Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Pertengkaran


__ADS_3

“Zayn!”


Baru saja menginjakkan kaki di rumah, Zayn sudah mendengar panggilan dari sang mama. Pemuda itu menoleh, melihat Farah yang duduk di ruang keluarga.


Farah menatap Zayn dengan ekspresi wajah tidak senang, bahkan satu telapak tangan terlihat mengepal.


“Ada apa, Ma?” tanya Zayn sedikit malas.


Semenjak dirinya menolak perjodohan yang direncanakan Farah, sejak itu pula sikap Farah terhadapnya berubah.


“Tadi siang kamu sudah menemui Meghan?” tanya Farah dengan tatapan tajam dan wajah tanpa senyum, tidak seperti biasanya saat dirinya bicara dengan putra yang selalu dibanggakan itu.


Zayn membuang napas menggunakan mulut mendengar pertanyaan Farah, sedikit malas karena harus membahas hal itu lagi.


“Dia tadi ke kantor, tapi aku sedang sibuk dan banyak pekerjaan,” jawab Zayn.

__ADS_1


Farah terlihat murka, hingga kemudian berdiri dengan cepat.


“Dia sudah berbaik hati mendatangimu di kantor, tapi apa yang kamu lakukan? Dengan siapa siang tadi kamu pergi, hah? Kamu berkata sibuk tapi ternyata pergi dengan wanita lain yang memiliki anak!”


Ternyata siang tadi Farah tidak sengaja melihat Zayn bersama Lusy dan Cheryl.


Zayn sangat terkejut mendengar ucapan Farah, hingga menatap ibunya itu dengan rasa tidak percaya.


“Apa maksudmu pergi dengan wanita yang sudah memiliki anak? Apa wanita itu yang kamu sukai sampai kamu menolak perjodohan dengan Meghan?” tanya Farah dengan sedikit nada membentak.


Farah tidak mau Zayn sampai menikah dengan janda, jangan sampai Zayn seperti Farzan yang akhirnya menjadi bahan pembicaraan saudara-saudaranya.


Zayn mulai hilang kesabaran karena bentakan Farah. Dia sudah menahan emosi karena perjodohan yang tidak diinginkan, sekarang Farah terkesan memojokkan dirinya terus menerus.


“Ya, aku mencintainya, Ma! Dia adalah satu-satunya wanita yang aku sukai dan akan aku nikahi. Jika tidak dengan dia, aku tidak akan menikah!” Ini adalah pertama kalinya Zayn bicara keras dan tegas kepada ibunya.

__ADS_1


Farah sangat terkejut mendengar suara lantang Zayn, berpikir kenapa sekarang putranya jadi memiliki sikap keras seperti sekarang ini.


“Kamu berani membentak Mama, Zayn!” Farah tidak terima saat sikap putranya berubah. “Apa ini karena pengaruh buruk wanita itu?”


Zayn sadar telah kelewat batas dengan bersikap kasar, tapi dirinya seperti itu juga karena desakan dari sang mama.


Zahra sudah di rumah, gadis itu melihat dari lantai dua bagaimana kakak dan mamanya bertengkar. Ini adalah pertama kalinya di keluarganya terlihat pertengkaran. Zahra merasa sedih melihat kejadian ini.


Zayn menarik napas dalam-dalam dan mengembuskan perlahan, mencoba mengatur emosinya agar tidak semakin menguasai dirinya.


“Ma, aku tidak bermaksud membentak. Hanya saja, tolong pahami apa yang aku inginkan. Pilihan Mama tidak mesti itu yang terbaik untukku, aku hanya ingin Mama percaya kepadaku. Aku benar-benar hanya mencintai dirinya,” ucap Zayn yang sudah menurunkan nada suaranya.


Emosi Farah masih tidak stabil, dadanya terlihat naik-turun tidak beraturan dan napasnya terasa berat karena menahan amarah.


Tanpa bicara, Farah meninggalkan Zayn. Dia tetap tidak akan bisa menerima jika Zayn memilih wanita selain Meghan.

__ADS_1


Zayn menatap sang mama yang pergi meninggalkannya, hingga Farah berhenti melangkah dan kembali bersuara.


“Meski kamu menikahinya, maka jangan pernah ajak dia ke rumah ini. Mama tidak akan pernah mengizinkan dan merestui hubungan kalian. Kehadirannya di rumah ini tidak akan pernah diterima!”


__ADS_2