RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 10


__ADS_3

Didalam mobil...Raina terdiam bingung dengan sikap Fito yang aneh.Dulu waktu masih berhubungan,Fito sama sekali tidak pernah antar atau jemput Raina.


Kenapa sekarang malah perhatian sekali dia.


"Kamu ngapain bengong." tanya Fito.


"Bingung aja,kenapa kamu mau nganterin aku.Nanti kalau ada yang marah bisa-bisa aku yang kena." ujar Raina seraya memainkan ponselnya.


"Wulan maksud kamu,biarin aja dia emang orangnya begitu.Gampang cemburuan,curigaan." jelas Fito,Tiba-tiba ponsel Fito berdering.Videocall dari Wulan.


Fito mengangkat telepon dari Wulan.


"Halo,ada apa?Aku sedang mengemudi." jawab Fito.


"Kamu sama siapa itu? Raina?" tanya Wulan saat melihat sedikit bayangan Raina dilayar ponselnya.


"Iya,tadi gak sengaja ketemu sekalian saja aku antar " ucap Fito,"Sudah yah,aku gak bisa fokus nih."imbuhnya.


"Gak bisa fokus karena ada Raina kan?" kata Wulan lagi.


"Mulai lagi deh kamu,gak usah nyalahin orang.Lagian aku cuma nganter doang." kata Fito.


Fito menutup ponselnya,kembali fokus kedepan jalanan. Melajukan kendaraan dengan kecepatan normal.


Tak butuh waktu lama,mobil Fito berhenti didepan perusahaan Bagas.


Raina membuka pintu dan turun dari mobil.Melambaikan tangan,dan masuk kedalam gedung setelah mobil Fito tak terlihat mata.


"Raina,tadi bos mencari kamu." ucap salah satu rekan kerjanya saat Raina sampai didepan meja kerjanya.


"Apa aku disuruh keruangannya?" tanya Raina.


"Iya,sepertinya kamu harus siap-siap.Dari wajahnya, bos sedang tidak mood." kata temannya.


Raina berjalan menuju lift,masuk dan menekan tombol lantai dimana ada ruangan bosnya.


Tok.... tok....


Raina mengetuk pintu ruangan bosnya.Terdengar dari dalam ruangan menyuruhnya masuk.


"Selamat pagi pak,apa tadi bapak mencari saya." sapa Raina.


"Jam berapa ini kamu baru datang,memangnya kamu siapa bisa seenaknya saja." ucap Bagas karena cemburu.


"Maaf pak,saya absen belum waktunya bekerja.Sepuluh menit sebelumnya." jawab Raina.


"Jangan berbohong,tadi saya melihat kamu masih dibawah dengan mantan kamu itu."


"Ih... Bagas kenapa sih,apa dia sedang cemburu." tanya Raina dalam hatinya.


Tapi Raina hanya terdiam didepan bosnya.


"Ya sudah kembali bekerja." perintah Bagas.


"Baik pak." pamit Raina keluar dari ruangan Bagas sambil menggerutu.


****

__ADS_1


Jam makan siang,Raina pergi ke kantin dengan rekan-rekan kerjanya.


"Hei,Raina ada hubungan apa lu sama bos." tanya Sandra.


"Hubungan apa,gak ada.Dia itu temen satu kampus dulu." jawab Raina.


"Kok dia perhatian banget sama lu." tambah Sari.


"Gak tahu,gue sih biasa aja kayak lu semua.Terserah kalau dia perhatian sama gue."


"Oiya,yang suka anterin lu itu siapa,cowok lu." tanya Sandra lagi.


"Dulu,sekarang udah jadi mantan." jawab Raina sambil melahap makanan yang tadi dipesannya.


"Oh... mantan,kayaknya CLBK nih." ledek Sandra.


"Ih... lu kepo banget sama urusan orang San." ujar Sari.


"Udah, udah ayo kita makan." kata Raina.


Ternyata dari tadi Bagas ada di seberang bangku, mendengarkan obrolan Raina dan teman-temannya.


Bagas begitu hancur hatinya saat mendengar kalau Raina biasa saja,tak menanggapi perasaannya.


"Bagaimana pun juga lu harus jadi milik gue,Raina." batin Bagas.


"Lu harus tahu siapa yang berkuasa disini,gue bos lu.Ingat itu." ancam Bagas dalam hati.


Bagaimana Raina mau menyukai Bagas,dulu sewaktu masih kuliah Raina pernah dilabrak orang tua Bagas.


Saat itu,Raina hanya kebetulan ketemu Bagas di mall bersama Weni.


Dan,saat itu juga Raina tidak akan membuka hatinya buat Bagas.Raina juga tahu sifat Bagas seperti apa,dia itu pendiam tapi... ya begitulah,ada jeleknya juga.


Lain dengan keluarga Fito,biarpun selama menjadi pacar Fito gak pernah ada perasaan padanya.Tapi keluarganya memandang Raina sama,menerima dan baik pada Raina.


Ugh.... masa lalu.


Jam makan siang sudah selesai,Raina dan rekannya kembali ke meja kerjanya.Membereskan semua berkas yang harus segera ditandatangani oleh bos.


Kring.... kring.... telepon paralel dimeja Raina berdering. Segera dia mengangkatnya.


"Baik pak,saya segera keruangan bapak." jawab Raina berdiri dari kursi kerjanya.


"Rain,mau kemana?" tanya Sandra menghentikan langkah Raina.


"Bos memanggil gue." jawab Raina,"Gue keruangan nya dulu."imbuhnya.


Lalu,Raina berjalan menuju lift naik keruangan Bagas.


Raina masuk tanpa mengetuk pintu,kebetulan pintu ruangan terbuka lebar.


"Permisi pak... " sapa Raina masuk kedalam ruangan.


"Raina,apa semua berkas sudah rapi." tanya Bagas.


"Sudah pak,ini." jawab Raina menyodorkan berkas-berkas yang di banded pada Bagas.

__ADS_1


"Oiya,untuk menyelesaikan kontrak kerjasama dengan PT Alfa sebaiknya kamu ikut keluar kota besok." ujar Bagas dengan senyum seringainya.


"Luar kota pak?Bukankah sudah ada Ani sekertaris Bapak." ucap Raina.


"Yah,dia juga ikut.Karena ini proyek kamu,jadi kamu yang lebih tahu bukan?" kata Bagas lagi,"Pokoknya besok ketemu di bandara jam 10 pagi."lanjut Bagas.


"Em baik pak,kalau begitu saya permisi." Raina keluar dari ruangan Bagas.


****


"Bu,apa semua sudah beres." tanya Raina saat melihat ibunya mendorong kopernya.


"Sudah sayang,kamu jaga diri ya." ucap ibunya. "Ayo,antar ibu kebawah.Taxi sudah menunggu ibu."


"Raina antar ke stasiun aja ya." kata Raina khawatir.


"Tidak usah,kamu beres-beres saja bukannya kamu besok dinas keluar kota." kata ibunya.


"Iya bu,ya sudah ayo kita kebawah."


Raina dan ibunya menuju kebawah,keluar apartemen.Lalu,ibunya masuk kedalam taxi yang sudah menunggunya.Sebelum pergi,Raina mencium punggung tangan ibunya,menyalaminya.Tak lupa Raina mencium dan memeluk ibunya.


Raina melambaikan tangannya,saat taxi yang membawa ibunya melaju.Setelah tak terlihat mata,Raina kembali berjalan ke apartemen.


"Raina.! " panggil Weni dari belakang.


"Hei weni,gue kangen banget sama lu." peluk Raina erat-erat.


"Gue juga kangen sama lu,oiya,ibu lu udah pulang." tanya Weni seraya berjalan beriringan dengan Raina ke apartemennya.


"Baru aja.Gimana liburan lu," ucap Raina setelah sampai didepan pintu unitnya dan membuka sandi pintunya.


"Seneng banget lah,gue cepet balik juga karena gue ada interview besok." ujar Weni.


"Perusahaan mana Wen?" tanya Raina.


"Pasti lu bakal kaget kalau gue bilang." kata Weni membuat Raina penasaran.


"Memangnya perusahaan mana,siapa pemimpin nya?" tanya Raina makin penasaran.


"Perusahaan mantan lu." ujar Weni seraya meneguk segelas air putih dan menjatuhkan bokongnya diatas sofa.


"Apa??? Maksud lu perusahaan papi nya Fito." ucap Raina kaget bukan main.


"Yup,betul.Tapi lu salah,tepatnya gue dibagian yang Fito pimpin bukan papinya." jelas Weni.


Gubrak..... Raina menjatuhkan badannya di sofa tidak percaya.


Dulu Raina pernah berniat melamar diperusahaan itu,tapi karena perasaannya dan rasa bencinya pada Fito,dia mengurungkan niatnya.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Bersambung dulu guys... mata udh 5 watt.


__ADS_2