RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta

RAINA DAN FITO, Antara Benci Dan Cinta
BAB 37


__ADS_3

"Kamu mau dimobil aja,ayo turun aku kenalin sama anak-anak aku." ajak Sandra,ingin sekali dia tertawa terbahak melihat raut muka Bery yang penuh penyesalan.


"Oke." akhirnya Bery turun dari mobil.


"Tolong bawakan barang yang tadi aku beli.Jangan ada yang tertinggal ya." pinta Sandra.


"Siap bu bos." jawab Bery seraya menenteng plastik belanjaan yang dipenuhi makanan ringan.


Sandra berjalan beriringan dengan Bery memasuki pintu gerbang yang tinggi.


Saat membuka pintu,Anak-anak berlarian menghampiri Sandra mereka memeluknya.


"Tante Sandra.... " teriak anak-anak.


"Kayaknya gue lagi dikerjain nih sama Sandra." batin Bery melihat pemandangan didepan mata,gak mungkin kalo anak Sandra banyak banget.


"Eh,tante bawa makanan lho,siapa yang mau?" sapa Sandra.


"Aku... aku... aku... " ramai sorak-sorak anak panti.


"Oke,jangan berebut ini kalian bagi rata ya.Tante mau ketemu ibu dulu." ujar Sandra menatap seorang perempuan paru baya yang sedang berdiri didepan pintu.


Sandra berjalan mendekati perempuan itu diikuti Bery yang mengekor dibelakangnya.Membawa bingkisan ditangannya.


"Selamat sore ibu,apa kabar?" sapa Sandra memeluk dan mencium perempuan yang sudah membesarkan nya.


"Sore sayang,gak ada apa-apa kan sayang.Kenapa kamu kesini." tanya perempuan itu yang selalu khawatir pada Sandra.


"Gak ada bu,Sandra kangen sama anak-anak." jawab Sandra,"Oiya,kenalin ini dokter Bery,kalo ibu dan yang lainnya sakit bisa minta tolong sama dokter Bery."imbuh Sandra memperkenalkan Bery pada ibunya lebih tepatnya ibu pengelola panti asuhan.


"Selamat sore ibu,senang berjumpa dengan anda." sapa Bery.


****


Di taman Sandra duduk berdampingan dengan Bery,mengawasi anak-anak yang sedang bermain.Sesekali Sandra tersenyum.


"Kamu lihat anak perempuan yang dibawah pohon besar itu." tunjuk Sandra, "Dulu aku juga berteduh disitu saat ayahku menitipkan ku disini." imbuhnya.


"Jadi,banyaknya anak-anak disini mana yang anak kamu?" tanya Bery.


"Emm.... " Sandra tersenyum.


"Dari tadi aku udah ngerasa kalo kamu sedang ngerjain aku.Awas kamu nanti." ucap Bery.


Drrtt... Drrtt....


Ponsel Sandra berdering amat nyaring,terlihat nama ibu tirinya dilayar ponselnya.Segera Sandra menjawab panggilan itu.


"Halo.... " sapa Sandra.


"Sandra, kamu dimana? cepat datang kerumah sakit,ayah mu kambuh Jantungnya." ucap ibu tirinya ditelepon.


"Baik bu... " kata Sandra menutup sambungan telepon nya setelah diputus ibu tirinya.


"Bery,kita pulang langsung kerumah sakit, ayahku kambuh penyakit jantung nya." ujar Sandra panik.


Sandra kembali masuk kedalam rumah,berpamitan dengan ibu panti.


Dan segera meninggalkan panti,menuju rumah sakit.


Bery mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata alias ngebut.


Setelah melewati perjalanan hampir satu jam lebih,akhirnya Bery dan Sandra sampai dirumah sakit tempat Bery bekerja.

__ADS_1


"Bery,Terima kasih sudah mengantar ku.Sebaiknya kamu pulang,kamu belum sembuh total." ucap Sandra sebelum turun dari mobil.


"Oke,kamu hati-hati." jawab Bery.


****


Sandra berlari menuju ruangan ayahnya,sambil terengah-engah napasnya.


"Huft.... " Sandra masuk keruangan seraya mengatur napasnya."Bagaimana ayah bu... "tanya Sandra.


" Masih tidur,kamu kemana saja."tanya Ibu tirinya pada Sandra.


"Mengantar ibu Bery terus mampir ke panti bu." jawab Sandra sambil menunduk


"Siapa Bery?"


"teman Sandra dia dokter dirumah sakit ini bu,dokter umum." jawab Sandra masih belum siap memberitahu orang tuanya.


"Teman atau pacar?" timpal ayahnya saat bangun mendengar putrinya datang.


"Ayah... ayah baik-baik saja?" sapa Sandra sedikit khawatir.


"Ayah baik,kamu belum jawab pertanyaan ayah,siapa Bery." kata Ayahnya lagi.


"Iya,dia pacar Sandra." ucap Sandra.


"Apa kamu sudah menandatangani surat yang ayah berikan sama kamu." tanya ayahnya.


"Belum ayah,Sandra pikir tidak perlu lah,dan kenapa gak dikasih Sandi saja." ujar Sandra.


"Sandi sudah sibuk dengan perusahaan,apa susahnya kamu pegang kendali rumah sakit ini.Kamu lihat ayah,kapan saja ayah bisa kambuh sakitnya,bisa meninggal juga." jelas ayahnya. "Apa surat nya kamu bawa?" tambah ayahnya.


"Bawa ayah." jawab Sandra seraya mengeluarkan selembar kertas dari dalam tasnya.


****


Yup,hari ini Sandra akan menghadiri rapat dirumah sakit.Penyerahan jabatan ayahnya kepada Sandra.


"Kamu sudah siap?" tanya ibu tirinya.


"Sudah bu." jawab singkat Sandra.


"Oke,ayo berangkat ayah sudah menunggu sama Sandi." ujar ibunya.


Sandra dan ibu tirinya menaiki mobil yang sudah berada didepan rumahnya.


Supir melajukan mobil dengan cepat,karena rapat sudah akan dimulai.


"Selamat pagi semua... " Sandra menyapa semua dokter kepala yang ada diruangan rapat.


"Pagi.... " serentak para dokter menjawab salam Sandra. Begitu juga dengan Bery,mulutnya terbata-bata saat mengucap salam.


Tak disangka pengganti presdir ternyata Sandra,begitu terkejutnya Bery.


"Selamat pagi semua,saya perkenalkan pimpinan rumah sakit yang baru.Dia putri dari pemilik rumah sakit ini." ucap direktur rumah sakit itu.


Sandra memberikan salam perkenalannya dan mengakhiri rapat.


"Bery.... " panggil Sandra,tapi Bery mengabaikannya dan menghindari Sandra.


"Ada apa dengan nya..." gumam Sandra.


"Selamat nona Sandra.... "

__ADS_1


"Selamat bekerja nona Sandra... "


Begitu banyak dokter dan perawat yang memberi selamat dan semangat padanya,tapi kenapa Bery malah menghindarinya.


****


Jam makan siang,Bery sengaja menghubungi Raina dan Weni.Bery mengajak makan bersama.


"Ada apa Bery,kenapa memanggil kita kesini." tanya Raina.


"Iya,apa serius banget." timpal Weni.


"Kalian berdua apa tahu kalo rumah sakit tempat gue bekerja milik keluarga Sandra." tanya Bery.


"Ya,kita tahu memangnya kenapa?" jawab Raina.


"Kenapa lu gak bilang dari awal,kalo sudah begini hubungan gue mau dibawa kemana coba.Status sosial gue sama dia beda jauh."


"Sandra orangnya gak memandang status sosial,lu jangan cari-cari masalah." ujar Weni.


"Cari-cari masalah gimana maksud lu,apa orang tuanya bakal setuju kalo anaknya berhubungan dengan dokter yang hanya dibagian umum."


"Lu gak usah khawatir,Sandra gak begitu tenang aja." kata Raina


"Tetap saja dia membohongi gue,"


"Udah jangan dibikin masalah yang akhirnya lh berdua ribut.Bukannya kalian baru aja damai."


"Ribut sih gak Raina,gue malu berhubungan sama dia."


Drrrttt.... drrrttt...


Ponsel Bery berdering,dan Sandra yang terlihat dilayar ponselnya.


"Angkat,dia pasti khawatir lu menghindar darinya." ucap Raina.


"Halo.... " jawab Bery akhirnya mengangkat panggilan Sandra.


"Kamu dimana?" tanya Sandra.


"Sedang istirahat makan siang dengan Raina." jawab Bery.


Deg.... jantung Sandra hampir aja mau copot mendengar Bery makan siang dengan Raina.


"Halo... Halo... Sandra," ucap Bery tapi Sandra sudah menutup sambungan teleponnya.


"Ditutup." ujar Bery


"Gimana gak ditutup,lu cuma bilang makan siang sama Raina.Lu gak bilang ada gue,oncom." umpat Weni,"Ya jelas aja ditutup,pasti cemburu dia."tambahnya.


*


*


*


*


*


*


Terima kasih yang sudah baca cerita ini... tetap dukung author dengan cara like komen dan votenya ya...

__ADS_1


__ADS_2