu" ucap all "siapa nama anakmu?" tanya all
"apa urusan nya denganmu" jawab diana yang mendapat tatapan sinis dari all "namanya masha"
all terkekeh mendengar nama anak diana.
"pasti waktu hamil sering menonton kartun yaa" ucap all dengan suara masih cekekikan
"Apa urusannya dengan mu?" ucap diana kesal "Kenapa kau masuk kamar ku? bagaimana kalau aku sedang ganti baju? atau aku sedang tidur?" ucapan diana seperti tiada habis-habis nya.
"aku mengetuk tadi. tapi kau tidak menjawab."
"Kau mau mengambil kesempatan dalam kesempitan"?
" Kau terlalu berisik " ucap all meninggalkan diana yang tidak berhenti dengan celoteh-celoteh nya.
__ADS_1