Pesona Mama Muda

Pesona Mama Muda
Digosipkan


__ADS_3

“Pilihlah yang kamu suka.”


Lusy melongo saat diminta memilih gaun pengantin yang berjajar di hadapannya. Dia sebenarnya ingin mendesain sendiri gaun pengantinnya, tapi Farah bersikeras untuk memesan sesuai permintaannya, sehingga membuat Lusy mengalah.


“Ma, apa gaun ini tidak terlalu mewah?” tanya Lusy sedikit ragu, itu karena Zayn berkata jika pesta akan diadakan sederhana, sehingga bagi Lusy tidak perlu membeli gaun yang mahal.


“Tidak,” jawab Farah santai.


Farah satu persatu menunjuk ke gaun pengantin itu, sebelum kemudian menoleh Lusy lagi.


“Itu semua pilihan Mama, jadi kamu tinggal pilih mana yang cocok,” kata Farah seolah tidak mau dibantah.


Lusy tidak bisa menolak karena takut membuat Farah marah, akhirnya memilih salah satu gaun yang dianggapnya paling sederhana, meski sebenarnya itu masih sangat mewah.


**


“Anda akan mengadakan pesta?” Mila terlihat begitu senang saat Zayn meminta Mila hadir di pesta pernikahannya.


“Tentu saja, agar tidak ada orang yang salah paham lagi,” ucap Zayn meyakinkan.

__ADS_1


Mila terlihat ikut bahagia, beberapa tahun bekerja untuk Zayn, serta sudah lelah jika mendapatkan pertanyaan tentang status Zayn, kini akhirnya atasannya itu menikah dan akan diumumkan secara resmi.


“Akhirnya Anda menikah dan mengadakan pesta, Pak. Kalau begini, ‘kan di belakang sana tidak akan ada lagi yang mengatakan kalau Anda memiliki kelainan,” ujar Mila keceplosan karena begitu senang Zayn memiliki status baru.


“Apa kamu bilang?” tanya Zayn seolah meminta penjelasan akan maksud ucapan Mila.


Mila langsung melipat bibir ke dalam, tidak sadar jika sudah kebablasan bicara.


“Siapa yang mengatakan aku memiliki kelainan?” tanya Zayn sambil menyipitkan mata ke Mila.


“Memangnya saya bilang begitu,” elak Mila karena takut kena marah.


Mila menyeringai lebar, meski Zayn bersikap sok galak, tapi kenyataannya pria itu tidak segarang yang terlihat.


“Ah … Bapak ini kayak tidak tahu aja. Biasalah kalau karyawan suka bergosip. Salah Bapak sendiri, sudah ganteng, kaya, seorang direktur, melirik wanita saja tidak pernah. Bahkan model berjajar rapi dan memiliki tubuh seksi saja tidak bisa membuat Bapak melirik mereka. Wajar dong kalau pada ngira Bapak itu ada kelainan.” Mila bicara penuh semangat di awal, tapi langsung menciut ketika mengucapkan kata terakhir.


“Mil, apa jangan-jangan kamu juga suka menggosipkanku di belakang?” tanya Zayn penuh curiga.


Mila sangat terkejut, meski itu benar tapi tidak mungkin jika dia mengaku.

__ADS_1


“Idih Pak Zayn. Saya itu sekretaris teladan. Saya selalu digarda depan menyanggah semua cerita mereka yang menggosipkan Anda. Jadi Anda jangan berburuk sangka,” ujar Mila dengan penuh percaya diri.


**


“Nanti malam keluarga besar akan makan malam seperti biasanya. Karena kamu sudah menjadi anggota keluarga kami, jadi kamu harus, tidak … maksudnya wajib ikut. Sekalian mengenalkanmu juga mengumumkan tanggal pesta pernikahan kalian,” ujar Farah panjang lebar.


Farah mengajak Lusy makan siang setelah memilih gaun. Seharian ini waktu Lusy akan disita oleh Farah, Lusy mengikuti setiap kegiatan yang Farah tawarkan, hanya untuk menyenangkan wanita itu.


“Baik, Ma.”


“Oh ya, kamu punya gaun yang bagus? Atau tidak punya karena Zayn belum membelikanmu?” tanya Farah sambil menebak.


Lusy mengulum bibir sambil menunduk, jelas dirinya tidak punya karena setelah menikah dengan Zayn dan sempat diusir oleh Farah, dia hanya fokus mendapatkan uang untuk kebutuhan rumah tangga.


“Sudah kuduga Zayn belum pernah membelikanmu gaun pesta,” ujar Farah menebak dari reaksi Lusy.


“Ya sudah, nanti duduk manis di rumah, biar tokonya yang ke rumah,” ucap Farah lagi dengan santainya.


Lusy langsung membulatkan bola mata, apa harus seperti itu, padahal ke toko langsung saja bisa, kenapa harus membawa seisi toko ke rumah.

__ADS_1


__ADS_2